GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 43 Gadis Cute Dan Mandiri


__ADS_3

🌟🌟🌟


"Owhh jadi yang berbicara sama ku dari tadi pagi ditelfon itu Stevan" Tanya Reno pada Kinan, yang dijawab anggukan oleh Kinan.


"Lihat aja aku akan memotong Bonus kerjanya bulan ini" ucap Reno serius.


"Jangan sayang, kasian dia keluarganya membutuhkan uang" ucap Kinan, karena kasihan kepada Stevan kalau sampai bonusnya dipotong mengingat keluarga Stevan kelas menengah kebawah.


"Kalau kamu tidak mau hal itu tidak terjadi maka terima hukuman mu sekarang" ucap Reno ingin menyerang Kinan, tiba-tiba gerakan Reno berhenti saat Kinan berbicara.


"Sayang, kita belum cek lho apakah kita bisa melakukannya atau tidak kalau masih hamil muda" ucap Kinan.


"Hufff" ucap Reno menenggelamkan kepalanya dikasur yang empuk itu.


"Tadi kamu bilang mau kasih kado kepada ku, tunjukin sekarang karena kamu belum memberinya padaku" ucap Reno.


Kinan mengambil kotak dari dalam tasnya sebuah kotak kecil. Reno yang penasaran bertanya pada Kinan.


"Sayang ini apa" ucap Reno.


"Buka aja sayang, mudah-mudahan kamu suka" ucap Kinan cemas takut Reno tidak menyukainya.


Saat Reno membukanya dia melihat ada dua sebuah kertas, kertas pertama sebuah surat dari rumah sakit tentang kehamilan Kinan, kertas kedua sebuah tiket keberangkatan ke Jakarta.


"Sayang ini semua maksudnya apa" Tanya reno belum mengerti.


"Sayang ini surat dari rumah sakit, tadi aku mengecek dan memastikan kehamilan yang dikasih tau dokter semalam, dan yang kedua aku sudah membeli tiket untuk kita berangkat ke Jakarta bulan depan, aku sudah setuju pulang ke Jakarta" ucap Kinan menjelaskan kedua surat itu.


"Kapan kamu pergi kerumah sakit sayang" Tanya Reno penasaran.


"Tadi setelah kamu mengantar ku kerumah aku langsung pergi untuk menceknya dan akan memberimu sebagai Kado" ucap Kinan.


"Jadi saat aku panik, kamu pergi sendiri kerumah sakit, kamu nakal banget ya" ucap Reno mencubit pipi Kinan.


"Jadi apa keputusanmu sudah bulat untuk pindah ke Jakarta?" Tanya Reno memastikan, yang dijawab anggukan oleh kinan.


🌟🌟🌟


Dikamar lain.


Stevan membuka matanya dan melihat ada wanita tidur didekatnya, Stevan begitu terkejut saat melihat dirinya dan perempuan itu tidak memakai apapun.


"Hhhheh" ucap Mira baru baru bangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Kamu ngapain tidur dikamar ku kenapa tidak meninggalkan ku tadi malam saat kamu selesai mengeluarkan h*sratmu?" Tanya Mira.


"Maaf saya tidak tau mengapa saya bisa disini, jadi apakah kita sudah melakukannya?" Tanya Reno polos.


"Jadi anak buahku salah sasaran" guman Mira dalam hati.


"Asal kamu tau kamu sudah meniduri saya, kamu harus tanggung jawab" ucap Mira galak.


"Kayaknya bisa aku manfaatin nih.." guman Mira.


"Baiklah saya akan bertanggung jawab, tapi biarkan saya berbicara pada orang tua saya" ucap Stevan, dijawab anggukan oleh Mira.


"Tidak masalah menikah dengan anak bodoh, ini kayaknya dia sangat polos" batin Mira bersorak.


"Aku menunggu mu tapi pagi ini kamu harus berbicara kepada orang tuaku" ucap Mira lagi.


🌟🌟🌟


Semua orang sudah sarapan pagi dihotel itu, Stevan memberanikan diri untuk berbicara.


"Maaf semuanya, saya mau bilang bahwa saya sudah berbuat salah kepada Mira, saya tidak tau siapa yang memberi saya obat perangsang tadi malam, sehingga membuat saya lepas kendali, sekali lagi saya minta maaf" ucap Stevan menunduk.


Mira yang duduk didepan stevan tersenyum puas, "Tidak masalah kalau bukan wanita s*alan ini yang meminum obat itu, yang penting aku masih ada celah menghancurkannya" batin Mira.


"Siapa yang memberi mu obat itu?" Tanya Reno.


"Saya tidak tau tuan, kemaren ada seorang pelayan yang memberi saya minuman ada tiga gelas satu untuk saya, untuk kak Kinan, dan untuk tuan" jawab Stevan masih polos.


"Pasti ada orang berniat jahat kepada kami" ucap Reno.


"Siapa ya Yang tega membuat itu?" batin Reno, kini Reno mulai cemas mungkin ada musuh dalam selimut pikirnya lagi.


"Baiklah nak stevan saya tidak menyalahkanmu, ini juga bukan kemauan mu, jadi kapan kamu akan menikahi putri kami" Tanya Ayah Mira.


"Saya belum memastikan tuan, saya harus meminta restu kepada orang saya dahulu, karena restu orang tua itu perlu" ucap Stevan.


"Baiklah kami tunggu kapan kamu siap, kalau bisa jangan menunda waktu bagaimana Pun umur kalian sudah matang terlebih Mira Sudah menginjakkan 36 tahun" ucap Ayah Mira lagi.


🌟🌟🌟


Kinan dan Reno Sudah didalam mobil untuk perjalanan pulang, bersama Mala yang setia dipangkuan Mamanya kalau naik mobil.


Sedangkan orang tua mereka lain mobil menuju rumah Reno, mereka semua akan pulang kalau urusan Mira sudah selesai.

__ADS_1


"Sayang aku takut deh ada orang jahat yang mengincar kita" ucap Kinan.


"Sayang, dari perkiraan ku ada orang yang tidak suka dengan kebahagian kita, jadi mulai sekarang apapun yang menimpa rumah tangga kita, marilah kita untuk saling mempercayai, kita tidak boleh goyah lagi, seperti dulu" ucap Reno memberi Saran.


"Aku jadi berpikir, kalau dulu yang menjebakku adalah orang yang sama, mungkin dia akan mencoba memisahkan kita lagi" ucap kinan mengingat dimana dia dijebak orang hingga mengakibatkan dirinya dan suaminya pisah sampai 9 tahun.


"Tapi siapa ya bang?" Tanya Kinan pada Reno.


"Abang juga tidak bisa menebak yank, intinya sekarang kita sudah bisa bersatu kembali" ucap Reno menggemgam tangan Kinan.


Mala yang mendengar ucapan sepasang suami istri itu mulai kepo yang dibicarakan tadi dihotel.


"Jadi tante Mira dan Om Steven akan menikah Ma?".


"Ia sayang, tapi nggak tau kapan" jawab Kinan.


"Sayang aku jadi punya ide, bagaimana kalau XY group nanti kita serahkan kepemimpinannya kepada Stevan, bagaimana pun dia sudah menjadi abang ipar kita nantinya" ucap Kinan memberi Saran.


"Bagus juga itu sayang, biar nanti di Jakarta kamu fokus sama anak kita saja" ucap Reno menyetujui usulan Kinan.


🌟🌟🌟


Di tempat lain Mia dan suaminya lagi nge-teh diruang tamu rumah Anto.


"Pah kalau mama lihat-lihat kalau kinan tersenyum kok mirip Papa ya?" Tanya Mia.


"Mirip dari mana Mah, aku nggak pernah memperhatikan dirinya, tapi kadang papa merasa nyaman kalau sedang memeluknya" ucap Ridwan.


"Nah itu dia pah, jangan-jangan..... "


Ucapan Mia dipotong Ridwan


"Ma jangan mikir aneh-aneh deh nggak mungkin dia" ucap Ridwan.


"Nggak mungkin apa pah?" Tanya Anto datang bersama Ririn dari kamarnya.


"Mama kamu nih ngehalu" ucap Ridwan pada Anto.


Anto dan Ririn ikut menikmati pagi dengan menikmati teh yang disajikan pelayan pagi ini, tanpa terasa mereka ngobrol-grobrol hampir sejam, begitulah keluarga bahagia itu setiap hari minggu, selalu menghabiskan waktu untuk saling berbincang, baik masalah kerja atau pun keseharian Ririn dan mertuanya selama seminggu.


...🌟🌟🌟...


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Ya...

__ADS_1


__ADS_2