
🌟🌟🌟
Saat dia memanggil ku dan menyuruh ku membuka bajunya, hati ku menyuruh membantu dia, tapi otak bekerja keras untuk berkata kasar padanya.
Jam sudah menunjukkan jam 5 sore, kami sudah siap-siap untuk acara resepsi, kami berangkat dari rumah menuju gedung hotel yang besar itu, resepsi ini diadakan sangat meriah karena semua kolega bisnis diundang, banyak wartawan yang meliput acara ini mengingat sekarang aku adalah seorang CEO perusaan terbesar di indonesia.
Acara berjalan sangat lancar banyak tamu yang mengajak kami berfoto, sekarang aku sudah merasakan sakit dikaki ku karena lama berdiri.
🌟🌟🌟
Malam ini kami menginap dihotel tempat kami merayakan resepsi, sekarang kami sudah berada dikamar, aku memutuskan mandi terlebih dahulu dan tidur. aku tidak menunggu dia selesai mandi dan duluan tidur.
Jam 5 pagi aku sudah Bangun dan mendengar suara kemercik air didalam kamar mandi, mungkin dia tidak tau aku sudah bangun, dia keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang kecil, ini pertama kalinya aku melihat dia hanya mengenakan handuk, dia terlihat begitu cantik dan imut, tapi sayang aku sama sekali tidak tertarik dengannya.
Setelah dia selesai memakai baju aku pura-pura bangun dan segera pergi kekamar mandi, untuk melakukan ritual mandi, kurang dari 15menit aku sudah keluar dengan handuk yang melilit dipinggang ku, kulihat dia sempat melirik ku tapi kembali dia mengalihkan pandangannya. sudah lebih dari seminggu ini kami memang sudah jarang komunikasi.
"Bang hari ini aku ada urusan penting, jadi aku ke kantor sebentar habis itu aku langsung pulang kerumah sekalian ambil barang dari apartemen"
"Besok aja urus, apa kata orang nanti istri dariku sudah pergi kemana-mana baru menikah satu hari, kamu jangan sampe buat aku malu, kalau kau lakukan itu, aku jamin hidupmu tidak akan tenang didunia ini" aku mengancamnya karena aku nggak suka dia bertanya samaku hal apapun itu.
"Baiklah bang, jam berapa kita pulang kerumah?"
"Sekarang juga kita pulang, kamu bersiaplah aku tunggu dibasement" sambil berjalan meninggalkan Kinan didalam kamar.
"Kamu lama banget sih, cuman jalan aja lambat banget"
"Maaf bang, jadi aku ketoilet bentar" untuk sekarang aku lihat dia cukup pendiam, berbicara pun seadanya. dijalan mau pulang kerumah aku mengendarai mobil sangat kencang dari biasanya.
"Bang pelan dikit jalannya nanti kalau kita kecelakaan bagaimana?"
"Kamu diam deh, bawel banget tinggal duduk saja! kalau nggak kamu yang mengemudi" aku langsung turun dari kursi kemudi dan menyuruh dia yang menyetir mobil.
Ketika kami sampai dirumah mama menunggu kami didepan rumah.
__ADS_1
"Kok Kinan yang menyetir Ren?"
"Reno capek Ma, jadi Reno suruh aja Kinan yang menyetir, lagian dia mau kok, yaudah Ma aku kamar dulu ya mau istirahat" ucapku sambil meninggalkan mereka di teras depan.
🌟🌟🌟
POV Kinan
Aku sudah memutuskan untuk merebut hatinya kembali, dengan cara berlahan, tapi aku juga akan menjaga jarak dengannya, tidak sedekat kami pacaran. hari ini ketika perjalan pulang kerumah aku melihat dia mengemudi mobil tidak seperti biasanya, aku mencoba untuk menegornya tapi malah aku disuruh untuk mengemudi, agar menghindari pertengkaran, jadi aku memutuskan mengemudi mobil ketika dia menyuruh ku menyetir mobil.
Saat kami sampai dirumah pun dia meninggalkan ku bersama mama diteras rumah, sedangkan dia pergi kekamar tanpa mengajak ku.
"Sayang, kok muka Reno kayak nggak senang? dia kenapa?"
"Kinan juga nggak tau ma, mungkin dia banyak kerjaan di kantor" jawabku berbohong.
"Yaudah sekarang kamu istirahatlah kekamar, kalian belum sarapankan? nanti biar pelayan yang mengantarnya". karena mama menyuruhku istirahat, aku pergi kekamar menyusul bang Reno. saat aku masuk, aku melihat Reno sudah tidur ditempat tidur, aku juga memutuskan untuk tidur, aku bergegas mengambil selimut dari lemari dan tidur disofa.
Belum sempat aku tidur, aku sudah mendengar suara ketukan pintu, segera kubuka pintu ternyata pelayan datang mengantar makanan untuk kami.
"Letakkan dimeja aja buk, terimakasih ya" ucap ku.
"Bang bangun, kita sarapan yok"
"Aku ngantuk kamu makan aja duluan, jangan ganggu aku, dan satu lagi jangan pernah sentuh aku kalau kita dikamar ini" jawabnya ketus.
Selesai makan aku pergi kebalkon, aku duduk sambil termenung "kenapa nasibku begini? dari dulu aku tidak pernah merasakan kasih sayang? aku sudah melakukan ini dengan sekuat tenaga ku, bertahan dalam kesengsaraan", tanpa sadar air mata ku jatuh tanpa bisa aku hentikan. karena aku capek memikirkan hidupku, aku mengantuk dan berjalan kesofa untuk tidur siang.
Ketika makan malam sudah selesai kami semuanya duduk diruang tamu bersama mertuaku.
"Reno, kaliankan baru menikah pergilah bulan madu! minggu depan kalian berangkat ini sudah memesan tiket untuk kalian" sambil meyerahkan tiket untuk pergi kebali.
"Ma, Reno banyak pekerjaan, Reno kan baru jadi pemimpin masih banyak yang perlu Reno pelajari, jadi kita tunda aja dulu ma?" tawar Reno dengan keputusan Mama.
__ADS_1
"Reno, mama nggak suka penolakan jadi bersiaplah minggu depan kalian akan pergi! sekarang pergilah kekamar istrahat yang cukup" perintah Mama.
Seperti biasa didalam kamar aku tidak berbicara sekali sama dia, aku langsung mengambil selimutku dan tidur disofa. begitu juga dengan bang Reno dia bergegas tidur ke tempat tidur tanpa menawarkan aku tidur disana.
🌟🌟🌟
Hari ini kami sudah pergi kekantor masing-masing tapi dia mengantarku ke restoran XY karena mobil ku masih diapertmen.
"Bang, nanti sore mungkin aku lama pulang karena kerjaan ku banyak, terus ada yang mau aku ambil dari apartemen" ucap ku minta izin.
"Dengar ya Kinan, mulai sekarang kamu nggak usah minta izin pada ku, apapun jadi aktivitas mu lakukan saja, asal kamu jangan sampai merugikan aku"
"Bang, aku minta izin karena aku menganggap abang sebagai suamiku"
"Tapi aku tidak menganggap mu istri, asal kamu tau aja aku itu jijik melihat wajah sok polos mu itu,dan mulai sekarang pergi kerja sendiri jangan merepotkan ku"
"Bang, kamu kok tega sih ngomong gitu"
"Sekarang kamu kaluar, udah sampe" ketika aku sudah turun, tanpa bicara dia langsung pergi dari hadapan ku.
"Sabar kinan, masalah seperti ini sudah sering kamu rasakan, anggap seperti angin berlalu" sambil menyemangati diriku yang selalu terluka.
🌟🌟🌟
Hari ini adakah hari dimana kami berangkat kebali, karena tidak bisa menolak keinginan Mama akhirnya kami berangkat kebali.
"Sayang kalian hati-hati ya dijalan, nanti kalau sudah sampai kabari Mama. dan bekerja keraslah biar mama cepat dapat cucu" kata Mama mertuaku yang kujawab dengan senyuman.
"Ya udah kami berangkat dulu ya Ma, Pah kami pamit pergi dulu" ucap ku sambil menyalim kadua tangan mertua ku.
🌟🌟🌟
Jangan lupa like ya
__ADS_1
Makasih ❤❤❤