
🌟🌟🌟
Pagi ini Reno, Kinan dan Mala berangkat ke Bali untuk ikut merayakan, perayaan ulang tahun Riko.
"Ma, Pa, cepatan nanti kita ketinggalan pesawat" teriakan suara Mala dari luar kamar Reno dan Kinan sudah siap untuk berangkat.
Reno keluar saat mendengar Mala menggedor pintu dengan tidak sabar.
"Sayang ada apa kok gedor-gedor pintu" tanya Reno sembari merapikan tangan bajunya.
"Mama kok belum siap-siap?" ucap Mala tidak sabar saat Kinan baru bergegas mau ke kamar mandi.
"Sayangnya Papa sekarang tunggu diluar aja ya, bentar lagi Mama pasti sudah siap".
"Ini udah jam 8 kurang 15 lho Pah, dari tadi ditungguin nggak siap-siap padahal kita berangkat jam 8" gerutu Mala.
"Sayang kita nggak jadi berangkat jam 8, kita berangkat jam 10 nanti, jadi kamu tunggu diruang tamu aja ya"
"Nggak mau ach, nanti mama lambat kalau nggak ditungguin, Mala tunggu dikamar ini aja" ucap Mala sambil berjalan kedalam kamar dan duduk santai disofa seperti rentenir menagih utang.
Reno juga mengikuti Mala duduk disofa menunggu Kinan siap mandi dan beres-beres mau berangkat.
Saat Kinan keluar dia melihat suami dan anaknya sedang bercanda gurau, Kinan tidak memperdulikan mereka, dia lebih memilih untuk memakai pakaiannya dan bermake-up supaya suami dan anaknya tidak bosan menunggu.
Saat kinan duduk dimeja rias untuk memakai make-up tipisnya, Mala dan Reno datang dari sofa menghampiri Kinan.
"Ma, biar Mala sama Papa yang bantu ngeringin rambut Mama ya" ucap Mala dengan tidak sabarnya.
"Hehe aku sih ngikut Mala aja sayang" Reno nyengir kuda saat Kinan melihat kearahnya.
"Sayang nggak usah bantu Mama, kamu sama Papa tunggu disana aja, ini nggak lama kok" Kinan menunjuk sofa supaya Mala dan suaminya pergi dari belakangnya. karena kalau Mala dan suaminya membantu Kinan bukannya tambah cepat tapi mungkin akan bertambah lama.
"Tapi cepat ya Ma, ayok Pah kita lanjut cerita lagi" ucap Mala menarik tangan Reno.
Biasanya Reno kalau sudah bersama Mala pasti mengikuti arahan anak kecil itu, sifat dan kelakuan Reno seperti anak kecil juga sama persis seperti Mala, sangat kekanak-kanaan.
Kinan yang melihat Reno dan Mala dari cermin tersenyum, Kinan ikut senang saat anak dan Papa itu tertawa bareng mungkin ada hal lucu yang diucapkan oleh Mala, kadang mereka juga saling mengejek tapi saling menyayangi.
"Sayang ayo kita berangkat sekarang" ajak Kinan saat semuanya sudah siap.
"Lets go Papa" ucap Mala lagi kepada Reno.
__ADS_1
Mereka bertiga turun kebawah menuju mobil yang terparkir didepan rumah, kali ini Reno tidak menyetir karena supir dirumah yang mengantar mereka berangkat kebandara.
Reno dan Kinan duduk dipinggir dan mala diantara Reno dan Kinan, terlihat dari raut wajah anak kecil itu kalau dia sangat senang pada hari ini.
"Sayang kok mama lihat, kamu sangat senang hari ini tidak seperti biasanya?" tanya Kinan.
"Iya Papa juga heran" reno menimpali ucapan Kinan.
"Hehe Mala senang Ma sudah lama Mala tidak jumpa dengan Riko, dimanapun Mala tinggal mala nggak menemukan teman seasik Riko" ucap Mala menjelaskan.
"Memangnya teman Mala yang sekarang nggak asik ya?" tanya Reno.
"Asik sih pah, cuman karena belum lama kenal pah, makanya belum terlalu asik" jawab Mala lagi.
Jam 12 mereka sudah sampai dibandara Bali, mereka menunggu jemputan supir pribadi Reno yang tinggal di Bali.
"Pah nanti sore jalan-jalan yok" ucap Mala.
"Jalan-jalan kemana sayang?"
"Mala mau kepantai, sudah lama mala nggak nginjakkan kaki kepantai".
"Besok aja ya sayang, pasti Mama kami capek apalagi nanti malam kan mau pergi ke pesta undangan, iyakan sayang?" ucap Reno pada Mala dan langsung bertanya sama Kinan.
Mala yang sifatnya penurut kepada orangtunya hanya bisa pasrah keinginan Mamanya, walaupun hatinya sudah meronta-ronta ingin kepantai, tapi dia tidak mau membuat mamanya kecewa ataupun sedih.
"Yaudah deh mah besok aja" ucap Mala dengan ekspresi yang tidak iklas.
Mobil pun sudah datang didepan mereka, Kinan pun masuk kedalam mobil disusul oleh Mala dan Reno.
Sedangkan pak jang keluar untuk memasukkan barang bawaan mereka kedalam bagasi.
Kini mereka didalam mobil menuju rumah Reno.
"Bagaimana kabar kalian semua pak?" tanya Kinan.
"Kami semua baik kok non, cuman minggu kemarin bik Ani sempat deman" jawab pak Jang.
"Sudah dibawa kerumah sakit kah pak?" tanya Kinan antusias.
"Sudah Non"
__ADS_1
"Nanti kirim sama saya nota biayanya ya biar saya ganti" ucap Kinan perhatian.
"Baik Non".
Disaat Mereka lagi asik berbicara ternyata mereka sudah sampai didepan rumah yang berlantai 2 itu.
Mala dengan senang langsung berlari kekamarnya untuk mandi dan beristirahat, Reno dan Kinan juga naik kelantai 2 kamar utama dari rumah ini.
Saat Reno dan Kinan sudah masuk mereka langsung mandi bareng dan beristirahat untuk menghilangkan penat, karena nanti malam mereka akan pergi lagi.
"Sayang kita mandi yok" ajak Kinan.
15 menit mereka berdua sudah siap dengan ritual mandinya tinggal memakai baju. Kinan memilihkan baju untuk Reno sedangkan dirinya juga masih memakai handuk.
Disaat sedang asik memilih baju Reno datang dari belakang Kinan dan memeluknya.
"Sayang aku rindu, sudah hampir 2 bulan kamu biarin aku nggak jengung dedek" ucap Reno dengan mata yang memelas.
"Sayang kamu pake baju ya, aku capek sekali besok aja ya" bujuk Kinan, Kinan memang selalu menolak keinginan Reno terlebih Kinan sering berasalan tentang kehamilannya, padahal mereka sudah konsultasi bahwa mereka bisa berhubungan tapi Kinan masih saja menolaknya.
"Kamu selalu saja menolakku, padahal aku laki-laki normal masa selalu dianggurin ada makanan didepan mata" ucap Reno lagi sambil melepas handuk dibadan Kinan.
Kini seluruh badan Kinan sudah tidak tertutup apa-apa lagi, tapi dengan cepat Kinan langsung mengambil handuknya.
"Sayang aku serius besok ya, kalau nggak nanti malam deh..." bujuk Kinan.
"Baiklah sayang" ucap Reno lemas sambil mengambil baju dari tangan Kinan dan memakainya.
Kinan yang sudah siap menyusul sang suami kekasur untuk istirahat, Kinan merebahkan badannya disamping Reno, dan memeluknya.
Kinan dapat melihat kekecewaan dimuka Reno, makanya Kinan merinisiatif membujuk Reno.
"Sayang kok mukamu diteguk begitu?" tanya Kinan.
"Kamu mah, gitu selalu mengabaikanku padahal aku suamimu butuh hal itu darimu" jawabnya kecewa.
"Tapi sayang...." ucapan Kinan terpotong oleh Reno.
"Udah diam sekarang tidur ya, aku juga capek" ucap Reno kembali memeluk Kinan.
...🌟🌟🌟...
__ADS_1
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...