GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 85 Gadis Cute Dan Mandiri Season 2


__ADS_3

🌟🌟🌟


"Sayang jangan terlalu banyak menyuruh Jeni, kasian dia" ucap Mala kepada Riko yang menurut nya terlalu banyak menyuruh-nyuruh.


"Sayang itu sudah jadi kewajiban dia".


"Kalau membuat susu untuk ku biar aku kerjakan sendiri, aku mulai kerja ya" Mala berjalan kearah mejanya dan menyalakan komputernya.


"Baiklah tapi jangan terlalu lelah" ucap Riko yang juga berjalan kearah mejanya dan duduk diatas kursi kebesarannya.


Riko membuka emailnya dan melihat ada email dari orang suruhannya.


"Kayaknya dia sudah mulai masuk prangkapku, aku ingin kamu cepat menjalankan misi mu dan aku akan segera membereskan bagianku" guman Riko tersenyum.


Kedua insan itu sibuk dengan aktivitas masing-masing, memeriksa dokumen yang masuk yang perlu diperiksa kembali, hingga jam 12 siang mereka berdua disadarkan oleh ketukan pintu.


"Masuk" ucap Riko, dan masuklah sosok Jeni kedalam ruangan itu.


"Ada apa?" tanya Riko dingin seolah tidak menginginkan kedatangan Jeni kedalam ruangannya.


"Riko adik aku demam lagi, bolehkah aku minta tolong kepada mu untuk mengantarku pulang?" tanya Jeni tanpa memakai embel-embel 'Bapak'.


"Apa hubungannya dengan saya, kamu boleh naik ojek atau naik taksi" ucap Riko.


"Jika kamu tidak bisa aku akan pergi sekarang" ucap Jeni ingin pergi tapi ditahan oleh Mala.


"Jeni tunggu dulu" ucap Mala.


"Sayang antarkan Jeni sebentar, kasian dia" ucap Mala kepada Riko.


Karena tidak mau membantah permintaan Mala akhirnya Riko mengantar jeni pulang kerumahnya.


"Apa boleh saya minta tolong antarkan saya kerumah sakit?" ucap Jeni setelah mereka sampai didepan rumah.


"Saya harus pergi kekantor lagi, maaf ya" ucap Riko. tiba-tiba ada anak berumur 10 beserta anak kecil merumur 5 tahun datang dari dalam mengetok kaca mobil Riko.


"Kak.... deman Dila makin tinggi kita harus segera membawanya kerumah sakit" ucap anak itu menangis.


"Riko tolong bawa kami sekarang ya" ucap Jeni. akhirnya mau tidak mau Riko mengantar mereka sampai kerumah sakit, tapi Riko hanya mengantar sampe depan saja.


"Baiklah saya pulang dulu ya, semoga adek kamu cepat sembuh" ucap Riko lalu segera pulang ke kantor.

__ADS_1


Didalam mobil Riko bersungut-sungut sendiri tanpa siapun yang mendengar ucapannya.


"Merepotkan saja kerjaannya, sekarang ngantar ke rumah sakit, besok apa lagi?" Riko tidak berhenti mengomel sampai dia sampai diruangannya.


🌟🌟🌟


Hari berganti minggu, minggu berganti dengan bulan, kini kehamilan Mala sudah menginjakkan 3 bulan, begitu juga dengan Jeni makin hari makin menjadi-jadi dia selalu berusaha mendekati Riko dan membuat Riko repot.


Berbeda dengan Mala walau dia hamil tapi tidak pernah membuat Riko repot, Mala juga tidak seperti wanita lain yang mengidam yang aneh. malah itu membuat Riko jadi bingung karena istrinya tidak pernah merepotkannya.


Disaat Riko sibuk mengerkakan pekerjaannya suara HP membuatnya berhenti fokus pada layar komputer.


Mama calling...


"Hallo Mahhh.... " setelah mengangkat telfonnya Riko langsung menyapa mamanya yang di london selama 2 bulan lebih.


"Hallo sayang, kamu lagi bekerja ya dimana menantu mama?" tanya Tiara dari seberang telefon.


"Ini mah.." ucap Riko langsung memencet kamera belakang supaya Tiara bisa melihat Mala.


"Mala sayang, bagaimana labar kalian?" tanya Tiara.


"Sehat mah, kalau kalian bagiaman Mah, bagaimana dengan Papah? apa sudah ada perkembangannya?" tanya Mala serius.


"Iya Mah, itu sudah pasti" jawab Mala.


"Yaudah Mama tutup telfonnya ya, mau kasih Papa makan dulu, jaga baik calon cucu Mama".


Setelah telefon dimatikan Riko dan Mala tidak bekerja kembali mengingat sekarang sudah jam istirahat.


Panas terik matahari dapat terlihat dari jendela kaca dari ruangan itu, sehingg orang yang berkeliaran dibawah terik mata ini akan merasa kepanasan, hal itu membuat bumil iti enggan pergi dari ruangan yang dingin ini.


"Sayang hari ini panas banget kita delevery makannan saja ya" ucap Mala saat melihat keluar jendela.


"Baiklah sayang, demi dirimu dan sibuah hati" ucap Riko sambil menoel hidung Mala.


Jari Riko bergoyang diatas layar hpnya dengan lihai, saat ini Riko memesan makanan dari restoran padang, karena Riko tidak tau kenapa dia sangat ingin memakan nasi Padang.


"Beres...." ucap Riko lalu meletakkan hpnya diatas meja, karena tidak penting lagi untuk dipake sekarang.


Suami Istri yang sedang bucin itu selalu memakai waktu istirahatnya untuk bercerita tentang masa lalu mereka hingga membuat keduanya ingin tertawa, bahagia yang mereka jalani sangat sederhana dimata orang lain tapi istimewa bagi mereka.

__ADS_1


Berbeda dengan kali ini, Mala mendekatkan badannya kearah Riko, dia ingin sekali memeluk suaminya itu.


"Sayang aku pengen peluk kamu" rengek Mala.


"Haha tinggal peluk aja sayang, nggak perlu beli tiket dulu baru dipeluk" ucap Riko langsung memeluk Mala.


Beberapa saat kemudian Mala melepaskan pelukannya lalu mengambil tangan Reno dan meletakkannya diperut yang mulai menonjol itu, dengan senang hati Riko langsung mengelus perut Mala sampai makanan mereka datang yang diantar oleh Jeni kedalam ruangan.


Jeni masuk dan meletakkan makanan diatas meja, Mala dapat melihat perempuan satu ini berbeda, Mala dapat melihat dengan jelas ternyata kancing baju Jeni paling atas terbuka.


"Jen kancing bajunya dirapikan ya, nanti dilihatin para laki-laki gatal" ucap Mala, sambil mengambil makanan dari dalam kantong plastik.


"Achh..... iya buk maaf saya tidak tau kalau kancing baju saya terbuka" ucap Jeni melihat Riko, tapi riko tidak sedikit pun melihatnya, kini Riko sudah muak melihat kelakuan Jeni yang diluar batasnya.


Tapi Riko juga belum bisa memecatnya karena Jeni tidak ada melakukan kesalahan dalam bekerja.


******


Tok.... Tok.... Tok....


"Siapa lagi sih? ganggu orang makan aja" ucap Riko kesal dan bejalan kearah pintu ingin melihat siapa yang datang.


"ini jam istirahat kalau ada yang penting...... " ucapan Riko terputus karena orang yang dia omeli ternyata mertunya.


"Mama dan Papa kok datang nggak bilang-bilang?" tanya Riko kikuk.


"Kami hanya ingin memastikan kalau kalian hidup rukun, dengan cara mengejutkan kalian seperti ini" ucap Reno.


"Mala mana nak?" tanya Kinan tidak sabar bertemu putrinya itu yang sudah lebih 3 bulan ini nggak berjumpa.


"Mala disini mah" jawab Mala dari dalam yang saat ini masih memegang paha ayam.


Tanpa dipersilakan masuk, Kinan sudah duluan masuk dan duduk disamping Mala.


"Sayang Mama rindu, makanya Papa dan Mama langsung kesini" ucap Kinan memeluk Mala dengan erat.


Sedangkan Reno juga sudah duduk dengan santai didalam saat Riko menyuruhnya masuk, tanpa diminta Riko membuat teh dingin untuk mertuanya.


"Mah, Pah, ini minum dulu, apa Mama dan Papa belum makan biar Riko pesan" ucap Riko.


"Kami sudah makan kok sayang, kamu lanjut lah makan, pasti masih tanggungkan?" ucap Kinan menunjukkan sisa makanan Riko diatas meja yang masih sisa lebih dari setengah.

__ADS_1


...🌟🌟🌟...


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Ya...


__ADS_2