
🌟🌟🌟
"Wahhh, ada kak Mala kapan datang kesini?" tanya Alfaro yang baru pulang dari kampus.
"Tadi siang dek, ini bentar lagi mau pulang" jawab Mala.
"Kakak besok aja pulang malam ini nginap disini aja biar ada teman kami ngobrol-ngobrol" ucap Alfaro.
"Tapi kakak sudah punya suami, nggak bisa nginap disini, kapan-kapan deh kakak aja suami Kakak nginap disini" ucap Mala.
"Yaudah deh kak, Alfaro permisi kekamar dulu ya" Alfaro berjalan kekamarnya.
"Tante sudah jam 4 sore, kami pulang dulu kapan-kapan Mala kesini lagi titip sama sama Om Stevan kalu sudah pulang dari singapura" ucap Mala sambil memasukkan HPnya kedalam tas.
"Mbak Tiara terimakasih jamuannya, kami pamit pulang dulu" kedua orangtua tua itu cipika cipiki sebelum berpisah.
"Tidak apa-apa mbak sering-sering datang aja biar kita bisa saling silaturahmi" ucap Tiara tersenyum.
Mala dan Tiara sudah didalam mobil menuju rumah utama keluarga Bram.
"Mala nanti kalau nanti kita melewati supermarket singgah sebentar ya, Mama mau beli sesuatu".
"Iya Mala juga mau beli sesuatu juga dari sana" ucap mala.
Mala memarkirkan mobilnya didepan sebuah supermarket, kedua orang itu masuk bersama dan memilih yang akan mereka beli.
Mala sekarang mengambil beberapa pe*balut untuk ia pake nantinya karena dia belum memiliki stok.
"Sayang nggak usah beli banyak-banyak nanti juga nggak terpake lagi" ucapa Tiara datang dari belakang Mala.
"Kepake kok mah, nanti juga habis semua ini" Mala menunjukkan beberapa bungkus.
"Sayang nanti kalau kamu sudah hamik bakal nggak pake lagi kok udah beli satu aja" Tiara menurun kembali ketempatnya pe*balut itu.
Tiara yang tidak bisa dibantah hanya pasrah aja, membantah pun bakal sia-sia.
"Mana mungkin bisa hamil kalau itu-ituan aja nggak pernah, doyan pun nggak, iii.... " Mala merasa geli membanyangkan kalau seandainya Mala melakukan hubungan suami istri bersama Riko.
"Kamu kenapa sayang" tanya Tiara saat melihat Mala seperti digelitik orang.
"Hah... ach iya Ma, nggak papa kok" ucap Mala segera masuk kedalam mobil untuk pulang.
🌟🌟🌟
Di Jerman
"Opa kapan kita jalan-jalan ke Indonesia lagi?" tanya Luna pada Ridwan.
"Disini juga kita bisa jalan-jalan, ngapain ke Indonesia?" tanya Ridwan.
__ADS_1
"Kita ke Bali aja Opa, kan disana papa ada rumah kita tinggal disana selama 2 minggu".
"Kamu kan masih kuliah sayang" bujuk Ridwan.
"Tapi hari ini terakhir ngampus habis itu libur deh hampir sebulan" Luna masih merayu opanya supaya mau jalan-jalan ke Indonesia.
"Papa sama Opa lagi sibuk, bagaimana kalau sama Oma dan Mama aja kesana tapi cepat pulang ya" Ridwan membelai rambut cucunya dengan manja.
"Kenapa harus cepat pulang Opa?".
"Nanti Opa merindukan Oma mu hahaha" Ridwan tertawa lebih tepatnya menertawakan diri sendiri.
Ririn dan Anto datang dari luar menghampiri mereka.
"Luna ngapain pah kayak lagi membujuk Papa?" tanya Ririn.
"Katanya Luna mau jalan-jalan ke Indonesia karena sudah libur semester, jadi Papa bilang kamu sama Mamamu yang menemani Mala kesana" ucap Ridwan kepada Ririn.
"Nggak boleh" ucap Anto posesif memeluk Ririn dari samping.
"Nanti teman papa bobok siapa Lun?" Anto memelas.
"Kan ada Opa, nanti papa bobok sama Opa saja biar ada teman" Luna tidak peduli walau sudah melihat muka Anto yang tidak mau berpisah dengan isterinya.
"Enak aja istri papa itu Ririn, bukan Opa kamu" Ucap Anto kesal.
"Yaudah Papa ikut aja ke Bali biar gampang" Luna tidak mau kalah dengan Papanya.
"Yeee" ucap Luna senang.
...********...
Anto Ririn dan Luna sudah sampai dibandara Bali, sekarang mereka menunggu jemputan, tapi saat mereka menunggu Stevan muncul didepan mereka.
"Kalian liburan ke Bali?" tanya Stevan.
"Iya kami kesini Luna ingin liburan di Bali, kamu habis dari mana?" tanya Anto kepada Stevan.
"Aku dari Singapur ada perjalanan bisnis, oh ya kalian mau kemana sekarang?" tanya Stevan lagi.
"Kami pulang kerumah aja langsung butuh istirahat ni" jawab Anto.
Jemputan Anto sudah datang tapi jemputan Stevan belum datang juga, akhirnya Anto, Ririn dan Luna pamit pergi duluan.
"Kami permisi dulu ya" ucap Anto.
Sesampainya dirumah Luna langsung pergi kekamarnya untuk istirahat.
Sebelum tidur dia menelfon teman-temennya, Luna menyambungkan telefon antara dirinya, Sisil dan juga Alfaro, ketiga orang ini sudah sangat akrab, dan saling komunikasi satu sama lain.
__ADS_1
"Hay Sisil, aku lagi di Bali nih liburan, kamu datang kesini biar kita liburan bareng" ajak Luna.
"Kamu di Bali ya Lun, kapan?" tanya Alfaro.
"Baru juga nyampe" jawab Luna.
"Lun Kak mala sudah tinggal di Bali lho, kamu bisa berjumpa dengannya, tapi kayaknya aku nggak bisa kesana mama pasti nggak ngijinin" ucap Sisil.
"Yah sayang sekali padahal aku jarang lho datang ke Indonesia.
"Nantilah lun aku ajak Mama liburan ke Jerman sekalian jumpa sama Oma dan Opa" ucap Sisil.
"Bagus dong kalau begitu, yaudah kapan-kapan kita nelfon lagi ya aku mau istirahat ni. Bye sisil bye Alfaro" Luna mematikan telfonnya lalu melanjutkan istirahatnya.
Bukannya betuk mau tidur dia kembali menelfon Mala.
"Hallo kakak, bagaimana kabarmu, aku lagi liburan di Bali kita bareng yok Kak? ucap Luna.
"Hallo juha dek, siapa teman mu disini, apa Tante sama Om ikut?" tanya Mala riang.
"Iya kak makanya besok kakak datang rumah ya biar nanti aku bilang sama mama, bye kakak aku tunggu kedatangan mu" Luna kembali mematikan telfonnya.
Luna kembali mencari mamanya kekamar utama yang ada dilantai 2 Luna menaiki tangga dengan sangat cepat karena nggak sabar untuk memberitahukan kepada mamanya karena Mala ada di Bali.
Mala termasuk keponakan yang paling disayangi oleh Ririn mengingat mala selalu bersama Mala waktu itu.
Tanpa mengetuk pintu Luna langsung masuk dan betuk saja mamanya lagi tiduran diatas kasur.
"Mah kak Mala juga sudah tinggal di Bali loh".
"Wahhh, ajak kesini saja sayang Mama merindukan Mala".
"Papa juga rindu bocah itu" ucap Anto.
"Kak Mala Papa bilang bocah, sudah nikah pun masih dibilang bocah".
"Papa masih menggapnya anak kecil apalagi mengingat dulu dia begitu dekat sama Papa" ucap Anto.
...*********...
"Siapa yang nelfon Mala?" Riko baru masuk kekamar melihat baru selesai menelfon.
"Luna menelfon katanya mereka lagi di Bali, aku jadi rindu tante sama Om Anto" ucap Mala.
"Yaudah kan kita bisa kesana".
"Besok ajalah baru juga beberapa hari lalu pergi" ucap Mala.
...🌟🌟🌟...
__ADS_1
...Jangan lupa Tinggalkan Jejak Iya...