GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 63 Gadis Cute Dan Mandiri Season 2


__ADS_3

🌟🌟🌟


Dikediaman Reno dan Kinan


"Malam Mah, Pah" ucap Mala lalu duduk dikursi untuk makan malam.


"Tumben dalam seminggu ini Riko nggak datang kesini kalian beratam lagi ya?" tanya Kinan penasaran.


"Nggak kok mah, Riko lagi ke Bali tante Tiara menyuruhnya ke bali katanya tante rindu sama Riko" jawab Mala sambil mengambil nasi dan lauk untuk makan malam.


Keempat orang itu makan dengan diam sampai selesai, habis itu mereka mengobrol bersama diruang keluarga.


Kinan duduk dikursi tunggal sedangkan sisil adeknya Kinan duduk diantara Reno dan Kinan.


Sisil dan Mala sama-sama manja kepada Reno dan Kinan.


"Mah kak Mala kok nggak nikah-nikah padahal udah tua?" tanya Sisil.


"Ehh.... mulut dijaga ya nanti aku lempar pake bantal ini, tua gini masih imut tau" ucap Mala.


"Nanti kakak mu Mala akan menikah bersama Riko, mama yakin itu" ucap Kinan.


"Kok dia sih Mah, nanti aku cari pacar yang setia dan baik" jawab Mala.


"Tapi sampe sekarang kamu belum kenalin calon kamu sama Mama dan Papa kamu masih aja belum melupakan mantan kamu yang satu itu" ucap Kinan lagi.


"Mama kok belain Sisil sih, bukan Mala?" Mala cemberut.


"Papa belain Mala dong ...." mala kesal kepada mamanya lalu mengadu pada Reno.


"Udah-udah jangan bertengkar, Mala biar lebih bagus alangkah baiknya kamu carilah calon suami mu, kamu sekarang sudah berumur 27 tahun dan kamu juga sudah bekerja, apalagi yang kamu tunggu" ucap Reno.


"Achh Papa nggak asik sama aja kayak Mama" Mala menunjukkan muka yang kesal dibuat-buat.


Sisil langsung mengeluarkan lidahnya dia selalu mengejek kakaknya itu kalau Mala kalah darinya.


"Dasar anak tuyul" ucap Mala melempar bantal itu kemuka Sisil.


"Hahahah kakak marah ya, maaf ya kakakku yang cantik" ucap Sisil meredakan amarah kakaknya.


"Achh bete sama kalian semua, Mala pergi istirahat dulu ya Mah, Pah, Bye anak tuyul" ucap Mala lalu bergegas pergi kekamarnya.


Mala saat ini bekerja diperusaan ayahnya sebagai menajer keuangan, dia hanya lulusan S1 dan tidak berniat melanjutkan kuliahnya padahal Reno dan Kinan selalu menyuruhnya melanjutkan S2.


Sedangkan Sisil baru memasuki semester pertama disalah satu kampus swasta kota Jakarta.


Mala dan Sisil kalau bertemu seperti tom dan jerry, selalu bertengkar, sifat usil Sisil yang selalu membuat Mala marah kepada.


Klek... pintu terbuka datang sang perusuh kekamar Mala.


"Ngapain kamu kesini?".

__ADS_1


"Kakak ku yang cantik, boleh nggak aku pinjam baju kakak aku mau kencan nih" ucap Sisil.


"Anak kecil sudah mau kencan aja ya hehe..." mala tersenyum mengejek.


Dan langsung menarik tangan Sisil untuk keluar dari kamarnya.


"Ehhh anak tuyul jangan pernah injakkan kakimu dikamarku ya, atau aku potong kaki mu" ancam Mala dan langsung menutup pintu kamarnya.


Dia begitu kesal dengan adeknya yang selalu usil itu.


"Kak buka pintunya dulu" Sisil masih setia menggedor pintu kamar Mala.


Tapi Mala cuek aja, dan memakai handsand ditelinganya supaya tidak mendengar Sisil dari luar.


"Sayang ngapain didepan kamar kakak mu?" tanya Kinan yang hendak masuk kekamarnya.


"Hehe nggak ada kok mah, aku pergi kekamar ku sekarang" ucap Sisil lalu pergi kekamarnya. Sisil masih menyembunyikan kepada Kinan kalau dia sudah mulai berpacaran.


🌟🌟🌟


Seminggu sudah berlalu hari ini Riko akan kembali ke Jakarta untuk melanjutkan S2 nya di Jakarta, di Jakarta Riko tinggal di apartemen walau dia mempunyai kakek dan nenek di Jakarta tapi dia memilih untuk tinggal diapartemen.


Sore harinya Riko pergi kerumah Mala, tapi saat dia sampai Mala masih bekerja, dan mendapat Kinan dan Sisil diruang tamu.


"Sore Tante, sore Sisil" Riko duduk disofa itu tanpa dipersilahkan duduk, karena Riko sudah menganggap rumah Mala ini seperti rumah sendiri.


"Sore Riko".


"Sore kakak ipar yang ganteng" keusilan Sisil kembali datang.


"Hehe terserah kamu ajalah dek" ucap Riko menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Nak Riko kapan kembali ke Jakarta ini?" tanya Kinan.


"Baru tadi siang tante, ohh ya tante ini ada oleh-oleh buat tante" Riko memberi bingkisan kepada Kinan.


"Terimakasih Riko" Kinan menerima bingkisan itu dengan tersenyum.


"Untukku mana?" Mala datang dari arah pintu.


"Ini ada untuk mu" ucap Riko memberi bingkisan kecil kepada Mala.


"Kok kecil sih" ucap Mala cemberut.


"Kalau mau besar datang sendirilah kesana" jawab Sisil dari arah dapur membawa minuman dingin kepada Riko.


"Kakak ipar ini minumannya" Sisil meletakkan minuman itu kemeja didepan Riko.


"Sejak kapan Riko jadi kakak iparmu?" tanya Mala sambil menjatuhkan bokongnya disofa yang masih kosong.


"Sejak seminggu yang lalu".

__ADS_1


"Sudah jangan ribut-ribut, Mala sayang sana mandi dulu, biar kita siapkan makan malam" ucap Kinan.


"Kok kita Mah, bukannya ada pelayan?".


"Khusus malam ini kita masak, kan ada tamu kita udah sana mandi kamu bau asam" usir Kinan.


Huftt....


Dengan terpaksa mala pergi kekamarnya untuk mandi dan bersiap untuk mempersiapkan makan malam.


"Tante aku istirahat dulu ya capek nih" ucap Riko.


"Iya nak Riko sanalah istirahat nanti dipanggil untuk makan malam".


Riko pergi kekamar tamu yang sudah biasa ia tempati, Riko membuka kamar itu dan masuk, segera dijatuhkan badannya kekasur itu dan tidur.


🌟🌟🌟


Setelah Mala siap mandi dia turun kebawah menuju dapur, melihat Kinan yang sudah mulai meracik, bumbu untuk dimasak.


"Mama kita masak apa?" tanya Mala.


"Kita masak sop ayam aja sama opor ayam aja dulu nanti mama pikir lagi mau masak apa".


"Adek mana ma?" tanya Mala.


"Dia dikamarnya katanya ada tugas yang mau dikerjakan".


"Oh" jawab mala singkat.


"Mala kamu sebagai kakak mengalahlah pada adek mu, jangan bertengkar terus kamu sudah dewasa sekarang" Kinan memberi arahan kepada Mala disela-sela memasak.


"Tapi dia yang duluan mah" elak Mala.


"Makanya sebagai kakak harus mengalah".


"Iya deh iya" jawab Mala pasrah.


Mereka berdua sangat fokus memasak hingga sop ayam dan opor ayamnya selesai.


"Sudah siap nih, kita masak apalagi?" tanya Mala lagi.


"Kita masak rendang sapi aja, tadi Mama sudah menyiapkan bahannya, kamu ambil bumbu rendangnya dikulkas ya".


"Baik Mah" Mala bergegas mengambil bumbu dari kulkas dan bersamaan Riko juga mengambil air minum dari kulkas, tanpa sengaja tangan mereka saling berpegangan.


"Co Cuit, ada yang lagi pandang-pandangan mah" adu Sisil, yang kebetulan ingin kedapur melihat mamanya memasak.


Mala langsung melepaskan tangannya yang dipegang oleh Riko sedangkan Kinan yang melihat mereka hanya tersenyum.


"Sisil jangan buat ulah lagi, sana siapkan minuman untuk kita nanti malam" Kinan menyuruh Sisil supaya jangan mengganggu kakaknya.

__ADS_1


...🌟🌟🌟...


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...


__ADS_2