
🌟🌟🌟
"Tidak apa-apa nak, kamu duduklah dulu, jangan berdiri terus" ucap Papa Kinan.
Reno duduk dikursi yang masih kosong, sedangkan Kinan bergegas kekamar untuk memakai baju untuk Mala.
Didalam kamar Kinan membantu Mala ganti baju karena Mala sudah mandi Dari rumah Reno.
"Ma, Mala mau diantar sekolah sama Papa dan pulang sekolah nanti dijemput Papa juga, kalau mama ijinin Mala mau sama Papa seminggu ini" ucap Mala saat melihat Kinan hanya diam dari tadi.
"Ia sayang, jadi kamu mau Mama beresin baju untukmu biar sekalian dibawa Papa kerumahnya nanti" ucap Kinan dengan mengelus rambut Mala.
"Mama ngijinin Mala pergi sama Papa, terimaksih Mama" ucap Mala senang sambil memeluk mamanya.
Semua sudah siap Mala mau berangkat sekolah dan juga baju untuk Mala selama seminggu menginap dirumah Reno sudah disiapkan Kinan.
Mala berjalan senang keruang makan karena semunya masih duduk disana, Mala menyalam semua orang yang ada disana, Mala memeluk Oma, Opanya karena hari ini mereka akan pulang ke Jakarta.
"Sayang kamu rajin belajar, jangan melawan Mama, Papa ya!, nanti kalau udah besar kamu datang jenguk Oma, sama Opa ya " ucap Siska yang masih memeluk Mala.
"Ia Oma, Mala pergi sekolah dulu ya, bye semuanya" ucap Mala mendekati Reno.
"Pah kita pergi sekarang nanti Mala terlambat" ucap Mala memegang tangan Reno.
"Semuanya kami pamit dulu ya, mari Pah, Mah" ucap Reno juga, setelah kinan memberi baju Mala kepada Reno, Reno dan Mala pergi meninggalkan mereka semuanya diruang makan.
"Mah, Pah, kak Mira kalian beres-beres ya biar nanti kami ikut ngantar kebandara".
Siska dan suaminya pergi kekamar untuk beres-beres Mira juga sama dengan mereka. tinggal Kinan Ririn dan Anto yang masih diruang makan.
"Bang aku mau bicara sama kalian kita duduk ruang tamu yok" ajak Kinan sambil bergegas pergi.
"Jadi apa keputusan mu dek? abang tidak percaya dengan ucapan mu tadi" ucap Reno setelah duduk dikursi ruang Tamu.
"Bang aku ingin memindahkan Mala jauh dari sini, tapi aku belum yakin siapa yang merawatnya disana" ucap Mala ragu.
"Apakah ini keputusan yang benar dek, kalau kamu udah memutuskannya, maka abang punya usul untuk Mala"
"Udah Bang, aku sudah memutuskan akan memindahkan Mala, dimana tempat yang bagus dan aman Bang?".
"Kita antar Mala ke jerman, nanti dia disana bersama Mama, Papa ku, dan untuk temannya disana aku akan memberi Ririn kesana supaya Mala tidak kesepian. lagian Mama Papa ku ingin bertemu menantunya" ucap Reno memberi usul.
"Jadi untuk pendidikannya Bagaimana Bang?"
__ADS_1
"Semuanya biar abang yang urus dan untuk keberangkatannya juga, dan nanti aku akan mengantar mereka kesana untuk mengalihkan Reno"
"Sekarang kamu bersiap kitakan mengantar Mama dan Papa kebandara" ucap Reno Lagi.
Kinan sudah pergi kekamar, tapi Ririn masih duduk dikursi tidak berbicara sama sekali "Sayang ayok bersiap" ucap Anto menggandeng tangan Ririn kedalam kamar.
Didalam kamar Ririn juga masih diam.
"Sayang kok diam aja, kenapa kok cemberut"
Hiks... Hiks... "Abang nggak sayang Ririn ya? abang kok nyuruh Ririn pergi jauh?" ucap Ririn.
Haha "Nggak mau jauh sama abang ya? dengar ya sayang kalau masalah itu nggak usah takut kamu disana nggak Lama kok palingan setahun, sampe Mala sudah terbiasa disana, dan abang akan datang sekali seminggu menjenguk mu, abangkan juga rindu sama kamu nggak mungkin abang biarin kamu kesepian" ucap Anto menggoda istrinya.
"Jangan bohong ya, janji bakal datang setiap minggu"
🌟🌟🌟
Mira, Siska dan suaminya sudah diantar kebandara dan sekarang Kinan, Ririn dan Anto perjalanan pulang.
"Dek Kinan kamu pergi kerja seperti biasa aja ya! aku akan mengurus semuanya dengan Ririn, sekarang kamu ingin kekantor atau kerumah dulu?"
"Kerumah aja Bang, mobilku juga masih disana bajuku pun nggak layak kekantor" jawab Kinan yang duduk di kursi penumpang sendirian sedangkan Ririn didepan bersama Anto.
"Dek Kinan abang anjurkan carilah asistenmu, sekalian untuk jadi supirmu, kamu seorang CEO diperusaan mu tapi kamu masih mengerjakannya sendiri, sudah saatnya kamu agak tenang sedikit, jadi perempuan tidak usah terlalu mandiri" ucap Anto memberi Saran.
🌟🌟🌟
Kinan sudah sampai dirumahnya dan bergegas kedalam rumah mengganti baju untuk pergi kantor karena tadi dia memakai baju santai. kini Kinan sudah memakai baju warna merah dan sepatu hitam yang cocok ditubuhnya yang masih imut walau sudah 35 tahun.
Kinan mengendarai mobilnya sampai kantor. didepan kantor tertulis XY group, nama perusaan ini sama dengan restotan yang dulu dimilikinya yang sudah menjadi milik Anto. tapi XY groups ini berbeda produk dengan restoran XY, XY group membuat produk makanan juga namun makanan kering yang disebarluaskan diseluruh indonesia dan sebentar lagi dipasarkan disingapur.
Berkat kerja keras Kinan sehingga perusaan ini bisa berdiri kokoh dengan 10 lantai dan ribuan karyawan dan bagunan ini terlihat megah.
Kinan masuk dengan senyum mengembang di pipinya membuat semua karyawannya betah bekerja disana, Kinan adalah pemimpin yang diidamankan semua orang, dia ramah, baik dan tidak ada kekerasan dalam bekerja.
🌟🌟🌟
Reno yang masih duduk diruang tamu melihat Jam ditangannya, "Sudah saatnya menjemput Mala" bantinnya dan bergegas pergi kesekolah Mala.
Reno sudah sampai disana dan melihat Mala belum keluar, 15 menit menunggu Mala keluar dengan Riko temannya.
Reno segera menjumpai Mala "Sayang ayok pulang! Riko siapa yang menjemput mu?" tanya Reno.
__ADS_1
"Itu sudah datang menjemputku Om" ucap Riko menunjukkan mobil Tiara yang sudah sampai. Tiara menuju tempat mereka.
"Yaudah Om sama Mala duluan ya, mama kamu sudah datang, bye Riko" ucap Reno meningglkan Riko yang sudah dijemput Mamanya.
"Sampai jumpa besok Riko, Bye" ucap Mala melambaikan tangan.
Didalam mobil Reno menyetir mobil dengan Pelan
"Sayang kamu mau kemana, kita jalan-jalan yok" ajak Reno.
"Asik.... ayok Pah, Mala senang kalau diajak jalan-jalan.
Reno membawa Mala kesebuah Mall terbesar di Bali, Reno terlebih dahulu membawa Mala kepusat perbelanjaan untuk mengganti baju sekolahnya dengan baju biasa.
Setelah siap mengganti baju dan membeli beberapa baju, Reno membawa Mala kesebuah restoran untuk makan siang sebelum pergi kesebuah arena bermain.
"Sayang Papa lapar, kita makan dulu ya, selesai makan kita pergi ke arena bermain"
"OK Papa" ucap Mala menunjukkan jarinya kepada reno berbentuk ok.
"Sayang kamu mau makan apa biar Papa pesan spesial untukmu" ucap Reno setelah mereka duduk disebuah restoran yang menyajikan makanan khas Jepang.
"Apapun yang Papa pesan Mala pasti memakannya dengan lahap" ucap Mala bercanda.
Akhirnya Reno memesan makanan yang banyak supaya putri kesayangannya bisa senang.
"Sayang kamu makan yang banyak ya, biar cepat besar dan tumbuh sehat" ucap Reno menyuapi Mala.
Suapan pertama sampe ketiga masih di trima oleh Mala dan sampai suapan keempat Mala berbicara lagi
"Pah, Mala udah besar nggak perlu disuapi lagi" ucap Mala sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya.
Reno yang mendengar ucapan mala merasa sedih "Biasanya anak seusia kamu pasti masih manja, tapi kamu begitu berbeda dengan yang lain, mamamu pasti mengajarkan mu untuk mandiri sama seperti dirinya" gumannya.
🌟🌟🌟
Jangan Lupa
Like... Like... Like....
Vote.... Vote.... Vote...
Dan Juga
__ADS_1
Favorite
Kasih Hadiah Juga 🤣🤣