
🌟🌟🌟
Seperti janji Reno kepada Kinan kalau malam ini Reno nembawa 1 gerobak sate bersama penjualnya kerumah.
Selesai mandi Reno pergi menaiki mobilnya mencari penjual sate yang ada dipinggir jalan, saat Reno sudah sampai dia langsung menghampiri tukang sate itu.
Kini Reno sudah kembali kerumah bersama tukang sate itu, Kinan sudah standbay didepan rumah menunggu Reno dan satenya.
Reno hanya memandang istrinya memakan sate tanpa ikut makan karena melihat Kinan saja sudah membuatnya kenyang.
"Sayang kamu nggak mau satenya ya? padahal enak lho" sambil menyodorkan sate kemulut Reno.
"Hehe melihat kamu makan aja abang sudah kenyang sayang, kalau kamu tambah minta lagi ya" ucap Reno sambil mengunyah sate yang diberikan Kinan.
"Heheh bakal tambah kok sayang, nanti semua satenya aku abisin" ucap Kinan yang dibalas senyuman oleh Reno.
"Pak nanti sisa sate yang belum habis bungkus aja semuanya ya pak" ucap Reno.
Satu tusuk, dua tusuk, hingga lima puluh tusuk sate habis dimakan Kinan, sampai dia bersendawa karena kekenyangan.
"Sayang aku udah kenyang nih, aku masuk duluan ya" Kinan sambil berjalan masuk kedalam rumah menuju kamarnya.
Reno sudah membayar semua sate yang dimakan Kinan kini dia juga masuk menuju dapur, dia melihat satu pelayan yang masih didapur.
"Bik satenya kalau mau, dimakan iya sekalian dibagi kepada yang lain" tukasnya sambil berjalan menuju kamarnya.
Klek..
Pintu dibuka, dan terlihat Kinan sedang duduk dikasur.
"Sayang kamu belum ngantuk ya?" Tanya Reno saat melihat Kinan lagi main HP biasanya habis makan pasti Kinan langsung tidur.
"Belum ngantuk Bang bentar lagi" ucapnya manja bergelut dipundak Reno.
"Abang ngantuk sayang, kita tidur yok" ajak Reno sambil merebahkan tubuhnya kekasur yang empuk itu.
🌟🌟🌟
Saat ini Stevan dan Mira juga sudah berbaring diranjang, mereka hanya diam tidak ada yang memulai pembicaraan, biasanya Stevan akan memulai percakapan antara mereka tapi karena capek dia memilih diam dan segera merebahkan diri dikasur.
Mira yang merasa terabaikan oleh Stevan langsung memeluk Stevan dari belakang.
"Kamu capek ya?" Tanya Mira, tapi tangannya yang agresip sudah menjalar kemana-mana.
__ADS_1
"Iya hari ini aku sudah mulai belajar untuk memimpin perusaan, kemungkinan bulan depan mereka akan pindah ke Jakarta" jawab Stevan sambil menguap.
"Jadi kamu bakal jadi CEO diperusaannya Kinan?" Tanya Mira antusias.
"Mudah-mudahan, nanti kalau aku jadi pemimpim otomatis gajiku bakal bertambah aku bisa membeli rumah baru untuk kita dan orang tuaku" ucap Stevan lagi.
"Aku ngantuk nih, kita tidur yok"
"Kamu duluan aja"
"Kamu jangan lama-lama tidur ya, ingat kesehatan itu penting" ucap Stevan mengingatkan.
Stevan sudah terbang kealam mimpi sedangkan Mira masih memikirkan ide untuk menghancurkan Kinan.
"Bagaimana pun caranya aku harus membujuk laki-laki bodoh ini" batin Mira sambil memikirkan niatnya, akhirnya dia tertidur membelakangi Stevan.
Pagi hari saat Mira bagun dari tidurnya, melihat kesamping kasur kosong artinya Stevan sudah keluar dari kamar, Mira memutuskan bangun dan bergegas untuk mandi dan membantu mertuanya menyiapkan sarapan.
Saat Mira membuka pintu dan kebetulan Stevan masuk sudah menggunakan baju yang rapi.
Lima belas menit Mira sudah selesai mandi dan bergegas kedapur membantu mertuanya.
"Pagi Ma, pagi ini kita sarapan apa" Tanya Mira.
Mira yang tidak terbiasa memasak sangat kaku Dan bingung mau mengerjakan apa, akhirnya Kia menyuruh Mira untuk mencuci piring saja supaya mereka cepat selesai.
Makanan sudah terhidang dimeja, mereka semua makan dengan sangat lahap termasuk Mira.
Stevan sudah menyelesaikan makannya dan segera bergegas pergi kekantor tapi sebelum itu Stevan menyalam tangan Kia dan Hendra sebelum berangkat.
Mira yang sedang asik makan menghentikan makannya dan menghampiri Stevan kedepan rumah.
Kia dan Hendra sedang asik menonton TV Mira datang dari kamar menuju arah mertuanya.
"Mah, hari ini kita ngapain?" Tanya Mira.
"Sini kita duduk dulu, hari ini kita nggak kekebun ada pesta pernikahan dirumah sebelah, kita akan diundang kesana, kalau kamu mau ikut kamu siap-siap gih..." Ucap Kia.
"Dari pada bosan disini mending pergi aja deh" batin Mira, "Baiklah mah, Mira siap-siap dulu ya" ucap Mira bergegas kekamar untuk mengganti pakaian karena Mira tadi pagi sudah mandi.
Tidak menunggu lama Mira sudah siap berdandan, dia bergegas keluar menemui Kia untuk berangkat.
"Wah menantu mama cantik sekali" ucap Kia saat melihat Mira keluar dari kamar menghampirinya.
__ADS_1
"Hehe biasa aja pun Mah" Mira tersipu malu dipuji oleh Mama mertuanya.
"Yaudah kita berangkat sekarang aja yok sayang, nanti kita terlambat" memegang tangan Mira mengajak Mira segera pergi.
Sesampai disana banyak mata yang melihat Mira, karena ini pertama Mira ikut gabung bersama teman-teman Kia , Kia dengan senang mengenalkan Mira sebagai menantunya.
Jam 5 sore baru Mira dan Kia pulang kerumah Mira segera bergegas kekamarnya dan melihat suaminya sudah terlentang dikasur.
"Sudah pulang, kok cepat banget?" Tanya Mira, Stevan yang mendengar ucapan Mira segera bangun dan melihat Mira begitu cantik walau sudah kusut dari pesta, matanya lama baru berkedip, Mira yang melihat itu tersenyum karena Stevan kayak tertarik dengan dirinya.
"Dari mana, kok aku cariin nggak ada? Mama juga nggak ada dirumah?" Tanya Stevan balik bertanya dan tidak menjawab pertanyaan Mira.
"Ada tetangga yang menikah Mama membawa kukesana, karena bosan dirumah jadi aku ikut saja" ucap Mira membuka bajunya didepan Stevan.
Mira sengaja melakukannya untuk menarik perhatian Stevan, tapi sayangnya beberapa saat kemudian Stevan membuang mukanya dia takut khilaf.
Mira yang kesal langsung mendekati Stevan "nggak tertarik ya sama istri sendiri? atau lebih tertarik pada orang lain" sambil naik kepangkuan Stevan.
"Aku takut kamu tidak mau, kitakan belum saling kenal" jawab Stevan menelan air liurnya dengan susah.
"Walau begitu kita wajar kok melakukannya, kitakan suami istri" ucap Mira membuka kancing baju Stevan.
"Apa kamu yakin mau melakukannya bersama ku?"
"Kenapa tidak?" ucap Mira yang sudah merebahkan Stevan dikasur, mendengar jawaban Mira membuat Stevan bersemangat, Stevan langsung memutar posisi menjadi diatas Mira, dan memulai aksinya.
Mira dan Stevan sama-sama memanggil nama pasangannya sebelum keduanya tumbang diatas kasur, bertanda keduanya telah mendapatkan yang diinginkan.
"Terimakasih ya" Stevan membelai rambut Mira yang basah dan dibalas senyuman oleh Mira.
Keduanya langsung bergegas memakai baju masing-masing.
"Kamu duluan mandi atau aku" Tanya Stevan.
"aku saja soalnya mau bantu-bantu Mama buat makan malam" Mira sambil berjalan keluar kamar menuju kamar mandi.
Mira mendatangi Kia yang mempersiapkan makan malam.
"Kok kamu keramas sayang, bukannya tadi pagi sudah keramas?"
"Hehe kayaknya rambutku sedikit kotor karena banyak aktifitas dipesta tadi" ucap Mira berbohong, padahal dia habis mantap-mantapan dengan suaminya.
...🌟🌟🌟...
__ADS_1
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Ya...