
🌟🌟🌟
"Permisi mbak ini pesanannya" ucap pelayan itu ramah, berbeda dengan Mala yang mengerutkan kening, dia merasa tidak memesan minuman kepada siapa pun.
"Maaf mbak saya tidak ada memesan ini, mungkin mbak salah orang" jawab Mala.
"Nggak mbak tadi saya disuruh pelayan yang...... " pelayan bernama Nina itu menunjukkan arah Jeni tadi tapi nggak ada lagi disana.
"Yaudah deh mbak sini biar saya minum terimasih ya" ucap Mala tersenyum walau dia tidak ada memesanya dia juga tidak mau membuat pelayan itu kecewa.
Saat Mala ingin meminumnya ada seorang wanita cantik datang kehadapannya.
"Maaf mbak kayaknya itu minuman saya, pelayan tadi salah orang, saya memesan minuman ini secara khusus" jawab perempuan itu lalu pergi begitu saja ketika minuman itu ada ditangannya.
"Datang-datang langsung minta minuman terus pergi lagi tanpa ngomong aneh nih wanita cantik" batin Mala.
Mala yang memang tak menginginkan minuman itu tidak perduli walau sudah diambil orang, Mala berjalan menuju Riko yang sedang berdiri lalu berbisik ditelinga Riko.
"Sayang temani aku ke toilet bentar ya" ucap Mala pelan.
"Saya permisi sebentar ya, mau menemani istri saya" Riko pamit dari hadapan teman bisnisnya.
Riko dan Mala berjalan dikerumunan orang-orang yang menikmati pesta itu, tiba-tiba Riko melihat Jeni melintas didepannya.
"Jeni..." panggil Riko.
"Acchh ia Riko ada apa?" tanya Jeni santai mengingat ini di luar jam kantor.
"Kamu temani istri saya ke toilet ya, sekalian jaga istri saya ini dulu soalnya saya mau bergabung bersama teman-teman saya. dan satu lagi jangan sampai lecet sedikit pun" Riko lalu meninggalkan mereka.
Dengan hati yang dongkol Jeni menemani Mala ke toilet dan duduk kembali kekursi, Jeni yang menemani Mala merasa sangat bosan.
"Buk Mala kayaknya pekerjaan aku masih ada, nggak apa-apakan aku tinggal sebentar" ucap Jeni.
"Kalau kamu masih sibuk pergi aja aku nggak apa-apa ko disini sendiri" ucap Mala tersenyum.
Jeni meninggalkan Mala dikursinya dengan sangat dongkol.
__ADS_1
"Apa dia nggak bisa lihat apa banyak tamu yang mau dilayani, memamg cuman dia tamu disini" batin Jeni.
Dari jauh Riko melihat Mala yang sudah duduk sendirian Riko segera menghampiri, dengan senyuman paling manis untuk istrinya.
"Jeninya mana sayang?" tanya Riko pura-pura polos, sebenarnya dia hanya ingin mengerjai Jeni karena selama ini membuatnya kesal.
"Dia ada pekerjaan sayang, kamu duduk sini" ucap Mala menggeser kursi supaya Riko bisa duduk disampingnya.
"Baiklah hadirin semua kali ini kita ada acara dansa dengan pasangan sebelum acara pesta meriah ini kita akhiri, baiklah untuk abang yang ganteng dan kakak yang cantik siapa mau berdansa dengan pasangannya silahkan maju ketengah ruangannya ini" ucap protokol itu.
"Kita undang untuk 10 pasangan untuk dansa sesi pertama ya, silahkan maju abang, kakak" ucapnya lagi.
Satu persatu orang maju ketengah ruangan itu, termasuk Bimo dan Istrinya.
"Satu pasang lagi abang yang ganteng ayok pasangannya diajak untuk berdansa" ucap protokol itu lagi.
Dimeja belakang Riko mengajak Mala untuk berdansa.
"Sayang kita dansa yok jarang-jarang lho kita berdansa" ajak Riko.
"Nggak usah malu sayang, nanti aku ajari" ucap Riko.
"Satu pasang lagi ayok siapa yang mau" ucap protokol itu lagi.
Riko dan Mala masuk kesana, Riko menggandeng tangan Mala.
"Wahhh ada pasangan yang serasi nih, tepuk tangan yang meriah" protokol itu memuji Riko dan Mala.
Semua orang yang ada disana bertepuk tangan dan bersorak hanya Jeni yang tidak bertepuk tangan karena selalu kesal kalau melihat mereka.
Dansa dimulai dengan alunan musik yang merdu membuat semua orang yang berdansa merasakan sensasi yang romantis, semua orang yang berdansa mengeluarkan senyum yang manis kepada pasangannya.
Mala yang tadinya mengaku tidak tau berdansa nyatanya dia bisa mengimbangi alunan musik walau masih terlihat kaku sedikit.
"Sayang kamu sangat cantik malam ini" ucap Riko dengan tangan yang berada di pinggang sang istri.
"Dari dulu aku sudah cantik kok yank, kamu aja yang menyadarinya" ucap Mala yang tidak mampan dengan rayuan suaminya.
__ADS_1
Keduanya masih setia menggerakkan kaki kesana kemari hingga alunan musik selesai.
Tanpa mereka sadari ternyata semua orang yang berdansa tadi sudah duduk kembali hingga menyisakan mereka berdua yang masih stay dalam berdansa.
"Tepuk tangan dengan pasangan dansa untuk malam ini, mereka memenangkan dansa malam ini dengan durasi yang sangat lama, wahhh sangat cantik dan ganteng, kami mengundang saudara untuk naik kepanggung" ucap protokol itu kepada Riko dan Mala.
Riko dengan gagahnya menggandeng tangan Mala naik keatas panggung.
"Apakah perempuan cantik ini pacar anda?" tanya protokol itu tanpa melihat kearah perut Mala ada sedikit benjolan karena sedang hamil.
Dengan senang Riko meminta mic dari tangan protokol itu.
"Saya Riko CEO dari perusaan MM, wanita cantik disamping saya bukan pacar saya" Riko menjeda ucapannya "Tetapi dia istri saya satu-satunya yang sangat saya cintai dan sayangi, apalagi kondisninya sekarang sedang mengandung buah hati kami" ucap Riko dengan bangga memperkenalkan Mala didepan banyak orang.
Walau pesta mereka megah dulu tapi karena dilaksanakan di Jakarta dan kemungkinan belum banyak yang mengetahuinya.
Mala yang mendengar ucapan Riko terharu lalu melap air mata bahagia di pipinya. Riko melihat istrinya mengeluarkan air mata langsung meng-lap air mata istrinya itu.
Lalu mencium bibir Mala dengan lembut, ********** dan juga menggigit kecil bibir mala hingga mala membuka mulutnya. riko mengekpos semua gigi didalam mulut mala, riko juga mengh*sap lidah mala dengan lembut 5 menit riko melepaskan ciumannya, semua orang bertepuk tangan.
"Dia sangat mudah terharu kalau saya memujinya, itulah yang membuat saya makin mencintainya, terimakasih atas tepuk tangannya" ucao Riko menyerahkan mic itu kembali kepada protokol.
Perempuan yang ada dipojok ruangan merasa sangat panas melihat adegan itu siapa lagi kalau bukan Jeni yang suka iri hati.
"Kenapa obat yang aku kasih tadi tidak mampan, biar aku kasih tu istri kesayangannya kepada Om Om yang gatal" batin Jeni.
Malam hari ini semua orang menikmati pesta dengan bahagia termasuk Mala dan Riko, keduanya sudah lelah dan memutuskan pulang karena malam sudah semakin larut.
"Sayang terimakasih ya atas ucapan mu tadi di panggung aku sangat senang mendengarnya" ucap mala jujur, sambil mendudukkan bokongnya ke kursi mobil.
"Kalau begitu aku mau kamu memanjakan ku malam ini dengan cara yang kamu lakukan minggu kemaren" ucap Riko.
"Yang mana sayang?" tanya Mala yang memang tidak tau maksud Riko.
...🌟🌟🌟...
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...
__ADS_1