GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 77 Gadis Cute Dan Mandiri Season 2


__ADS_3

🌟🌟🌟


Bram begitu cepat menyelesaikan masalah keuangan didalam perusaannya, Bram juga sudah menyerahkannya kepengadilan untuk ditindaklanjuti.


Semua seisi kantor sudah perpulangan tinggal Bram dan Riko yang masih stay diruangan CEO sedangkan Mala sudah pulang diantar oleh supir ketika jam pulang sudah usai.


"Berapa lama kasus ini akan selesai, dan sepertinya dia menggelapkan uang sudah banyak, ternyata dia sangat licik" Riko bertanya pada Bram.


"Kasus ini tidak akan lama pasti selesai, pihak polisi sudah membawanya kekantor polisi dan dia sudah mengakuinya" ucap Bram.


"Sebaiknya kita pulang dulu hari ini kamu sudah bekerja keras" Bram memuji anaknya.


Keduanya pulang dengan menaiki mobil masing-masing, Riko dan Bram sudah sampai dirumah hampir jam 6 sore, Riko menaiki tangga menuju kamarnya.


Klek... pintu dibuka dan melihat Mala sedang merias diri didepan cermin.


"Kamu mau kemana Mala?" tanya Riko.


"Aku mau kerumah Om Anto, tapi nanti langsung pulang kok, kamu ikut nggak?" tanya Mala yang masih fokus melihat cermin.


"Kamu sendiri saja ya, aku capek banget nih, seharian kerja" ucap Riko.


"Baiklah aku pergi sekarang ya, tadi aku sudah pamit sama Mama. baju dan air panas untuk mandi sudah aku siapkan.


"Bye" ucap Mala sambil mengambil tasnya yang kecil dan meletakkan kebahunya.


"Hati-hati" ucap Riko.


Mala pergi menaiki mobil yang ada dirumah menuju rumah Anto, Mala meyetir dengan sangat hati-hati dan pelan sehingga dia baru nyampe jam 6.30 Mala langsung mengetuk pintu.


"Ehh Non Mala ayok masuk, den Anto dan nona Ririn di ruang tamu" ucap salah satu pelayan yang membuka pintu untuk Mala.


"Terimakasih buk saya masuk dulu ya" Mala berjalan keruang tamu.


"Malam Om, Tante apa kabar?" tanya Mala sambil menyalam tangan mereka.


"Sehat kok sayang, ayok duduk disamping tante" Ririn menyuruh Mala duduk disampingnya.


"Samping Om saja sayang" Anto juga menyuruh Mala duduk disamping dirinya.


"Aku ditengah-tengah ajalah om, dari pada Om sama Tante nanti bertengkar capek pula Mala melerainya" ucap Mala lalu duduk ditengah-tengah suami istri itu.


"Sayang kamu mau makan apa? biar kami buat makanan spesial untuk mu?" ucap Anto.

__ADS_1


"Nggak usah deh Om, nanti kalau Mala pengen sesuatu Mala buat sendiri" ucap Mala.


"Ternyata kamu sudah dewasa ya? Om pikir masih Mala yang dulu kalai Om tawarin sesuatu langsung mau".


"Heheh Mala kan nggak kecil lagi Om, Mala sudah nikah malahan jadi harus lebih mandiri lagi" jawab Mala.


"Anak pintar" ucap Ririn membelai rambut Mala.


Dari arah pintu Luna masuk menuju ruang tamu, Luna habis liburan hari ini bersama temannya.


"Malam Ma, Pah, ehh....ada Kak Mala" ucap Luna sambil mendudukkan bokongnya di kursi tunggal.


"Malam luna" jawab semuanya serentak.


"Dari mana dek kok baru pulang?" tanya Mala penasaran karena yang dia tau Luna tidakkan akan dibiarkan oleh Anto kalau pergi sendirian apalagi ini bukan kawasan mereka.


"Tadi sore kepantai trus habis itu makan malam didekat pantai" ucap Luna bahagia.


"Tumben Om kasih kamu keluar sendiri?" ucap Mala.


"Dia nggak sendiri kok sayang, dia bersama Alfaro anak tantemu, tadi dia sendiri yang jemput kesini makanya Om kasih" ucap Anto.


Keempatnya sangat lama bercerita sehingga tidak sadar jam sudah menunjukkan jam 11 malam, tadi selesai makan mereka kembali bercerita diruang keluarga sambil nge-teh.


"Sayang nggak baik perempuan pulang kerumah malam-malam begini, Mala tidur disini aja besok pagi cepat berangkat biar bisa kerja" ucap Ririn.


"Yaudah kamu istrahatlah dulu besok mau kerja lagi, sekalian jangan lupa kabari suamimu kalau kamu akan menginap disini" ucap Ririn.


Mala sudah berada didalam kamar tamu, dia bergegas kekamar mandi gosong gigi dan mencuci muka, karena sudah ngantuk Mala langsung merebahkan badannya dikasur tidak menunggu lama Mala sudah terbang dialam mimpi.


Malam sudah berganti jadi pagi, pagi ini Mala bangun lebih awal dia mengecek hpnya ternyata sudah jam 6 pagi, Mala juga melihat banyak notifikasi masuk kedalam ponselnya ternyata pelakunya Riko.


Tadi malam Riko menelfon dan mengirim pesan beberapa kali untuk Mala tapi satupun tidak ada balasan telefon tidak juga diangkat.


Mala buru-buru kekamar mandi lalu segera turun kebawah, Mala belum ada melihat siapapun yang bangun kecuali pelayan rumah.


"Buk tolong bilang sama Om dan Tante kalau Mala pergi ya" ucap Mala kepada pelayan itu.


"Baik non Mala".


"Terimakasih buk" Mala berjalan menunju mobilnya yang terparkir didepan rumah, Mala segera menghidupkan mobilnya dan pergi dari sana.


Sesampainya dirumah Riko Mala langsung masuk menuju kamarnya.

__ADS_1


Klek... pintu terbuka Mala melihat suaminya masih tidur dengan pulas tanpa mau mengganggu Mala segera menyiapkan baju untuk suaminya dan mengganti baju untuknya.


Setelah Mala siap bermake up dia membangunkan Riko untuk segera bersiap juga.


"Riko bangun" Mala mengguncang tubuh Riko pelan supaya bangun.


"Hoamm... kamu sudah pulang?" tanya Riko setelah membuka matanya.


"Sudah ayok bersiap kita mau pergi kekantor" ucap Mala hendak pergi dari sana. tapi Riko menarik tangan Mala dan alhasil Mala jatuh tengkurap diatas tubuh Riko.


"Jam berapa?" tanya Riko lagi tapi belum melepas perlukannya.


"Jam 7 kurang" ucap Mala.


Deg...Deg.... jantung Mala berdetak dengan cepat.


"Biarkan seperti ini dulu, aku merindukan mu" ucap Riko. Mala hanya diam dan memandang wajah riko lekat-lekat.


"Nanti kita terlambat" Mala berusaha melepaskan tangan Riko dari tubuhnya. tapi Riko malah memperat pelukannya dan mendekatkan bibirnya pada Mala.


Setelah itu riko ******* bibir itu dengan rakus, sampai lipstik yang tadinya sudah tertata rapi kembali berserakan, tidak tau kenapa Mala malah memberi celah kapada Riko untuk bisa mengakses didalam mulutnya. dan tanpa sadar Mala juga membalas pangutan itu keduanya begitu menikmatinya.


Riko melapas c*umannya lalu tersenyum kepada Mala.


"Bib*r kamu manis, apa bisa setiap pagi kamu memberi ini saja padaku sehabis bangun?" ucap Riko sambil melap bib*r Mala yang sudah basah. tanpa menunggu lama Mala mengnggukan kepalanya tandanya dia setuju.


"Yaudah cepat berdiri betah banget dipeluk, aku mau mandi dulu nanti kita terlambat" ucap Riko.


Mala langsung berdiri dan kembali kekaca rias untuk melihat penampilannya. baju masih rapi tapi muka sudah seperti badut, lipstiknya sudah mengenai dibagian pipinya.


Mala kembali merapikannya, sampai kembali seperti semula.


Mereka berdua turun dari kamar menuju ruang makan untuk sarapan. seperti biasa walau makanan ringan seperti roti yang mereka makan, mala tetap melayani Riko.


"Ini untuk mu" Mala meyerahkan roti yang sudah diolesi selai, baru dia membuatkan untuknya.


"Terimakasih istriku" goda Riko.


"Apa-apa sih alay banget, nanti kalau didengar Mama dan Papa kan jadi malu" omel Mala sambil memasukkan roti kedalam mulutnya.


...🌟🌟🌟...


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya ...

__ADS_1


__ADS_2