
🌟🌟🌟
POV Reno
Sudah sebulan aku tinggal dilondon, setiap hari aku bekerja dengan keras, aku sampai lupa untuk beristirat. aku bekerja siang dan malam bukan tanpa alasan, semua ini kulakukan supaya aku bisa melupakan cintaku yang kutinggalkan jauh diindonesia.
Dalam satu bulan ini aku sudah mencoba melupakannya, sudah pernah kucoba kencan buta dengan perempuan bule disini, tapi semuanya sia-sia, karena aku selalu memikirkan dirinya.
Dan pagi tadi aku mendengar kalau Mama Papaku sudah mengurus surat cerai kami, mamaku juga cerita kalau Kinan datang kerumah beberapa kali untuk mencariku, hal itu membuat ku goyah untuk meninggalkannya tapi Mama mengingatkan ku kalau Kinan bukanlah wanita tepat untukku.
Karena pikiran ku fokus kepada Kinan aku sampe tidak mendengar kalau HP ku sudah berbunyi dari tadi, tertera namanya "Mamaku" segera kuraih HP itu dan mengangkat Panggilan itu.
"Hallo Ma, ada apa lagi nelfon malam-malam begini" tanya ku tidak semangat.
"Surat ceraimu belum selesai, tadi pagi pengacara kita sudah menjumpai perempuan itu tapi Dia belum menandatanganinya, dan tadi malam kami mendapat kabar kalau Dia kecelakaan, tapi kamu tenang aja Mama akan urus secepatnya perceraian kalian" ucap Mama Reno dari seberang telefon.
"Semuanya Reno serahkan sama Mama Ya, sekarang Reno capek, Reno istrahat dulu ya Ma" Aku langsung mematikan telefon. aku sengaja mematikannya karena aku tidak sanggup mendengar kalau Kinan kecelaan, ingin sekali rasanya aku terbang kesana dan memeluknya.
Kembali kutepis rasa itu, supaya aku bisa, tidak perduli lagi padanya dan tidak memikirkannya. segera kupaksa mataku tidur satu jam lebih aku memejamkan mata tapi aku tak kunjung tidur.
Kuputuskan mengambil HP ku melihat memori kami waktu masih pacaran. tanpa sadar hatiku tenang saat melihat wajahnya yang damai, tanpa sadar lagi, aku tersenyum dalam waktu lama.
"Reno lupakan dia, dia itu wanita murah*n" otak ku bekerja lebih cepat daripada hatiku, segera kuhapus poto yang ada didalan galeri ku dan kuletakkan kembali HP ku dan kupaksa kembali tidur.
🌟🌟🌟
Dikediaman Prasetio
"Mah, ini udah malam besok aja suruh pelayan mengerjakannya, kasian mereka kerja dari tadi pagi" ucap Ivan.
"Mama nggak mau tau malam ini kamar ini harus Dibereskan, semua barang perempuan itu segera buang dari rumah kita, Mama nggak sudi jika barang dia ada disini" ucap Evi marah-marah.
"Nyonya ini barang nona Kinan masih bagus-bagus sayang kalau dibuang" ucap salah satu pelayan itu.
"Terserah kalian mau kalian apain barangnya tapi saya mau barang dia tidak ada yang tertinggal dirumah ini"
"Bagaimana kalau kami kasih ke keluarga kami aja nyonya, lumayan baju dan yang lainnya masih bagus"
"Terserah kalian aja " jawab Evi sambil meninggalkan mereka dikamar Reno.
__ADS_1
Saat ketiga pelayan itu memberaihkan semua barang Kinan mereka menemukan sebuah jam tangan, sepertinya yang punya seorang pria tapi ada dibagian barangnya Kinan.
"Coba lihat ini, menurut mu ini punya den Reno ya? " tanya salah satu pelayan.
"Kurang tau juga sih, tinggalkan aja disini itukan barang pria" jawab salah satu pelayan lainnya.
Akhirnya mereka membawa semua barang Kinan dari kamar Reno dan segera meletakkannya digigudang depan untuk dibawa besok kekeluarga mereka. kalau dihitung ketiga pelayan itu mempunyai 3 kardus masing-masing.
🌟🌟🌟
"Pah apa semuanya sudah diputuskan siapa yang akan menjadi pemimpin diperusaan kita" ucap Evi.
"Ya Ma, kemarin kami sudah rapat besar dengan semua pemegang saham, keputusan dari rapat itu adalah Papa akan kembali memimpin perusaan kita. lagian Papa juga masih muda" ucap Ivan menjelaskan pada Evi.
"Kapan dilantik pemimpin barunya Pah?"
"Minggu depan Mah, sekalian papa juga mengganti sekertaris untuk perusaan kita, papa juga tidak suka jika kakaknya Kinan yang menjadi sekertaris Papa"
"Papa memecatnya"
"Papa nggak memecatnya, tapi pas papa tawarin dia menjadi staff biasa aja, dia memilih risegn"
"Baguslah Pah, dengan begitu kita tidak berurusan dengan keluarga mereka"
🌟🌟🌟
Sudah seminggu Kinan ditangani dokter yang handal tapi sampai saat ini kinan masih mengalami krisis, Dia koma selama seminggu ini tapi untung janinnya masih Bisa diselamatkan.
Ketika dokter masuk untuk menjadi cek kondisi Kinan, Mira dan Papanya yang berada disana langsung berdiri.
"Apakah ada tanda-tanda kalau anak saya akan segera sadar dok?"
"Saya sudah memeriksanya, tapi kayak ada yang aneh pada kondisinya. lebih baik besok kita periksa kembali dengan dokter spesialis"
"Kenapa dengan adek saya dok"
"Ini hanya dugaan saya saja, mudah-mudahan prediksi saya salah. saya permisi dulu" ucap dokter itu lalu pergi dari ruangan Kinan.
Besok paginya dokter datang keruangan dimana Kinan dirawat. dokter itu segera memeriksa kesehatan Kinan.
__ADS_1
"Dok, bagaimana dengan kondisi anak saya apakah dia sudah mulai pulih?"
"Kondisi anak bapak sangat diprihatinkan, karena setiap hari selalu ada orang yang berbuat jahat kepadanya, dengan menyuntikkan obat memperlambat pemulihannya. saya mau bapak jangan pernah tinggalkan anak bapak sendirian diruangkan ini. karena yang saya dengar juga kalau anak bapak kecelakaan ada dalang dari semua itu. makaberhati-hatilah pak" dokter itu menyarankan Papa Kinan panjang lebar.
"Jadi apa tidak berbahaya dengan obat yang selama ini dimasukkan orang jahat itu dok"
"Untuk masalah itu, sudah saya tangani, untung cepat kita ketahui, dan untuk pasian sadar tunggu dalam 24 jam ini, bagaimana perkembangannya"
"Baiklah dok terimakasih" Mira dan papanya menucapkan terimakasih kepada dokter itu.
🌟🌟🌟
pukul 18:00 wib kinan mulai sadar disaksikan oleh Mira dan Papanya.
"Pah, Kinan udah sadar itu" ucap Mira menunjuk kinan yang sudah mulai berlahan membuka matanya.
"Kamu panggil dokter ya, biar adek kamu segera ditangani" ucap Papa Mira.
Dokter segera datang memeriksa keadaan Kinan. dan menjelaskan kalau kinan sudah mulai siuman tinggal menunggu pemulihan. Mira dan Papanya senang melihat anaknya sudah siuman.
Ada sepasang mata yang melihat itu terharu dan mengusap air matanya dan segera pergi dari tempat itu. dia adalah seorang perembuan paruh baya.
Sedangkan didalan kamar Kinan, dokter memberi saran kepada Kinan.
"Kinan sekarang kamu sedang mengandung, saya harap kamu bisa menjaga kesehatan kamu dengan baik, jangan pikirkan yang aneh-aneh, dan istrahat yang cukup".
"Terimakasih dok" ucap Kinan pelan karena belum ada tenaga berbicara.
🌟🌟🌟
Setelah Kinan selesai makan yang disuapin kakaknya Mira. Kinan mulai bertanya pada sang kakak.
"Kak apa sebenarnya terjadi? apa yang terjadi padaku?"
"Kinan, ini jangan kita bahas dulu ya, biarkan yang berwajib menyelesaikannya dulu, kamu fokus aja sama pemulihanmu dan juga kandungan mu.
Tanpa sadar, air mata kinan jatuh, dia langsung memegang perutnya dan tersenyum "Reno terimakasih, kamu sudah memberiku anak, dia akan menggantikan mu dalam hidupku" Kinan berguman dalam hatinya.
🌟🌟🌟
__ADS_1
Hy...
Jangan lupa vote dan like ya.