
Harap bijak dalam membaca ya, ada haredang-haredang di bab ini yang membuat kalian deg-deganπ€£π€£π€£
πππ
"iya mah, Riko makan dulu" Riko langsung menyantap kembali makanannya yang sempat tertunda.
Selesai makan Riko dan Mala tidak melanjutkan kerjaan mereka, tapi ikut mengobrol dengan Reno dan Mala.
Kedua laki-laki itu lebih sering membahas ke perbisnisan sedangkan anak dan orang tua itu yang tak lain kinan dan mala berbicara mengarah ke rumah tangga, membangun rumah tangga dengan baik, dan menjadi istri dan mennantu yang baik, serta menjadi ibu yang baik dan benar setelah memiki anak.
Kedatangan Kinan kali ingin bukan cuma melepas rindu tapi juga memberi nasehat-nasehat kepada putrinya supaya tidak seperti dirinya dimasa lalu, yang selalu egois.
Jam didinding sudah menunjukkan jam 3 sore, Reno dan Kinan pamit pulang dulu, sedangkan Riko ingin melanjutkan pekerjaannya.
"Nanti kalian datang kerumah aja ya, kita nginap disana" perintah Kinan.
"Baik Mah" jawab keduanya patuh.
Mala kembali kesofa saat Mama dan Papanya sudah keluar dari ruangan itu.
"Sayang kamu nggak usah lanjut kerja istrahat saja dulu, aku mau lanjut kerja dulu ya" ucap Riko mengelus rambut Mala yang sudah mulai panjang itu.
"Iya sayang, kayaknya aku ngantuk deh" ucap Mala membaringkan tubuhnya disofa.
"Sayang kalau mau tidur mending jangan disini nanti badan kamu pegal" ucap Riko.
"Aku nggak mau tidur kok, cuman mau rebahan saja sambil melihat mu bekerja" jawabnya tanpa mengindahkan ucapan Riko.
Riko bukannya pergi ke mejanya malah duduk didekat kepala Mala, dan mengangkat kepala Mala kepangkuannya.
"Bukannya mau kerja, tapi kok malah duduk?" tanya Mala.
"Sayang aku mau kamu berhenti bekerja dulu, nanti setelah kamu melahirkan kalau mau kerja lagi, kamu boleh kerja" ucap Riko tersenyum.
"Kenapa sayang, kok tiba-tiba nyuruh aku berhenti bekerja?".
"Aku hanya ingin Melihatmu istrahat selama hamil" ucap Riko.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, tapi nanti aku kerja lagi ya setelah anak kita lahir" ucap Mala mendudukkan badannya disamping Riko.
"Ok sayang" ucap Riko tersenyum licik, Riko yakin kalau Mala pasti bakal memilih merawat anak mereka nanti dari pada bekerja, jadi dia mengiming-imingi memberi kerjaan kepada mala saat sudah melahirkan.
*****
Matahari sudah mulai bersembunyi dan muncul gelap, tapi Riko masih sibuk dengan komputernya sedangkan sang istri sudah tidur ke alam mimpi 1 jam yang lalu.
Riko mematikan komputernya lalu berjalan mendekat kearah Mala yang sedang tidur pulas, karena tidak tega mengganggu tidur Mala, Riko menggedong Mala ke lobi.
Banyak lampu yang sudah padam, hanya lampu tertentu yang masih hidup, tidak ada orang yang berkeliaran seperti biasa, hanya ada mereka dan juga penjaga keamanan yang ada digedung itu.
Sesampai dilobi Riko langsung menyuruh satpam untuk membuka pintu mobilnya karena kadua tangannya masih menggendong Mala.
Riko meletakkan Mala dikursi samping kemudi, kemudian Riko berlari lewat depan untuk masuk kedalam mobil untuk menyetir, sebelum berangkat Riko memasang sabuk pengaman untuk Mala dan menyetel kursinya supaya Mala nyaman.
Mobil putih itu menyusuri jalan dengan pelan, pemandangan kota sangat indah apalagi mereka ada melewati taman, lampu yang terang dan bunga yang bermekaran, masih terlihat indah walau hanya diterangi oleh lampu.
Mala mengerjap-ngerjapkan matanya saat dia terbangun dan melihat dirinya sudah tidur didalam mobil.
"Sayang kok tadi kamu nggak banguni aku, pasti tadi kamu gendong aku ya" tebak Mala.
"Pasti sangat berat ya?" Mala bersandar kebahu Riko walau Riko dalam kondisi menyetir.
"Kalau seorang Riko menggedong Mala masih kuat, tapi seorang Riko tidak akan kuat jika menggedong perempuan lain apalagi istri orang" Riko mencoba menggombal Mala tapi Riko malah dapat pertanyaan lain.
"Kalau menggedong istri pak Bram bisa nggak?" tanya Mala.
"Hehe terkhusus untuk Mama juga aku masih bisa" jawab Riko tersenyum.
"Katanya cuma bisa menggendong aku, nyatanya cuma ngegombal aja" omel Mala.
*****
Riko dan Mala sudah sampai didepan rumah mereka, keduanya tidak jadi kerumah orang tua mala karena sudah malam, mau langsung istirahat dirumah Riko saja.
Klek... Riko membuka pintu dan kamar itu gelap karena sudah malam, kamar itu juga tidak pernah dihidupkan lampu kalau penghuninya tidak ada didalam.
__ADS_1
"Sayang kamu mandi duluan ya, biar aku siapin baju dan makan malam kita" ucap Mala.
"Nggak usah sayang manti kita turun bareng saja, sekarang kita mandi kamu nggak boleh mandi kemaleman" ucap Riko menarik tangan Mala kedalam kamar mandi.
Tidak menunggu lama keduanya keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk, Mala langsung menuju lemari pakaian untuk mengambil baju untuknya dan Riko.
Mala membawa baju itu dimana Riko duduk, yaitu sofa yang ada didalam kamar tersebut. tapi bukannua bake baju Riko malah menarik mala supaya duduk dipangkuannya.
"Pake baju dulu yank baru pangku aku" ucap Mala. Mala dapat merasakan dibawah handuknya ada bencolan yang sangat keras.
"Sayang sudah tiga bulan ini aki tidak memanjakan mu, aku sengaja menahannya supaya bayi kita aman" ucap Riko.
"Kenapa nggak dikamar mandi aja tadi yank jadi nggak harus mandi dua kali".
"Aku takut membuat mu tidak nyaman" ucap Riko membuka pembungkus badan itu hingga terlihat jelas gunung itu makin membesar, Riko membenamkan kepalanya disana untuk sesaat lalu, mengh*sapnya hingga Mala menggelinjang karena geli.
Ketika Riko menjalan aksinya, Mala dapat merasakan dibawah sana makin keras dan makin menonjol, Mala menggoyangkan punggungnya yang masih dililit handuk dibagian punggung kebawah.
Walau masih dilapisi handuk Riko dapat merasakan ada getaran yang aneh saat Mala mencoba menggoyangkan sedikit punggungnya.
"Sayang....." panggil Riko serak.
Mala mencoba berdiri dan membuka handuknya dan handuk Riko, kali ini Mala mencoba Menyatukan dengan posisi duduk, Mala memanjakan suaminya dengan cara yang berbeda.
Malam semakin larut tapi dua insan itu masih setia dengan aktivitasnya, kini keduanya sudah pindah kekasur Demi kenyamanan Mala. Riko dengan rakus melahap Mala tanpa ampun, mungkin ntah sudah beberapa kali mereka mendapat puncak tapi keduanya kembali beradu setelah menunggu waktu tidak sampai 5 menit.
Riko kembali naik keatas Mala dan mulai mengamsen diseluruh tubuh Mala tidak ada tertinggal satu pun, keris yang kembali menegang itu masuk dalam bagian Mala.
Berirama dalam cinta membuat keduanya saling menikmati sehingga kamar itu dipenuhi dengan suara desah*n dari Riko dan Mala.
riko menggoyangkan pinggulnya dengan sangat kencang, dari sebelumnya hingga membuat mala terengah-engah.
"Sayang.... " Mala memanggil Riko dengan sebutan sayang saat hentakan itu makin kuat meminta lebih, bukan sakit yang mereka rasakan walau terlihat kasar tapi kenikmatan yang tiada tara.
"Sayang....." suara serak dari Riko hingga hentakan terakhir Riko selesai dengan pelesannya yang kesekian kali, begitu juga dengan Mala.
"Terima kasih sayang, tetaplah begini" ucap riko memeluk tubuh Mala yang sudah lemas.
__ADS_1
...πππ...
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...