
🌟🌟🌟
Makan malam kali ini mereka ada tamu yaitu Reno, Reno duduk disebelah Mala, sedangkan anto sudah pulang sore tadi keapertemennya. selesai makan Kinan angkat suara.
"Reno kamu pulang besok pagi atau malam ini?" tanya Kinan.
"Mungkin malam ini, soalnya aku harus kerja esktra, kemungkinan aku nggak sampe sebulan disini masih banyak pekerjaan ku dilondon yang tertunda" ucap Reno menjelaskan.
mala yang mendengar percakapan mereka meng-lap air matanya "kalau Papa pergi jauh, berarti Mala nggak punya Papa lagi, padahal Mala baru menemukan Papa" lirihnya sedih.
"Mala, Om bukan Papa" ucap Kinan tegas.
"Mala jangan cengeng ya, selama ini Mama mengikuti kemauan Mala, tapi kali jangan cengeng Om Reno bukan Papa Mala, ngerti nggak" bentak Kinan marah.
Reno yang mendengar ucapan Kinan segera menenangkan hati Mala.
"Sayang Om Reno ini bukan Papa kamu, tapi Om janji bakal temuin kamu lagi ketika Om nggak sibuk ya" ucap Reno, mendengar ucapan Reno membuat hati Mala lumayan senang walau lebih mendominan sedih karena akan ditinggalkan oleh Papanya.
"Dek Ririn kamu bawa Mala kekamar ya, dia pasti sudah mau ngantuk" ucap Kinan supaya dia bisa berbicara leluasa dengan Reno.
"Reno saya harap ini pertemuan terakhir kamu dengan anak saya, saya nggak mau anak saya mengganggu kamu terus menerus, saat kamu pulang nanti tolong jangan jumpai anak saya" ucap Kinan sedih, Kinan sedih karena tidak bisa memaafkan Reno yang meninggalkannya begitu saja dahulu.
"Kok kamu bicara begitu, saya tidak ada bicara kalau Mala mengganggu saya" jawab Reno lagi.
"Tapi saya tidak mau berhubungan dekat lagi dengan kamu, sekarang kita hanya sebatas parnert kerja tidak lebih" ucap kinan tegas.
Mendengar ucapan Kinan, Reno segera bergegas pergi dari sana kebetulan kopernya sudah diturunkan Ririn, "saya pamit, maaf membuat mu terganggu dengan kedatangan saya kerumah kamu" ucap Reno sambil berjalan keluar dari sana.
🌟🌟🌟
Reno yang sudah diluar rumah tersenyum "jika Mala bukan anakku maka aku akan mengabulkan permintaan mu, tapi kalau sampai dia anakku dan kamu membodohiku maka dengan cara apapun kamu mengusirku akan kupastikan saat itu juga kamu memanggilku untuk masuk kerumahmu" guman Reno tersenyum sambil memegang plastik kecil berisi rambut Mala.
🌟🌟🌟
__ADS_1
Besok paginya sebelum bekerja Reno kerumah sakit dahulu untuk melakukan tes DNA. memalukan tes DNA nya tidak menunggu lama hanya membutuhkan seminggu, hari ini adalah hasil lab keluar, Reno tidak sabar membukanya dia segera ke hotel tempat menginapnya selama dibali. dia ingin membukanya dengan tenang.
Tidak terasa Reno sudah sampai dan duduk disofa dengan hati-hati dia membuka kertas itu dan hasilnya 99% positif Mala anak Reno.
Reno tersenyum membacanya, "ternyata benihku manjur juga ya, dalam satu malam bisa menghasilkan hasil" ucap Reno sambil mengingat malam panjang itu, tanpa sadar Reno berucap kembali "aku merindukan itu lagi bersamamu".
🌟🌟🌟
Hari ini adalah kepulangan Reno ke london sebelum Reno berangkat dia pergi kesekolah Mala terlebih dahulu, hanya menunggu 15 menit Mala sudah keluar digerbang sekolahnya menunggu jemputan.
Reno segera menghampirinya "sayang ini Papa" ucap Reno terharu, ini pertama kalinya dia menyebut dirinya Papa. Mala segera menoleh dan segera memeluk Reno.
"Papa kok nggak pernah jumpai Mala lagi?, Mala salah apa sama Papa?" ucap mala menangis dipelukan Papanya.
Reno segera membawa putrinya kedalam mobil supaya mereka bisa bicara dengan leluasa.
"Sayang hari ini Papa akan berangkat ke london mungkin papa disana lumayan lama, baru pulang kesini lagi, makanya Papa pamit sama kamu" ucap Reno sambil menoel hidung anaknya.
"Tapi Papa akan telfon kamu setiap malam bagaimana? tapi jangan sampai Mama tau ya? "
"Ok Papa" jawab Mala senang,
"Ya udah sekarang kamu turun besok kalau Papa udah sampai Papa telfon kamu ya, itu tante kamu udah nungguin" ucap Reno sambil mengeluarkan Mala dari dalam mobil.
Hari ini Mala pulang kerumahnya dengan muka yang ceria, kebetulan kinan melihatnya.
"Muka kamu kenapa sayang kok senang gitu Mama lihat?"
"Heheeh nggakpa-pa kok Mah" ucap Mala, sambil duduk disamping mamanya.
🌟🌟🌟
Hari ini adalah hari pernikahan Ririn dengan Anto yang dilaksakan dirumah Kinan, pernikahan ini hanya dilakukan akad nikah saja tidak ada pesta yang meriah, karena permintaan Ririn dan juga Anto.
__ADS_1
"Dek Rin kamu cantik sekali pake baju ini, bang Anto pasti senang melihat kamu" ucap Kinan.
"Ya udah dek kita keluar mereka semua sudah menunggu diluar acaranya akan segera dimulai" ajak Kinan, sambil memggandeng Ririn keruang tengah, Anto yang melihat calon istrinya tersenyum.
Ketika ucapan sah dilontarkan semua saksi kini mereka sudah sah menjadi suami istri, sekarang saatnya mereka makan bersama, banyak hidangan makanan yang tersaji walau hanya acara akad nikah.
Semua keluarga telah pergi dari kediaman Kinan hanya tertinggal Kinan, Mala, Ririn dan Anto diruang tamu.
"Bang kalian tinggal disini aja ya, nanti kalau Ririn abang bawa kami nggak ada teman lagi" ucap Kinan.
"Nggak bisa gitu dong adek abang, kami juga butuh waktu berdua, mungkin besok aku akan bawa Ririn menempati rumah baru kami"
"Abang udah beli rumah"
"Sudah tiga hari yang lalu, sebagai hadiah pernikahan kami untuk dek Ririn" ucap Anto sambil melihat Ririn.
"Ya udah terserah abanglah, sana ganti baju, itu dek Ririn sudah mulai nggak nyaman sama baju kebayanya" ucap Kinan.
Kini Ririn dan Anto sudah berada didalam kamar milik Ririn. "Bang abang duluan mandi, habis itu baru aku mandi" ucap Ririn karena melihat Anto yang masih duduk ditepi ranjang.
"Mandi berdua aja dek, sini abang bantu buka kebayanya" tawar Anto, karena Ririn merasa kesulitan melepas kebayanya, dia tidak menolak tawaran Anto, saat Anto melihat kulit putih bersih ririn, jiwa kelakiannya bangkit.
Saat kabaya itu sudah terlepas, Anto menggedong Ririn dan meletakkannya diatas ranjang dengan hati-hati.
"Bang mau ngapain? ini masih siang lho?" ucap Ririn takut, karena bagaimana pun ini untuk pertama baginya.
"Siang pun nggakpa-pa kok dek, habis ini kita bisa mandi bareng dan istirahat ucap Anto"
Akhirnya Ririn mengalah dan pasrah dengan apa yang dilakukan Anto padanya, kini mereka sudah mulai mau penyatuan tapi tidak semudah yang Ririn bayangkan. "kamu masih p*rawan ya dek? kok abang susah menembusnya?" tanya Anto, sedangkan Ririn hanya mengangguk karena merasa sakit dibawah sana saat Anto berusaha menembusnya, sudah beberapa kali Anto mencoba dan masih gagal dan yang terakhir Anto mencoba lagi dengan kuat akhirnya Anto mendengar rintihan Ririn "Bang Sakit" Anto tersenyum puas, tanpa menjawab pertanyaan Ririn Anto mencoba melaju dengan irama yang pelan agar Ririn tidak merasa kesakitan, tapi lama-kelamaan mereka menginginkan lebih dari irama sebelumnya, Anto melaju dengan sangat kencang sampai mereka berdua merasakan seseuatu yang hangat. terimakasih sayang ucap Anto sambil mencium kening Ririn.
🌟🌟🌟
Jangan lupa vote dan like ya❤❤❤
__ADS_1