
🌟🌟🌟
Sore ini Mira dikenalkan oleh Stevan kepada orangtuanya, mereka sudah sampai dirumah Stevan, rumah yang sederhana tapi terlihat rapi dan bersih, banyak pohon-pohon kecil di pinggir rumah sehingga terlihat asri dipandang mata.
Mira turun dari Mobil, dia merasa deg-degan bagaimana pun ini pertama baginya bertemu untuk calon mertuanya, mangingat Mira belum pernah menikah.
"Ini jantung kenapa sih kok deg-degan" guman Mira, Mira mengikuti Stevan dari belakang hingga mereka sampai kedalam rumah, Mira langsung melihat orang tua Stevan sedikit menua, mereka menyambut kedatangan Mira dengan senang.
Ketika Mira sudah duduk dikursi kayu yang ada dirungan itu, mereka langsung berbincang-bincang.
"Mah, Pah, kedatangan stevan kesini membawa Mira, untuk meminta ijin kepada mana dan Papa kalau Stevan akan menikahinya minggu ini" ucap Stevan menjelaskan tujuannya.
Orang tua Stevan hanya bisa menerima keputusan Stevan, dengan senang hati orang tua Stevan, menerima Mira menjadi menantunya.
"Jadi apakah kalian adakan pesta yang besar?" Tanya orang tua stevan.
"Tidak mah, kami hanya melakukan akad nikah, Stevan Sudah bicarakan ini dengan Mira" ucap Stevan tersenyum.
Stevan kembali mengantar Mira kerumah Reno dan Kinan diperjalan pulang Stevan kembali berbicara pada Mira.
"Apa kamu keberatan ketika kita menikah nanti, kita akan tinggal dirumah orang tuaku?" Tanya Stevan hati-hati mengingat Mira termasuk keluarga berada, walau dulu dia juga hidup susah.
"Apa kamu tidak bisa menyewa apertemen untuk kita tinggal, aku bosan hidup susah" ucapnya ketus.
"Saya tidak bisa meninggalkan orangtua saya, saya anak tunggal hanya saya yang selalu menemani orang tua saya" ucap Stevan menjelaskan supaya Mira bisa mengerti keadaannya.
"Terserah kamu saja, tapi hanya sebulan habis itu kamu kontrak atau beli apertemen untuk saya, kalau kamu mau tinggal bersama orang tuamu terserahmu" ucap Mira ketus.
"Kita akan berumah tangga, tidak baik berpisah" ucap Stevan lagi.
"Achh susah mgomong sama orang b*doh" ucap Mira marah.
Stevan hanya diam mendengar ucapan Mira, menurutnya Mira sangat keterlaluan tidak memakai etika ketika berbicara, hal itu membuat Stevan menjadi sedikit prustasi.
Mira dan Stevan Sudah berada didalam rumah Reno dan Kinan mereka semua sudah duduk disofa dengan santai.
Steven memberitahu bahwa mereka akan menikah minggu ini, hal itu membuat Siska dan suaminya menunggu Mira menikah dulu baru mereka pulang ke Jakarta, begitu juga dengan Evi dan Ivan.
🌟🌟🌟
Hari pernikahan Mira dan Steven diadakan dirumah Stevan dengan acara yang sederhana.
Ketika semua saksi mengatakan,
__ADS_1
Sah
Stevan dan Mira sudah sah menjadi sepasang suami istri, semua orang memberi selamat kepada mereka dan memberi mereka nasehat untuk menjadi kelurga yang baik dan menjadi keluarga yang baik untuk dicontoh dalam masrarakat, dan dihadapan tuhan.
Semua orang sudah pulang kekediaman masing-masing, Steven dan Mira menuju kamar mereka, ketika Mira masuk dia menatap sinis kamar yang akan ditempatinya selama sebulan sebelum dia pindah dari sana.
Kamar tidur itu terlihat kecil tapi rapi Dan bersih, "aku harus betah disini untuk menjalankan niatku, dan aku harus mengambil hati si b*doh ini supaya mau membantuku menghancurkan s*alan itu" guman Mira dalam hati.
Stevan keluar dari kamar untuk mandi, kamar mandi tidak ada didalam seperti kamar biasanya, dirumah ini kamar mandi cuma satu untuk satu kelurga.
Beberapa menit kemudian Stevan masuk lagi kekamar setelah selesai mandi dia sudah memakai baju santai.
"Kalau kamu mau mandi kamar mandinya ada disebalah kiri kalau keluar dari sini lurus aja terus" ucap Stevan menunjukkan kamar mandi kepada Mira yang masih santai memainkan HPnya.
Mira tidak menjawab ucapan Stevan dia langsung pergi setelah mendengar penjelasan Stevan.
🌟🌟🌟
Malam sudah semakin larut Stevan belum juga bisa memejamkan matanya saat mengingat dia tidur dengan perempuan, dia belum terbiasa dengan hal ini, berbeda dengan Mira yang sudah terbang kealam mimpi.
Saat sinar matahari sudah mulai masuk kedalam kamar melalui celah horden, Mira membuka matanya, melihat Stevan masih tidur nyenyak, tanpa sadar Mira memandangnya begitu Lama.
Saat Stevan membuka matanya Mira pura-pura baru bangun.
"Kamu baru bangun juga ya" Tanya Stevan.
"Iya" jawab Mira singkat.
"Hari ini aku akan kekantor kamu disini aja ya sama mama" ucap Stevan lagi.
"Nggak mau achh nanti aku bosan, ngapain coba aku disini?"
"Paling bantu-bantu mama berkebun" ucap Stevan.
"Baiklah, tapi nanti malam temani aku keluar ya, pengen hirup udara segar" ucap Mira.
Setelah selesai sarapan Mira mengantar Stevan kedepan untuk berangkat kekantor, Mira meyalam tangan Stevan sebelum pergi.
Ketika Stevan sudah meninggalkan halaman rumah Mira masuk kedalam menemui mertuanya, "Mah hari ini kita ngapain bosan kalau dirumah terus" Tanya Mira.
Kalau kamu nggak keberatan kamu bantu-bantu mama berkebun strawberry dibelakang rumah" ucap Kia tersenyum.
Sampai Jam 12 siang Mira dengan senang membantu Kia dalam berkebun, Mira begitu senang saat melihat kebun mertuanya begitu indah, saat ini Mira seperti orang tanpa beban pikiran, dia begitu senang berinteraksi dengan Kia, sampai keluar tawa yang pecah, yang sudah lama ia tidak keluarkan.
__ADS_1
🌟🌟🌟
XY Group
Reno yang sedang fokus bekerja diganggu Kinan, seperti biasa Kinan ingin duduk dipangkuan suami sambil sisuami bekerja.
"Sayang kapan kita menyerahkan jabatan ini kepada Stevan?" Tanya Reno.
"Mungkin 2 minggu lagi yank, sampai kita rapat besar dulu bersama pemegang saham perusaan ini" ucap Kinan serius.
"Sayang apa tidak sebaiknya Mira yang kita kasih meneruskan perusaan ini dan dibantu oleh Stevan" Tanya Reno.
"Aku belum sepenuhnya percaya sama kak Mira, mengingat dahulu dia menjadi wanita yang membangkang saat Mama menyerahkan sebuah restoran untuk dikelolanya" ucap Kinan.
"Jadi apa kamu percaya sama Stevan 100% sayang?" Tanya Reno lagi.
"Aku belum percaya seutuhnya, tapi jabatan ini nanti kita kasih masa percobaan selama 3 bulan dulu" ucap Kinan lagi.
"Baiklah aku setuju denganmu" ucap Reno memeluk Kinan.
"Sayang siang ini kita makan sate ayam yok" ajak Kinan.
"Kamu pengen ya?"
"Iya yank, aku pengen banyak" ucap Kinan.
"Kamu mau berapa tusuk sayang" Tanya Reno lagi.
"Mau 50 tusuk yank"
"Mau sama gerobaknya nggak yank" Tanya Reno menyinggung Kinan.
"Boleh juga tu sayang, berarti nanti malam aja deh sayang, kamu bawak 1 penjual bersama gerobaknya mana tau aku kurang" ucap Kinan.
"Nasib-nasib niat ingin menyinggungnya, ehh Dia nya kesenangan dapat ide" batin Reno.
"Sayang kamu kok diam, nggak mau bawa gerobaknya ya?" Tanya Kinan marah.
"Hehe mau kok sayang, nanti malam ya" bujuk Reno.
"sensitive amat bumil satu ini" gerutu Reno dalam hati.
...🌟🌟🌟...
__ADS_1
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Ya...