GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 87 Gadis Cute Dan Mandiri Season 2


__ADS_3

🌟🌟🌟


Hari ini tepat seminggu Mala tidak bekerja lagi jadi sekretaris Riko, tapi dalam kesehariannya, Mala selalu membantu sang suami dikantor, walau membantu hanya sedikit.


Riko yang tidak mau membuat istrinya cemburu kepadanya merekrut sekretaris berjenis kemamin laki-laki bernama Revan.


"Sayang nanti jadwal cek up nya jam berapa?" tanya Riko pada Mala yang sedang memegang sebuah gelas berisi susu.


"Aku sudah menghubungi dokter Melisa dan mengatakan kalau kita akan datang jam 6 sore dan berhubung shift kerja dokter Melisa malam jadi kita sepakat untuk cek up jam 6 sore" jawab Mala.


"Baguslah kalau begitu" jawab Riko, lalu kembali fokus kedalan komputernya.


Tiba-tiba suara ketukan pintu membuat Riko menoleh, Mala sudah mau membuka pintu untuk orang yang sedang mengetuk pintu ternyata revan yang masuk.


"Permisi pak Riko ini ada undangan untuk bapak, untuk menghadiri, ulang tahun dari kliean kita" Revan menyerahkan sebuah undangan kepada Riko.


"Terimakasih ya, oh ini siapa yang mengantar?" tanya Riko sebelum Revan keluar.


"Tadi sekretaris pak Bimo mengantar langsung kesini, tapi karena dia buru-buru hanya menitipkan undangannya kepada saya".


"Baiklah, kamu boleh keluar" ucap Riko tersenyum.


Riko hendak membuka undangan itu tapi tiba-tiba hpnya berbunyi.


Bima Calling....


Tanpa menunggu lama Riko langsung mengangkatnya.


"Hallo pak Bima" ucap Riko sopan.


"Pak Riko maaf saya tidak langsung menemui anda mengantar undanganya, tapi saya harap bapak bisa datang, itu sudah menjadi kehormatan bagi saya" ucap Bimo dari seberang telfon.


"Baik pak saya pasti datang dan terimakasih untuk undangannya" ucap Riko.


Mala mendekat penasaran dengan siapa Riko berbicara dan siapa yang mengundang suaminya.


"Sayang ini dari siapa dan siapa yang barusan menelfon?" tanya Mala.


"Ini kliean kita pak Bimo mau merayakan ulang tahun, kita diundang untuk datang acaranya besok malam dikediaman pak Bimo" jawab Riko.

__ADS_1


"Wahh aku sudah lama nggak menghadiri pesta undangan, aku mau iku ya" ucap Mala.


"Pasti dong sayang, dimana ada Riko disitu ada Mala" Riko mencoba menggombal Mala tapi tidak mampan.


"Achhh gombalannya nggak kurang manarik" ucap Mala meninggalkan Riko ditempat duduknya.


"Dasar bumil ngomong manis pun nggak diterimanya" batin Riko lalu meletakkan undangan yang tadi ditangannya keatas meja, lalu kembali bekerja.


🌟🌟🌟


Sepulang bekerja sepasang suami istri itu langsung menuju rumah sakit untuk melakukan cek pada kandungan Mala.


Banyak orang yang berlalu lalang dikoridor rumah sakit termasuk Mala dan Riko, keduanya langsung menuju ruangan dokter Melisa.


Mala sudah melentangkan badannya di brankar rumah sakit khusus orang hamil itu, dokter melisa mengoleskan jel keperut Mala dan mamulai pemeriksaan.


Beberapa saat kemudian dokter Melisa sudah selesai dengan aktivitasnya dan menyuruh Mala untuk duduk kembali.


"Bagaimana dengan perkembangan anak kami dok?" tanya Riko antusias.


"Calon anak bapak Riko dan ibu Mala sangat sehat, perkembangannya juga normal, tetap dijaga pola kesehatannya ya buk mala" ucap dokter Melisa.


"Baik dok, terimakasih" jawab Mala tersenyum.


Kedua orang itu mulai bergegas untuk pulang kerumah, tapi ketika mereka melewati mall Mala langsung berbinar ingin singgah terlebih dahulu.


"Sayang kita mampir sebentar yok, aku mau lihat baju pesta untuk besok" ucapnya bahagia.


"Kamu nggak capek, ini sudah jam 7 lebih lho sayang" ucap Riko yang enggan untuk mampir.


"Sebentar saja kok cuma mau beli baju satu set kita pulang".


Mendengar rengengekan Mala akhirnya Riko pasrah dan mengikuti kemauan Mala.


Mereka langsung menuju butik yang ada didalam mall itu dan memilih baju untuk Mala, tidak perlu menunggu lama Mala sudah menemukan gaun mini yang cocok untuknya.


"Apa itu nggak terlalu pendek yank?" tanya Riko ragu dengan pilihan Mala.


"Nggak kok yank sudah aku coba dan cocok untuk ku" mereka berjalan kekasir untuk membayar tagihannya.

__ADS_1


"Harga cuman 2 juta pak, mau bayar cast atau pakai debit?" tanya kasir itu.


"Debit aja deh mbak" Riko menyerahkan sebuah kartu kepada kasir itu untuk melakukan transaksi pembayaran.


Tanpa banyak permintaan sesuai dengannya janji kalau Mala hanya membeli baju satu set, dari dulu itu yang membuat Riko betah dengan Mala setiap ke mall tidak suka ini itu, dia langsung membeli apa yang ingin dibeli tanpa neko-neko.


Bukan tidak sanggup untuk membeli mungkin membeli satu butik pun Riko pasti sanggup. tapi Riko memang lumayan payah kalau diajak ke mall apalagi belanja-belanja Riko pasti menolak.


"Sayang terimakasih ya bajunya" ucap Mala meletakkan baju yang ia beli dikursi belakang.


"Nggak usah berterimakasih itu sudah hal wajar aku lakukan, kapan-kapan kalau ada waktu luang aku akan menemani mu belanja seharian" ucao Riko.


Riko menjalankan mobilnya untuk pulang kerumah, rasanya badannya sudah mulai lelah kerja seharian, dan juga masih menyetir mobil.


🌟🌟🌟


Pesta ulang tahun Bimo yang dirayakan secara megah, Bimo memesan catring dan juga pelayan untuk acara pestanya, salah satunya Jeni, Jeni ikut jadi pelayan disini, karena Jeni memiliki teman yang bekerja di catering yang dipesan oleh Bimo.


Semua pelayanan berjalan kesana kemari untuk melayani tamu undangan termasuk Jeni. tiba-tiba matanya mangkap sosok yang ia kenal berjalan kedalam gedung itu.


Dia iyalah sepasang suami istri yang menjadi bosnya saat bekerja di perusahaan MM, Jeni tersenyum miring melihat suami istri itu lalu bersungut.


"Selalu saja menempel kaya perangko, didepan umum aja seperti itu apalagi kalau berdua, pasti sudah kayak orang bod*h itu orang" batin Jeni kesal.


Riko dan Mala tidak melihat keberadaan Jeni, meraka langsung menghampiri Bimo yang sedang berulang tahun, Riko dan Mala memberi ucapan selamat ulah tahun kepada Bimo.


Kini Mala dan Riko perpisah diacara pesta itu, riko sibuk berbicara bisnis dengan yang lainnya, sedangkan Mala masih duduk disalah satu kursi bersama istri Bimo.


"Mbak Mala saya permisi dulu ya masih ada tamu yang mau disapa" ucapnya lalu pergi dari hadapan Mala.


Jeni yang melihat Mala dari jauh mempunyai ide untuk mengerjai Mala. jeni langsung menuju tempat pembuatan minuman dan mebuat satu gelas minuman dan menaruh sesuatu didalam gelas.


"Mampus kau, akan aku kerjai istrimu ini biar kamu tau rasa yang selalu buat aku kesal" batin Jeni yang kesal kepada Riko.


Jeni memberi minuman itu kepada salah satu pelayan untuk diantarkan kepada Mala.


"Mbak ini minuman dipesan mbak-mbak yang duduk dikursi pojok, kamu antar ya soalnya saya masih mau mengantar minuman kepada orang" ucap Jeni tersenyum.


Pelayanan yang disuruh Jeni berjalan menuju tempat duduk Mala lalu meyerahkan minuman itu.

__ADS_1


...🌟🌟🌟...


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...


__ADS_2