
🌟🌟🌟
"Hehe, nggak lapar perut sayang, abang lapar ingin memakanmu" ucap Reno.
Setelah Reno menurunkan Kinan diatas tempat tidur Mala Kinan berucap lagi.
"Ngapain gituan dikamar anak Bang? nanti kotor kamarnya" ucap Kinan berbisik.
"Nanti kita ganti spreinya sayang" jawab Reno sudah memulai aksinya.
"Bang itu pintunya kunci dulu" ucap Kinan.
Setelah pintu dikunci akhirnya malam ini Reno tidak puasa, dia kembali mendapat gizi dari istrinya.
1 Jam mereka baru selesai, maklum masih pengantin baru masih banyak tenaga, Kinan dan Reno sudah selesai mandi Reno duduk dikursi menunggu Kinan mengganti sprei Mala dan membawa yang kotor kekamarnya.
Kini Kinan dan Reno sudah dikamar Kinan untuk tidur.
🌟🌟🌟
Silau matahari sudah mulai masuk dari celah horden menandakan matahari sudah muncul. Mala bangun dan segera membangunkan mereka yang masih asik dialam mimpi.
"Papa, Mama bangun sudah pagi" ucap Mala menggoyangkan tubuh mereka.
"Jam berapa sayang?" Tanya Reno.
"Udah Jam 8 Papa, untung hari ini hari minggu jadi Mala nggak sekolah, coba kalau hari biasa Mala pasti marahin Papa" ucap Mala.
"Heheh iya sayang besok nggak terlambat bangun lagi kok" ucap Reno.
🌟🌟🌟
Hari ini kepulangan Siska dan suaminya bersama Evi dan suaminya juga, dua pasang suami istri itu diantar Reno, Kinan dan Mala kebandara.
"Sayang jadilah kepala rumah tangga yang bertanggung jawab ya" ucap Evi kepada Reno, sebelum mereka berangkat ke Jakarta.
Didalam mobil perjalan pulang Reno mengajak Kinan untuk jalan-jalan.
"Sayang mumpung hari minggu kita pergi jalan-jalan yok, Mala pasti senang" ucap Reno.
Akhirnya hari ini mereka penuhi dengan jalan-jalan seperti keluarga bahagia lainnya, belanja bareng, makan bareng dan sore harinya menikmati sunsute dipantai Bali yang indah.
"Bentar lagi sudah mau malam kita pulang yok bang" ajak Kinan.
__ADS_1
Mereka sama-sama berjalan menuju parkiran mobil untuk pulang kerumah.
🌟🌟🌟
Malam ini disalah satu Club Mira sedang minum bersama teman laki-lakinya, walaupum Mira sudah tergolong tua dia masih terlihat muda dan juga cantik sehingga banyak laki-laki yang mendekatinya tapi dia selalu menolak, dia hanya ingin kesenangan seperti kencan buta hingga kencan kedalam ranjang, tapi menurutnya tidak ada yang cocok untuk pendamping hidupnya.
"Kau begitu cantik sayang, aku tidak sabar untuk membawamu ke ranjang ku" ucap salah satu laki-laki kira-kira umur 40 tahun.
"Aku memang selalu cantik tapi sayangnya aku tidak pernah beruntung" ucap Mira dengan meminum bir yang ada dimeja.
"Kamu wanita paling beruntung sayang, cantikmu mengalahkan semua wanita" gombal laki-laki itu lagi dengan satu tangan sudah meraba pah* mulus Mira.
Mira yang sudah biasa dengan kode itu hanya diam saja memunggu laki-laki itu mengajaknya kesuatu tempat.
"Sayang aku ingin sekali merasakan sent*han mu, apakah kamu mau ikut bersama ku " tanyanya dan dianggukan oleh Mira sambil meminum bir didalam gelasnya.
Mereka segera beranjak dari Club menuju tempat yang aman.
🌟🌟🌟
Didalam apertemen milik Kinan, Siska dan suaminya masih menonton TV.
"Pah akhir-akhir ini Mira kok jarang pulang kesini ya? padahal dia Sudah tidak memiliki apertemen lagi" Tanya Siska pada suaminya.
"Papa juga nggak tau mah, dia tidak berubah sedikit pun, Papa cuma berharap dia cepat mendapat jodoh supaya dia bisa berubah kearah yang lebih baik".
Siska dan suaminya tidak tau kalau restoran yang dulu dikelola oleh Mira sudah dijualnya, supaya bisa menutupi utang-utangnya, karena dulu dia suka berjudi.
Yang mereka tau hanya Mira menjual apertemennya untuk perkembangan usahanya. tapi ternyata Mira menggunakan kejalan yang tidak baik.
Jam 5 subuh Siska bangun dan mengecek kamar Mira masih kosong "kok dia belum pulang dia kemana sih?" batin Siska kesal.
Siska menghidupkan TV menonton sambil ditemani secangkir teh.
Klek...
Suara pintu, bertanda ada orang masuk.
"Kamu dari mana? baru pulang Jam segini, kamu itu anak perempuan jagalah sedikit martabat diri" ucap Siska kesal.
"Mah, aku tu baru pulang jangan ngomel-ngomel kenapa?" bentak Mira.
Siska terkejut dengan ucapan Mira, karena selama ini walaupun Mira suka mabuk dan berjudi dia selalu lembut berbicara kepada Siska.
__ADS_1
"Jaga bicara mu Mira, kenapa kamu membentak Mama mu? dia hanya ingin kamu jadi wanita yang baik-baik" ucap Papa Mira datang dari kamar.
"Papa dan Mama sama aja, sama-sama buat kesal, aku ini bukan anak kecil Mah yang harus diurus setiap saat, udah ach....Mira mau tidur" ucap Mira berjalan kekamarnya.
Mira sangat tidak suka jika diatur-atur oleh orang lain, makanya dia marah saat mamanya menasehatinya.
"Pah, bagaimana ini mama nggak mau anak kita jadi seperti ini" rengek Siska pada suaminya.
"Sabar ya Mah, ada saatnya Mira akan berubah kita jangan sampai lelah menasehatinya dan selalu berdoa demi kebaikannya".
🌟🌟🌟
Sudah seminggu usia pernikahan Reno dan Kinan, mereka menjalani setiap hari dengan bahagia, dan hari ini mereka ikut mengantar keluar Anto kebandara.
Jam keberangkatan masih 2 Jam lagi, sekarang mereka lagi makan bersama disebuah restoran yang ada dibandara itu.
Selesai makan mereka berbincang kembali, Kinan melihat muka Ririn sangat pucat.
"Dek Rin kamu kurang enak badan ya? kakak lihat wajah mu pucat dan makanmu juga berkurang" tanya Kinan.
"Nggak kok kak, ini bawaan baby" jawab Ririn tersenyum.
"Kamu udah isi dek?" tanya Kinan.
"Sudah kak, baru menjalani sebulan" ucap Ririn senang sambil memegang tangan Anto dan diletakkan diperutnya, tapi tidak ada yang melihatnya.
"Selamat ya sayang, sebentar lagi kamu bakal jadi ibu" ucap Kinan ikut bahagia.
"Bang jaga Ririn dengan baik ya! dulu dek Ririn yang menjaga ku dan selalu ada untukku ketiga aku mengandung" ucap Kinan.
"Iya dek abang akan menjaganya dengan baik" jawab Anto lagi.
Reno yang mendengar ucapan Kinan merasa bersalah, Reno langsung menggemgam tangan Kinan, seakan mengatakan "Maaf Ya"
Kinan melihat Jam dipergelangan tangannya, sebentar lagi keberangkatan mereka.
"Bang bentar lagi udah brangkat, nanti kalau abang Sudah disana jangan lupa sama Kinan ya, sering-sering datang ke Bali bawa Ririn dan ponakan ku nanti bersama Papa dan mama juga" ucap Kinan sedih melihat satu-persatu orang yang akan berangkat.
"Iya dek abang janji" ucap Anto.
Anto dan yang lainnya Sudah berangkat, Reno dan Kinan menuju parkiran mobil untuk pulang kerumah, didalam mobil satu tangan reno menggemgam tangan Kinan.
"Sayang apa dulu ketika kamu hamil Mala banyak ngidam yang aneh-aneh seperti orang lain? " Tanya Reno
__ADS_1
🌟🌟🌟
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Ya...