GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 57 Gadis Cute Dan Mandiri


__ADS_3

🌟🌟🌟


"Dokter... Dokter tolong selamatkan anak saya" Reno memanggil dokter saat menggendong Mala yang sudah berlumur darah dikepalanya.


Sedangkan Kinan yang syok akibat kejadian memimpa Mala dia pingsan dan belum sadarkan diri.


Perawat langsung membawa mala keruang ICU untuk segera ditangani. dokter pun lewat didepan Reno yang terlihat prustasi.


"Dokter selamatkan anak saya" ucap Reno memohon didepan dokter itu.


"Baik pak kami akan menolong pasien semampu kami, sekarang bapak berdoa saja kami akan bertindak semampu kami" ucap dokter itu menepuk-nepuk bahu Reno untuk menguatkannya.


Setelah dokter itu pergi Reno langsung menghampiri Pak Jang yang membantu Kinan saat pingsan.


"Pak dimana istri saya" suara itu sangat lirih menyiratkan banyak kekuatiran yang ia rasakan.


"Nona Kinan sudah ditangani dokter diruangan 113 bapak boleh menjenguknya sekarang, biar saya yang menunggu nona Mala disini".


Mendengar ucapan Pak Jang Reno berjalan kekamar yang ditunjukkan oleh Pak Jang, Reno membuka pintu itu dan terlihat Kinan yang masih setia dalam kondisinya sekarang.


Reno berjalan pelan kearah Kinan dan duduk disamping brangkas Kinan.


"Sayang bangun, jangan biarkan aku sendiri yang mengurus Mala kamu jangan egois" ucap Reno prutasi apalagi mengingat keadaan Mala yang begitu parah.


"Sayang jangan buat aku cemas, aku sayang kalian tapi kenapa kalian tidak sayang padaku, kalian menghukum ku ya?"


"Maafkan kesalahan ku dahulu, tapi bukan begini cara menghukum ku"


"Sayang bangun" Reno menangis menggemgam tangan Kinan. tapi tidak ada jawaban sama sekali.


Reno kembali mencium kening istrinya dengan sayang tanpa terasa air matanya kembali jatuh.


"Sayang kamu disini dulu ya, aku jenguk putri kita dahulu" ucap Reno meninggalkan Kinan saat bik Ani pelayan rumah datang keruangan Kinan.


Reno berjalan menyusuri koridor dengan tatapan kosong, dia merasa sepi walau banyak orang yang berlalu lalang.

__ADS_1


"Pak bagaimana dengan keadaan Mala?" tanya Reno pada Pak Jang yang masih setia menunggu dokter keluar dari ruangan ICU itu.


Saat Reno bertanya tiba-tiba dokter keluar dengan sangat tergesa-gesa. dokter yang sudah mengenal Reno tadi sebelum masuk langsung menghampiri Reno.


"Kami butuh donor darah, kami sudah selesai menangani anak anda tapi saat ini butuh donor darah golongan darah O kebetulan dirumah sakit ini lagi kosong golongan darah O dan golongan darah ini sangat jarang" ucap dokter itu lalu segera pergi.


Reno langsung menghubungi orang tuanya dan orang tua Kinan mengingat golongan darahnya tidak sama dengan Mala, hanya Kinan yang sama tapi mengingat kondisi Kinan yang tidak memungkinkan, Reno langsung menelfon orang tua Kinan mana tau ada kerabat yang sama darahnya.


Tidak lupa Reno juga menelfon Stevan dan Mira.


3 jam kemudian semua orang sudah ada diruagan itu berkumpul dan tidak ada sama sekali yang sama golongan darah O.


Tiba-tiba Siska langsung berbicara.


"Tolong telfon pak Ridwan orang tua Anto aku mau malam ini mereka sudah ada di RS ini" ucap Siska dengan lantang.


Semua orang disana sangat kaget dengan ucapan Siska, tapi semuanya memilih diam saja. Reno langsung menelfon Ridwan karena memang Reno memiliki kontak Ridwan.


Ketika sambungan itu terhubung Reno langsung berbicara ke intinya.


Setelah panggilan berakhir Reno kembali keruangan dimana mereka kumpul.


"Bagaimana nak Reno, apa dia bersedia datang?" tanya Siska.


"Iya Mah kebetulan pak Ridwan berada di Bali ini bersama Anto mengurus bisnisnya, jadi 30 menit lagi mereka sudah datang" jawab Reno.


Semua orang penasaran dengan Siska dan Ridwan tapi tidak ada yang berani bertanya apalagi dalam keadaan genting begini.


30 menit kemudian Ridwan datang bersama Anto, Ridwan langsung berbicara kepada Reno tentang keadaan Mala, bagaimana pun dia sangat kuatir tentang Mala apalagi dulu sempat bersama dengannya di Jerman.


"Dimana Mala, apa yang terjadi?" tanya Ridwan ikut panik.


"Sekarang dia masih diruang ICU butuh donor darah sekarang, supaya bisa secepatnya di operasi, hanya Kinan yang sama golongan darah mereka tapi keadaan Kinan tidak mengijinkan untuk donor darah" jawab Reno.


"Apa golongan darah Mala?" tanya Anto.

__ADS_1


"Dia golongan darah O" jawab Reno.


"Kalau begitu darah saya saja saya juga golongan darah O kalau papa yang donor takutnya papa nggak kuat nanti, mengingat papa sudah mulai tua" Anto angkat suara.


Stevan dan Mira pulang kerumahnya mengingat Mira juga butuh istirahat. sedangkan orang tua Reno permisi pulang kerumah dulu untuk istirahat supaya bergantian menjaga Kinan dan Mala dirumah sakit.


Kini tertinggal Siska dan Suaminya bersama Ridwan diruangan itu menjaga Kinan. "Sayang aku keluar sebentar ya" ucap Papa Kinan dan dijawab anggukan oleh Siska. kini tertinggal Siska dan Ridwan didalam ruangan itu.


"Maaf apa boleh saya tau dari mana anda mengetahui golongan darah saya sama dengan Mala?" tanya Ridwan.


"Maaf harus mengungkap masalah ini kembali, Mala anaknya kinan sama darahnya dengan Kinan bukan Reno, sedangkan Kinan anak saya tidak sama golongan darah dengan saya, jadi saya mengerti mungkin anda sama golongan darah anda dengan Kinan" ucap Siska.


"Maksudnya bagaimana saya tidak mengerti" ucap Ridwan mendengar jawaban Siska yang terlalu bertele-tele menurut Ridwan.


"Kinan anak kamu dan saya, saya tau betul bahwa anda lah laki-laki bersama saya malam itu, anda memaksa saya untuk melayani anda saat saya pulang kerja" jawab Siska terisak ketika dia diperkosa seoarang laki-laki yang tidak dikenalnya.


"Jadi wanita itu kamu? maaf" ucap Ridwan pilu. saat mengingat dimana dulu dia memaksa seoarang perempuan untuk melayaninya karena dia sedang dipengaruhi obat per*ngsang oleh musuhnya, tapi dia tidak bisa mengingat wajah perempuan itu. sehingga dia melupakan hal itu dia juga berpikir mungkin wanita itu tidak sampai hamil.


Siska juga tidak tau Kinan bukan anak suaminya kalau tidak gara-gara golongan darah yang sangat berbeda dari siska dan suaminya, akhirnya mereka berisiatif melakukan tes DNA dan hasilnya negatif kalau Kinan bukanlah anak dari suami Siksa.


"Saya tidak menyalahkan anda, saya hanya butuh anda menolong cucu saya itu sudah cukup" ucap Siska sambil menggemgam tangan Kinan.


Ridwan yang jauh dari Kinan kini mendekat kearah Kinan, Ridwan memperhatikan wajah pucat itu sampai saat ini belum sadar dari pingsannya.


"Kenapa dia bisa sampai begini?" tanya Ridwan.


"Dia pingsan karena tidak kuat melihat Mala kecelakaan"


"Tapi kok belum sadar dari tadi?" tanya Ridwan dengan cemas.


"Kata dokter dia mengalami stres saat melihat keadaan anaknya dan hal itu membuat dia susah untuk sadar dari pingsannya, mungkin sebentar lagi akan bangun" ucap Siska menjelaskan.


...🌟🌟🌟...


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...

__ADS_1


__ADS_2