
🌟🌟🌟
Sepulang bekerja Mala mengendarai mobil tapi dijalan tiba-tiba mobilnya mogok, diraihnya HPnya dari tas dan ditelfonnya Sisil.
"Hallo dek, kamu lagi dimana mobil kakak lagi mogok nih di JL.xx kamu jemput kakak ya" ucap Kinan.
"Hallo kak, aku lagi ada les tambahan mungkin lama pulang, apa kakak mau menunggu sampe jam 6 sore" jawab Sisil dari seberang telefon.
"Nggak usahlah kalau begitu" ucap Mala dan segera menelfon papanya.
"Hallo pah, mobil Mala mogok nih papa jemput Mala di JL.xx ya" ucap Kinan lagi.
"Papa masih ada pertemuan dengan klien mungkin malam baru pulang, kamu telfon supir dirumah aja ya sayang" ucap Reno juga.
"Huft.... supir dirumahkan membawa Mama arisan Pah" jawab Mala prutasi.
"Yaudah naik taksi ajalah sayang, udah dulu ya klien papa udah datang" klik... telfon pun terputus.
Dengan pasrah Mala menunggu taksi yang lewat tapi sudah 15 menit Mala menunggu tidak ada satupun taksi yang lewat, Mala berinisiatif bertanya kepada orang yang jualan dijalan itu.
"Permisi pak apa disini nggak ada lewat taksi ya?" tanya Mala.
"Kalau disini nggak ada lewat taksi mbak, mbak harus berjalan kedepan lagi nanti dapat simpang 4 dari sana mbak bisa melihat taksi yang lewat".
"Masih jauh nggak dari sini pak?" tanya Mala lagi.
"Paling 500 meter mbak" jawabnya lagi.
"Terimakasih pak" Mala langsung pergi berjalan kaki untuk mencari taksi, saat Mala sudah mau sampai disimpang 4 itu ada mobil berhenti didepannya.
"Hay cewek mau kemana, abang antor yok".
Mala langsung menoleh kearah sumber suara dan ternyata Riko.
"Kok baru datang sih, kenapa nggak dari tadi nongol" ucap Mala.
Tanpa disuruh Mala langsung naik kemobil Riko dan duduk disamping kemudi.
"Kalau supermarket kita lewati berhenti dulu ya" ucap Mala.
"Ngapain?".
"Haus nih mau beli minuman dingin" jawab Mala.
"Tuh dekursi belakang ada minuman tadi aku baru belik dari supermarket juga" jawab Riko.
"Kenapa nggak bilang dari tadi Riko?".
"Eeeeh siapa yang tau kalau kamu haus, dasar wanita satu ini nggak pernah salah" omel Riko.
__ADS_1
"Mala aku sudah lulus lho bulan depan aku akan wisuda, habis itu baru aku akan pindah ke Bali untuk membantu papaku diperusahaannya" ucap Riko senang.
"Wahh... selamat ya, tapi nanti jangan lupakan aku ya walau udah jarang kesini" ucap Mala.
"Pasti bawel ku" ucap Riko mengacak rambut Mala yang sudah berantakan dari tadi akibat jalan kaki.
"Gantian nyetir dong, aku mau nelfon Mama ku dulu tapi kamu jangan ribut ya dikirain nanti aku punya pacar lagi, ehhh ngomong-ngomong minggu ini kasih aku cewek napa?" ucap Riko.
"Iya beres" Mala keluar dari kursinya untuk pindah kekursi supir.
Saat sudah duduk dengan tenang Riko menelfon Mamanya.
"Hallo Mama, apa kabar?"
"Baik sayang".
"Oh iya ma hari ini Riko sudah lulus sidang dan bulan depan Riko akan wisuda" ucap Riko dengan senang.
"Bagus kalau begitu Papamu pasti senang, nanti ada yang membantunya diperusaan" ucap Tiara dari seberang telfon.
"Yaudah Ma, Riko mau pulang keapertemen dulu, bye Mama".
Tanpa terasa mereka sudah sampai dirumah Mala, "kamu mau singgah nggak?" tanya Mala.
"Nggak deh Mala kapan-kapan aja, malam ini aku ada party bersama teman-temanku" jawab Riko sambil berjalan untuk memasuki kursi kemudi.
Setelah Mala masuk kedalam rumah dia melihat Kinan duduk santai diruang tamu.
"Mama nggak jadi arisan?" tanya Mala.
"Nggak jadi sayang, ditunda jadi besok" jawab Kinan.
"Ach Mama.... kalau tau begitu aku nggak jalan tadi sampe 500m gara-gara Mala pikir Mama pergi arisan" ucap Mala dengan cemberut.
"Hahah salah sendiri sayang, siapa suruh nggak nanya duluan baru bertindak" ucap Kinan kini tawanya pecah diruangan itu.
"Achh... mama nggak seru bukannya dikasihani malah diketawain" ucap Mala lagi.
"Memengnya mobil kamu kemana sayang?" tanya Kinan.
"Mogok mah, papa lagi menjumpai klien, dek Sisil ada kelas tambahan, terus Riko datang diwaktu yang nggak tepat, kan aku jadi kesel ditambah lagi, rupanya Mama nggak jadi pergi kan jadi double kill" ucap Mala.
"Aduh anak Mama yang satu ini pasti capek mandi sana biar mama buat bihun kesukaan mu" ucap Kinan.
"Betul ya ma" ucap Mala senang. Kinan tau kalau anaknya ini akan diam cerewetnya kalau ditawari bihun goreng dengan banyak daging dan telur.
Dengan riang sambil bernyanyi-nyanyi Mala pergi kekamarnya untuk melaksanakan ritual mandinya.
Setelah siap mandi mala turun menuju dapur, Mala dapat melihat Kinan yang sudah siap membuat bihun kesukaannya tinggal menatanya kedalam piring.
__ADS_1
"Wahh.... pasti enak itu Ma, makasih ya" ucap Kinan langsung mengambil bihun itu dari tangan Kinan. Kinan hanya geleng-geleng kepala melihat tinggah anak pertamanya ini.
🌟🌟🌟
Didalam sebuah cafe Riko bersama teman laki-lakinya lagi nongkrong untuk menghilangkan rasa penat yang mereka rasakan saat menyusun untuk S2 mereka.
"Ali kamu ada teman cewek nggak aku lagi pengen cari istri nih" ucap Riko serius.
Hahah kedua teman Riko tertawa mendengar ucapan Riko.
"Kok kalian ketawa sih, aku serius lho" ucap Riko kesal.
"Teman kamu yang satu itu kemana, tapi yang kami lihat kalian kayak sepasang suami istri aja selalu bareng" ucap Vano.
"Ia betul itu Riko" Ali menimpali jawaban Vano.
"Kami cuma teman dan nggak ada perasaan satu sama lain" jawab Riko.
"Kalau aku udah aku sikat itu temanmu, dia baik, cantik, mandiri pula walau dia kaya tapi dia tetap bekerja tidak mengandalkan harta orang tuanya" ucap Vano yang sudah beberapa kali berjumpa dengan Mala.
"Hay kakak ipar" Sisil kebetulan mau nongkrong juga bersama temannya.
"Siapa itu Riko cantik sekali" ucap Ali.
"Dia adeknya Mala" jawab Riko singkat.
"Kakak ipar nongkrong disini juga, boleh nggak gabung?" tanya Sisil.
"Nggak boleh ini urusan orang dewasa, sana pergi anak kecil" usir Riko.
Sisil pergi dari sana dengan kesal, "awas aja nanti aku adukan sama mama dan papa biar nggak bisa lagi datang kerumah" batin Sisil.
Saat sisil sudah duduk dikursi tiba-tiba HPNya berbunyi.
"Hallo kak ada apa?" tanya Sisil lembut.
"Kamu dimana dek sudah jam 7 nggak pukang-pulang".
"Aku lagi nongkong sama teman kak" jawab Sisil.
"Cowok apa cewek?" tanya Mala.
"Cewek kakak ku sayang yang bawel, kalau nggak percaya tanya sama kakak ipar aja dia juga nongkrong di cafe ini" jawab Sisil.
"Awas kalau pergi sama laki-laki apalagi teman kencan mu kemaren kakak tidak suka dia" ucap mala perhatian, sebenarnya Mala dan Sisil saling peduli tapi kalau sudah bertemu kerjaannya perang terus.
...🌟🌟🌟...
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...
__ADS_1