
🌟🌟🌟
Seharian Kinan dirumah hingga membuatnya bosan, diambil HPnya Kinan langsung menghubungi abangnya Anto.
"Hallo bang, bagaimana kabar kalian?" tanya Kinan setelah Anto mengngkat panggilannya.
"Sehat dek, dirimu bagaimana apakah kamu baik-baik saja?"
"Kami disini baik semua kok bang, Oh ya dek Ririn mana?".
"Dia dirumah bersama Mama, semenjak kehamilannya dia menjadi malas kemana-mana lebih sering tinggal dirumah aja" ucap Anto.
"Abang tau nggak GT company? pemimpin GT company berbuat curang kepada XY group" ucap Kinan memberitahu masalah yang dihadapai Mereka.
"Kok bisa dek, memang nya bidang apa mereka berbuat curang?" tanya Anto penasaran.
"Berkat bantuan kak Mira, mereka memakai proposal XY grup untuk mendapat kepercayaan perusahaan YZ" ucap Kinan.
"Jadi mereka berbuat curang ya? perusahaan YZ adalah teman papaku mereka sudah lama berteman biarkan aku mengurus ini semua" ucap Anto.
"Terimakasih bantuan mu bang, sudah dulu ya abang lanjut kerja ya Bye" ucap Kinan.
"Bye"
🌟🌟🌟
Sudah seminggu berlalu dari kejadian kemarin, masalah yang menimpa Stevan sudah dibereskan oleh Anto, dan hasilnya perusaan YZ mau menanam saham kepada XY grop.
Dan selama itu pula Stevan mendiami Mira, Stevan hanya menjawab pertanyaan Mira yang menurutnya penting, selebihnya dia hanya diam sepanjang hari.
Tak mau kehilangan Stevan setiap hari pula Mira selalu meminta maaf kepada Stevan karena Stevan mendiaminya, seperti hari ini Mira datang kekantor Stevan hanya untuk membuat Stevan tidak mendiaminya lagi.
"Sayang aku sudah minta maaf padamu tapi kamu selalu mendiami ku, kamu pergi kerja sebelum aku bangun dan kamu pulang kerja sudah larut malam, apa separah itu salahku sehingga kamu tidak mau memaafkanku?" ucap Mira berdiri didekat Stevan.
"Mira dari kemaren aku sudah memaafkan mu, aku sibuk bekerja sebaiknya kamu pulang kerumah untuk istirahat".
"Tapi aku nggak mau kamu mendiami ku terus menerus" ucao Mira lagi.
"Aku sibuk bekerja Mira, mengertilah keadaanku, aku bekerja juga untuk kita" Stevan membentak Mira yang selalu membuat moodnya hilang.
__ADS_1
"Baiklah aku pulang sekarang, tapi kamu janji akan pulang lebih awal" ucap Mira hendak pergi dari ruangan itu. tiba-tiba Mira merasa kepalanya pusing dan penglihatannya buram.
Mira mencoba untuk tenang, dia hendak pergi dari sana, Mira baru memegang gagang pintu tiba-tiba
Bug....
Mira terjatuh kelantai, Stevan langsung membulatkan matanya saat melihat Mira sudah ambruk dilantai, dengan cepat Stevan mendekati Mira dan menggendongnya. diletakkannya Mira diatas sofa dan berlari arah luar.
"Nana, Nana, Nana" panggilnya dengan panik.
"Kamu panggilkan dokter kesini sekarang, setalah itu bawa minyak angin keruangan saya" tanpa mendengar jawaban Nana Stevan sudah kembali keruangannya menemui Mira yang masih pingsan.
"Nana cepat kemari bawa minyak anginnya" ucap Stevan saat Nana masuk kedalam ruangan.
Stevan mengoles minyak angin ke kaki dan tangan Mira, leher dan juga hidung Mira, sebelum dokter datang stevan sangat resah terlebih Mira belum sadar.
"Nana, kok dokternya lama sekali datang, cepat telfon kembali".
"Katanya 10 menit lagi pak" jawab Nana setelah menelfon dokter.
Tidak menunggu lama dokter bernama Riri itu memeriksa mira, stelah pemeriksa dilakukan Riri menjelaskan yang dialami Mira.
"Dan satu lagi tolong kesehatannya dijaga ini resep sudah saya catat tolong dibeli dari apotik" ucap dokter itu lagi.
"Baik dok terimakasih"
"Nana antar dokter Riri iya" ucap Stevan.
1 menit
5 menit
10 menit
Mira juga belum sadar, dengan sabar Stevan menunggu Mira sadar karena tadi dokter mengatan kalau Mira akan sadar sekitar 15 menit lagi.
Sekitar 12 menit kemudia mata itu terbuka secara berlahan, Stevan yang ada didekatnya menggenggam tangannya dengan erat.
Mira merasa kepalanya sangat berat dan berdenyut, dia mencoba melihat sekeliling ternyata dia tertidur alias pingsan diruangan suaminya.
__ADS_1
"Sayang kamu sudah sadar, kamu minum dulu ya, apa kamu lapar biar aku aku ambil makanan sudah aku pesan tadi" ucap Stevan sambil membantu Mira untuk duduk.
"Aku kenapa bisa disini yank, apa yang terjadi?" tanya Mira.
"Tadi kamu pingsan sebelum keluar dari ruangan ku, kata dokter kamu jarang makan, jadi apa seminggu ini kamu tidak teratur makan? jangan pernah lakukan itu lagi kalau kamu tidak ingin kehilangan ku dan anak kita" ucap Stevan.
"Sayang maksud kamu anak kita gimana?" tanya Mira tidak mengerti.
"Sayang kamu sekarang sedang mengandung anak aku, anak kita, jadi mulai sekarang jangan terlalu memikirkan yang aneh-aneh, mulai sekarang jaga kesehatan mu, kalau kamu melanggar aturanku aku betul-betuk tidak akan memaafkan mu lagi" ucap Stevan memeluk Mira dengan terharu.
Sama halnya dengan Mira dia menangis didalam pelukan suaminya, dia terharu ternyata dia sudah berhasil hamil setelah tidak mengkonsumsi pil itu lagi, dan berkat itu pula Stevan memaafkannya.
"Baiklah sayang aku akan menjaga calon anak kita dengan baik" ucapnya.
Stevan melepas pelukannya lalu menyentuh perut Mira yang masih langsing itu, ternyata kita sudah berhasil sayang, tinggal menunggu kelahiran anak kita. terimakasih ya sayang kamu bersedia menjadi ibu untuk anakku" ucap Stevan lagi sambil ******* bibir yang sudah menjadi candunya selama ini.
Sudah seminggu ini dia tidak lagi mencicipi bibir itu karena kecewa, Mira membalas ciuman Stevan dengan lembut tanpa terasa air matanya jatuh, mungkin dia terlalu senang.
Stevan menghentikan aktivitasnya saat melihat Mira sudah ngos-ngosan, dia memberi sedikit ruang untuk Mira mengambil nafas, dan sekali lagi Stevan melakukannya.
Stevan begitu rindu dengan Mira dan juga sentuhan Mira terhadapnya yang selalu memabukkan tapi dia mengingat kalau Mira lagi megandung dan belum ada konsultasi, apa mereka bisa atau tidak untuk menyatukan kerinduan selama seminggu ini.
Saat Mira mendapatkan duakali ciuman yang membuatnya menginginkan lebih sudah pasrah supaya Stevan, menyatukan cinta mereka tapi sayangnya Stevan menghentikan aksinya.
"Sayang sampe sini dulu ya, kita belum ada konsultasi bagaimana cara yang aman, takutnya beby kita tidak aman dan tidak nyaman" ucap Stevan membelai rambut Mira.
Mira tersadar dengan ucapan Stevan, dia segera membuang jauh pikirananya yang memikirkan kenikmatan yang dibuat oleh Stevan untuknya. Dia langsung duduk tenang dan merapikan rambutnya yang berantakan akibat ulah Stevan.
"Baiklah sayang, aku nggakpa-pa kok, tapi aku lapar yank" rengek Mira.
Haha Stevan terkekeh mendengar ucapan Mira.
"Yaudah sekarang kamu makan ya biar aku suapin, sudah berapa hari kamu nggak makan?" tanya Stevan sambil mengambil makanan dari meja.
"Aku makan setiap hari kok, tapi hanya sekali sehari itupun sedikit aja aku nggak selera makan kalau kamu menjauhiku" ucap Mira jujur.
...🌟🌟🌟...
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...
__ADS_1