
Setelah menunggu taksi yang lewat akhirnya mereka berangkat, "Rin kamu temani Kinan dibelakang ya, aku duduk didepan" ucap Anto, yang dijawab anggukan oleh Ririn.
Sesampainya diapertemen Kinan, ririn, dan anto masuk kedalam apertemen melihat Siska dan Mala sedang menonton film kartun. mungkin karena asik menonton Mala tidak memperhatikan Mamanya pulang, sampai akhirnya Kinan mendatangi Mala yang sedang fokus.
"Anak Mama kok fokus banget nonton sampai nggak tau Mamanya pulang" sambil memeluk sang anak, dengan senang.
"Mah, kalian sudah makan?" tanya kinan, pada siska dijawab gelengan kepala oleh siska.
"Dek Rin kamu tunjukin kamar untuk bang Anto Ya, sekalian kalian mandi biar kita makan malam sama-sama".
Ririn yang mendengar ucapan kakaknya segera menuntun Anto kekamar tamu, apertemen Kinan tidak terlalu besar ada 3 kamar dan didalamnya ada kamar mandi, ada ruang tamu, dapur langsung disana ruang makan.
Kinan Mala dan Ririn satu kamar, Siska dan suaminya satu kamar, dan biasanya Kinan membiarkan satu kamar kosong untuk jaga-jaga kalau ada tamu yang datang.
"Bang ini kamarnya" ucap Ririn ingin pergi dari sana setelah membuka kamar itu. tapi anto menarik tangannya, kini Ririn ikut masuk kekamar dan dikunci oleh Anto.
Ririn sudah menempel di dinding dan dihimpit Anto dari belakang.
"Bang ngapain? mandi sana biar kita makan nanti kak Kinan datang mencari ku" ucap Ririn gugup, sekarang jantung 2 orang itu dag..dig....dug kayak lari maraton.
"Aku cuma mau bertanya, apa kamu mau menikah dengan ku, aku sudah duda dan umur kita juga berbeda?" mendengar ucapan Anto, Ririn hendak menjawab,
Tok Tok Tok
Suara pintu kamar bertanda ada yang mengetok pintu, Anto segera membebaskan Ririn, sedangkan Ririn bergegas membuka pintu.
"Kamu ngapain disini dek, bukannya kakak suruh mandi, bang Anto mana?" sambil melihat sekeliling,
"Bang jangan macam-macam Ya sama Ririn, nanti aku tinju abang" ucap Kinan kepada Anto yang sedang berpura-pura membereskan bajunya.
"Abang nggak ada ngapa-ngapain kok, kalau nggak percaya tanya Ririn" jawab Anto menunjuk Ririn yang kikuk.
"Benar itu dek? kalau kamu diaapa-apain sama bang Anto bilang sama Kakak biar Kakak hajar dia"
__ADS_1
"Hehe ia kak" jawab Ririn.
Sekarang semuanya sudah kumpul dimeja makan untuk menyantap makanan, dan kali ini makanannya sederhana ayam goreng, tahu, tempe dan juga sop sayur bersama sambal terasi.
Ririn melihat Anto makan sangat banyak dan lahap, tiba-tiba Ririn menyahut.
"Abang lapar ya, makannya lahap banget" sedangkan Kinan yang melihat muka Anto kikuk tersenyum senang.
"Hehe nggak lapar kok cuman doyan aja, sudah lama saya tidak memakan makanan seperti ini" jawab Anto dan segera melahap makanannya kembali.
Setelah semunya selesai makan, mereka semua bersantai diruang tamu sebelum tidur kekamar masing-masing.
"Kinan, nak Anto ini belum kamu kenalkan sama mama dan papa mu, dia siapanya kamu ya?" tanya Siska yang penasaran semenjak Anto menginjakkan kaki diapertemen Kinan.
"Hehe, Kinan lupa ma, kenalkan ma dia bang Anto, dia juga sudah Kinan anggap abang Kinan sekaligus pernert kerja Kinan, Anto ini calon suami Ririn mah, doakan aja semoga mereka cepat menikah" jawab Kinan panjang lebar, sedangkan yang dibicarakan melotot dengan jawaban Kinan, sejak kapan mereka menjadi calon suami istri, bicara serius aja belum ada.
Tidak terasa dengan obrolan mereka sekarang jam sudah menunjukkan pukul 10 malam mereka semua sudah dikamar masing-masing.
"Mah, mala boleh tau nggak kalau ayah Mala dimana? soalnya Mala penasaran Ma, orang lain punya ayah, Mala kok nggak?"
"Mala sayang, ayah Mala ada kok, cuman belum saatnya Mala tau, nanti kalau Mala sudah besar Mama tunjukin ya. sekarang waktunya tidur ucap Kinan.
Sedangkan Ririn yang sudah mulai terlelap mendengar bunyi HPnya Ririn segera mengecek hpnya ada chat masuk.
"Dek Rin, apa jawaban kamu tentang pertanyaan abang tadi" Ririn yang membaca cuman tersenyum dan tidak membalas chat itu dan meletakkan hpnya kembali.
🌟🌟🌟
Sedangkan dirumah sakit Reno dan Papanya belum tidur, seharusnya Reno hari ini istrahat yang full karena besok akan melakukan donor darah kepada Evi Mamanya Reno. tapi sampai saat ini dia belum ngantuk sama sekali sama dengan Ivan yang masih setia menemani istrinya.
"Reno, darimana Kinan tau kalau kamu tinggal dibali? apa kalian bersatu kembali?"
"Nggak kok Pah, Kan Papa lihat sendiri Kinan sudah punya suami udah punya anak malah, Kinan sama Reno itu bekerja sama dalam pembangunan pabrik mereka yang ada disingapur"
__ADS_1
"Kinan aja sudah bahagia bersama pasangannya, kamu kapan Reno?" tanya Ivan.
"Aku nggak mikirin kesana lagi Pah, sampai saat ini Reno belum bisa melupakan dirinya" jawab Reno jujur.
"tapi dia bukan wanita baik untuk mu, dia juga udah punya keluarga lagi" jawab ivan.
"Pah Reno tidur dulu ya, Reno udah ngantuk" jawab Reno mengalihkan pertayaan Papanya.
Saat Reno memejamkan matanya Reno terbayang lagi wajah Kinan, terbayang saat Kinan diperlakukan seperti ratu oleh Anto membuat hatinya memanas.
🌟🌟🌟
Hari ini Reno sudah mendonorkan darah pada mamanya tinggal menunggu siuaman saja sekarang Reno sudah mau pulang kerumahnya untuk istrahat, tapi saat Reno ingin pergi, Reno melihat Kinan dan Anto serta Ririn, Reno yang sedang menggendong Mala kedalam rumah sakit.
Reno yang penasaran dengan mereka mengikuti dari belakang, Reno melihat mereka pergi keruang spesialis gigi. jadi anaknya sakit gigi "dasar orang tua nggak menjaga anak dengan baik, asik bermesraan aja" gerutu Reno.
Saat Reno hendak pergi ada yang memanggil namanya, Reno menoleh ternyata ada Ririn yang keluar dari ruangan itu dan Ririn belum mengunci pintu, Mala yang ada didalam ruangan itu berlari kedepan Reno dan memeluk kakinya. Reno sangat heran dengan sikap anak Kinan yang datang padanya. Reno segera duduk mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil itu. saat mata mereka berjumpa.
Deg... jantung Reno berdetak tidak karuan.
"Papa, Papa kok ninggalin Mala sama Mama" ucap Mala menangis dipelukan Reno.
"Sayang, jangan ngomong gitu Om ini bukan Papa kamu" ucap Reno sambil meng-lap air mata Mala.
Kinan datang dari belakang mereka menyahut jawaban Reno.
"Mala sayang sini sama Mama kita obati dulu gigi Mala ya! Om ini bukan Papa Mala, Papa Mala pergi jauh bukan Om ini" ucap Kinan membelai rambut Mala.
"Tapi Ma, tadi malam aku lihat Papa ini dalam mimpi Mala, Papa membeli aku mainan" jawab Mala, Kinan mendengar jawaban Mala segera menggendong Mala dari hadapan Reno.
🌟🌟🌟
Jangan lupa vote dan like ya ❤
__ADS_1