
🌟🌟🌟
"Itukan nona Mira bersama pak Bayu, mereka ngapain jumpa disini?" batin Nana sambil berjalan dibelakang Stevan.
Ketika Stevan dan Nana sudah duduk dikursi Nana langsung berbicara pelan.
"Pak bukannya itu istri bapak bersama pak Bayu pemimpin GT company?" tanya Nana sambil menunjukkan seorang laki-laki bersama perempuan disudut ruangan itu.
Stevan menoleh
Deg.....
Jantungnya berdetak sangat kencang saat melihat istrinya bersama laki-laki terlebih laki-laki itu adalah saingan bisnisnya.
"Iya Nana itu istriku, itu kursi disana masih kosong aku kesana mendengar mereka bicara kamu ikuti aku ya, kita jalan pelan sehingga tidak ada yang curiga" ucap Stevan sambil bangkit dari kursinya.
Stevan dan Nana mendengar dengan jelas semua ucapan mereka.
"Saya tidak mau lagi berurusan denganmu, proposal yang aku kasih kemarin itu menjadi rahasia untuk kita berdua, kalau kita bertemu tanpa sengaja anggap kita tidak saling mengenal, saya tidak mau mambuat suami saya hancur" ucap Mira.
"Tidak masalah dengan keputusanmu, aku setuju. bagaimana kalau malam ini kita minum ke Bar sebagai terakhir pertemuan kita".
"Maaf pak Bayu, saya tidak bisa pergi lagi ini sudah terlalu larut malam suami saya menunggu dirumah" tolak Mira secara halus.
"Jangan pikirkan itu, mari bersenang-senang malam ini" ajak Bayu membelai pipi Mira yang ditepis Mira.
"Jauhkan tangan anda dari istri saya, apa anda tidak mendengar kalau istri saya menolak tawaran anda" tiba-tiba Stevan datang kedepan mereka saat melihat tangan bayu mulai memegang pipi Mira.
Deg....
Jantung Mira berdetak lebih kencang dari sebelumnya.
"Sayang aku bisa jelaskan semuanya" ucap Mira. kini tangan Mira sudah dipegang erat oleh Stevan.
"Nana kamu bisa pulang sendirikan, saya langsung pulang" ucap Stevan dengan muka yang merah padam.
"Ayok pulang" ucap Stevan menarik tangan Mira dengan sangat kuat.
"Sayang jalannya pelan, aku nggak bisa jalan cepat seperti mu" ucap Mira tapi tidak digubris oleh Stevan.
Stevan membanting Mira kekasur dengan sangat kuat saat mereka sudah sampai dikamar.
__ADS_1
"Apa salahku padamu Mira, kenapa kamu menghancurkan ku dengan secara berlahan, kamu menusukku dengan senyum palsu setiap hari, dengan senang hati kamu menemani ku kerja ternyata ada maumu".
"Sayang aku bisa jelasin semuanya padamu, aku minta maaf" ucap Mira menangis.
"Tidak usah menangis, jika kamu bosan tinggal bersama ku maka pergilah, jangan hancurkan diriku dengan cara seperti ini"
"Sayang aku melakukan ini karena hiks... hiks..." Mira menangis tapi dicueki oleh Stevan.
"Sudah dua kali kamu menjatuhkanku kejurang yang dalam, pertama kamu berbohong pada ku saat kamu memakai pil KB dan sampai saat ini aku tidak tau apa alasan mu sebenarnya, yang kedua kamu membantu musuhku dengan memberikan fileku kepada teman mu itu" ucap Stevan panjang lebar.
"Sayang aku tidak memakai pil KB itu lagi, dan masalah file ini aku bukan untuk menghancurkan mu, aku membenci Kinan bukan kamu" Mira mencoba menjelaskan.
"Haha kamu memang wanita gila, tidak punya perasaan. apa alasanmu menghancurkan Kinan adekmu sendiri, dia orang baik dan tidak pernah mejahatimu" ucap Stevan tidak habis pikir dengan perbuatan Mira.
"Aku membencinya karena dari dulu dia yang selalu beruntung dari aku, dia lebih pintar dariku sehingga dia bisa sukses sedangkan aku hanya menjadi wanita biasa saja, dia juga menikah dengan orang yang aku sukai dahulu, gara-gara dia sukses mamaku selalu membandingkan ku dengannya, padahal dulu mamaku sangat membencinya" ucap Mira panjang lebar.
"Dan satu lagi aku membencinya ketika Papa membela dia saat mama mamarahi Kinan, padahal Kinan bukan anak Papa" ucap Mira terisak.
"Astaga Mira..." bentak Stevan.
"Ot*k mu kamu letakkan dimana, kamu lulusan S2 tapi pikiran kamu nggak bisa bepikir logika".
"Seharusnya disini kamu banyak bersukur walau ada sedikit membuat mu tidak senang, Kinan mengangkat derajat kalian, dia berjaung mati-matian supaya bisa dipuncak sekarang, kalau masalah orang yang kamu cintai, mungkin dia bukanlah jodohmu" Stevan mencoba menjelaskan.
🌟🌟🌟
"Jadi dia yang membuat onar ini" batin Reno saat melihat laporan anak buahnya.
"Kinan memang tidak salah saat tidak memilihnya mejadi pemimpin diperusaan Kinan" batin Reno lagi, berjalan kekamar menemui istrinya yang sudah tidur.
Reno yang tak ingin mengganggu istrinya tidur merebahkan badannya dan tidur disamping istrinya yang sudah nyenyak.
"Aku akan memberitahukan besok saja".
Sedangkan dikamar sebelah seorang anak yang masih kecil menelfon sahabatnya karena belum mengantuk.
"Hay Riko, bagaimana kabarmu?" tanya Mala kepada Riko.
"Sehat kok Mala, kerjaan kamu selalu ganggu aku nggak dekat nggak jauh sama aja" omel Riko.
"Ihhh kok kamu jadi ngeselisin gitu sih, aku ngambek nih" ucap Mala membuat mukanya cemberut seperti jeruk purut.
__ADS_1
"Silahkan ngambek nona Mala aku tidak takut denganmu, Wek..... " ucap Riko.
"Udah achh, besok aku nggak mau nelfon kamu lagi dan nggak mau ngangkat telfon mu lagi" ucap Mala marah kepada temannya itu.
"Uluh... Uluh.... sahabat aku ngambek nih, kita bobok aja besok mau sekolah, kapan-kapan kita nelfon lagi ya" ucap Riko yang sudah mengantuk.
"Yaudah lah bye Riko"
"Bye Mala".
🌟🌟🌟
Pagi hari ketika Reno dan Kinan sudah siap hendak pergi keruang makan, Reno mengingat kalau masalah Mira kemarin belum dikasih tau kepada Kinan.
"Sayang anak buahku sudah sudah menemukan siapa yang membuat ulah kepada XY grup"
"Siapa sayang?" tanya Kinan.
"Yang melakukannya ternyata Mira, tapi anak buahku belum tau apa alasan Mira melakukannya" ucap Reno.
Kinan menarik nafas panjang.
Hufff....
"Aku sudah mendunga kalau kak Mira menyimpam marah kepadaku, tapi dia tidak bernah berterus terang kapadaku, supaya aku bisa memperbaiki kesalahan ku" ucap Kinan.
"Jangan terlalu dipikirkan sayang, biarkan saja dulu, asalkan dia jangan sampai mencelakaimu" Stevan mengelus rambut Kinan memberi ketenangan.
"Kamu fokus aja sama kesehatan mu ingat kamu sedang mengandung anak kita" ucap Reno lagi.
"Baiklah sayang, aku tidak akan memikirkannya. ini demi anak kita yang satu ini" ucap Kinan mengelus perutnya yang masih rata.
Sekarang mereka sudah duduk, hendak sarapan pagi.
"Sayang makan banyak ya" ucap Reno mengolesi roti dengan selai coklat untuk Kinan.
"Papa aku juga mau kayak gitu" ucap Mala menunjukkan roti Kinan.
"Anak Papa satu ini cemburu sekali kalau papanya cuman melayani mamanya" ucap Reno mencubit pipi Mala lalu mengambil roti untuk diolesi selai coklat untuk Mala, baru dia membuat untuknya.
Tidak menunggu lama mereka siap dengan sarapannya, giliran mengantar mala sekolah baru pergi kekantor Reno. karena masih hamil muda Kinan selalu menunggu dirumah saja, tidak ikut kekantor.
__ADS_1
......🌟🌟🌟......
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...