
🌟🌟🌟
Mira membuka pintu dan terlihat Stevan sudah selesai mandi.
"Itu apa sayang?" Stevan penasaran dengan botol yang ada ditangan Mira.
"Ini minyak urut, aku mandi sebentar ya, habis itu biar aku urut badan mu, pasti kamu kecapean" ucap Mira sambil berjalan kekamar mandi.
Lima belas menit Mira sudah keluar dengan memakai baju piyama warna pink, mukanya sudah terlihat segar setelah selesai mandi.
Mira berjalan kearah kaca rias untuk menyisir rambutnya, kemudian Mira menyusul Stevan kekasur.
"Sayang aku pijitin ya" Mira meminta ijin kepada Stevan, tanpa menjawab Stevan langsung tengkurap diatas kasur supaya Mira bisa mengurut punggung Stevan.
Dengan sabar Mira mengurut Stevan sampai membuat Stevan ketiduran.
"Sayang sudah selesai" ucap Mira dan tidak ada jawaban Mira mencoba melihat mata Stevan ternyata sudah tidur.
🌟🌟🌟
Hari ini adalah hari dimana Stevan dan Nana sekretarisnya bertemu dengan pemimpin perusaan YZ disebuah hotel yang berbintang mengingat pimpinan perusaan YZ bukan orang sembarangan.
Persentasi perusaan XY group sudah selesai tinggal menunggu komentar dari dari YZ apakah mereka suka atau tidak.
"Begini bapak, ibu, kami sangat suka dengan persentasi dari perusaan kalian tapi disini saya cuma mau bilang, kalau saya menolak permintaan perusaan kalian untuk menanamkan saham saya kepada kalian".
Dengan muka yang lemas Stevan mencoba bernego dengan lawan bicaranya yang bernama Adrian.
"Maaf pak Adrian, apakah bapak bisa menjelaskan dimana letak kekurangan dari kami sehingga bapak menolak perusaan kami" ucap Stevan mencoba tenang tapi sudah mulai resah.
"Maaf pak Stevan konsep anda sangat mirip dengan konsep GT company, jadi saya lebih tertarik kepada mereka" kami permisi ucap Adrian pergi dari ruangan itu.
Stevan sudah kembali ke XY group dia duduk dengan lemas dikursi kebesarannya, dia sangat pusing dia belum lama memimpin XY grup tapi dia belum bisa menunjukkan kemampuannya.
Mira yang menunggunya diruang istrahat datang menghampiri Stevan kekursinya.
"Sayang bagaimana dengan rapatnya, apa berjalan dengan lancar".
__ADS_1
"Maaf sayang, aku belum bisa meyakinkan mereka aku gagal padahal ini pertama bagiku untuk mencari orang yang mau menanam saham duperusaan ini" ucap Stevan sedih.
Stevan mengambil HP dari saku jasnya dan menghubungi Kinan.
"Hallo Kinan, aku minta maaf aku belum bisa meyakinkan perusahaan YZ untuk menanamkan modal diperusaan kita, kayaknya ada orang yang membocorkan proposal kita sehingga proposal kita sangat mirip dengan GT company" ucap Stevan panjang lebar dengan muka yang ditekuknya diatas meja.
"Baiklah kakak ipar, tidak masalah kalau kakak gagal kali ini, masih banyak investor yang mau menanam saham diperusaan kita" ucap Kinan memberi semangat.
Mira yang melihat Stevan merasa terpuruk merasa bersalah kepada suaminya, Mira bukannya mendukung malah dia menghancurkan semangat suaminya, niat hati membuat Kinan terpuruk malah suaminya yang terpuruk.
"Sayang kamu jangan sedih, betul kata Kinan masih banyak investor yang mau menanam saham diperusaan ini" ucap Mira memeluk suaminya.
"Kenapa bukan wanita sialan itu yang terpuruk, kenapa malah suamiku yang jadi terpuruk begini?" batin Mira marah besar kepada Kinan.
"Terimakasih sayang kamu selalu menyemangati ku" Stevan membalas pelukan Mira.
🌟🌟🌟
Dikediaman Kinan dan Reno.
"Nggak ada sayang, cuman sedikit kepikiran aja sama kakak ipar dia tidak berhasil mendapatkan kepercayaan YZ untuk menanam modal di XY group" ucap Kinan menjelaskan.
"Kayaknya ada yang membocorkan proposal XY group kepada saingan kita GT company" tambah Kinan lagi.
"Bagaimana kamu seyakin itu sayang?" tanya Reno.
"Kata Stevan proposal XY group dan GT company mirip sedangkan XY group punya proposal sendiri, apakah kamu bisa mencari siapa dalang dari semua itu yank" tanya Kinan.
"Aku belum bisa pastikan yank, tapi yang kita tau cuman Nana dan Stevan yang paling mengerti tentang proposal itu, siapa yang patut dicurigai sedangkan Nana sudah lama bekerja dengan mu, Stevan orang yang kamu percayai" ucap Reno.
"Nanti aku coba selidiki ya sayang" ucap Stevan membelai rambut bumil itu.
Kinan yang sekarang sudah tidak ngidam yang aneh-aneh lagi, paling setiap pagi muntah-muntah karena mual, hal itu membuat reno sedikit lega walau masih sering was-was.
"Hallo Hendra, saya mau kamu selidiki GT company yang ada dibali, apakah dia ada berhungan dengan orang-orang yang bekerja di XY grup dalam satu bulan ini, saya mau laporannya malam ini".
Reno menelfon orang kepercayaannya yang ada dibali untuk mengawasi GT company.
__ADS_1
"Sayang semuanya sudah abang urus tinggal menunggu hasilnya malam ini, mudah-mudahan secepatnya kita mengetahui dalang dari semua ini" ucap Reno menggemgam tangan istrinya.
"Terimakasih sayang, kamu memang selalu bisa diandalkan" ucap Kinan gemas pada suaminya itu.
Sama halnya dengan Stevan stelah dia mendapat semangat dari istrinya, dia langsung memanggil Nana sekretarisnya kedalam ruangan.
Nana sudah duduk di sofa yang ada diruangan Stevan, sedangkan Mira juga duduk disamping suaminya.
"Nana saya mau kita menyelidiki siapa dalang dari semua masalah ini, saya nggak mau hal ini terulang lagi, jadi malam ini kita selidiki siapa yang berani bermain-main dengan ku" ucap Stevan marah.
"Sayang sudahlah tidak usah diperpanjang percuma saja" ucap Mira memegang bahu Stevan supaya sedikit tenang dari amarahnya.
"Nana kamu boleh keluar nanti saya hubungi kamu ya"
"Baik pak, saya permisi" Nana pergi dari ruangan itu menuju ruangannya.
"Sayang kalau masalah ini tidak bisa kutuntaskan, sepertinya aku tidak pantas untuk jadi pemimpin diperusaan ini, dan juga kita bergantung pada perusaan ini, kalau sampai aku tidak bekerja disini lagi, aku harus mecari pekerjaan lagi yang belum tentu jadi seperti sekarang ini, kamu paham kan sayang?" ucap Stevan.
"Baiklah sayang apapun jadi keputusan mu aku akan selalu mendukung mu" ucap Mira memberi senyumnya kepada Stevan.
🌟🌟🌟
Makan malam sudah usai kini Stevan dan Mira sudah berada didalam kamar, tiba-tiba suara HP Mira berbunyi ada nomor baru masuk ke HP Mira, dia mengangkatnya dan berbicara sebentar.
"Sayang teman aku datang ke Bali ini katanya mau bertemu dengan ku, aku keluar nggak papakan" ucap Mira bergegas mengganti bajunya.
"Kamu nggak papa sendiri, soalnya malam ini aku akan menemui Nana dan mencari tahu masalah tadi siang" ucap Stevan.
"Nggakpa-pa kok sayang aku pamit ya, Bye" Mira mencium pipi Stevan dan berlalu pergi.
Saat ini Stevan dan Nana menuju sebuah cafe, mereka berjumpa disana untuk mencari tahu dan strategi yang digunakan.
Tiba-tiba mata Nana melihat seseorang yang tidak asing baginya.
...🌟🌟🌟...
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...
__ADS_1