
🌟🌟🌟
"Nggak tau aku sayang, aku aja baru bangun belum Ada melihat Papa keluar kamar".
"Bukannya satu kamar sama Papa?" Tanya Mala sambil meletakkan susunya diatas meja lalu mendudukan bokongnya diatas sofa.
"Nggak".
"Kok jutek gitu sih, ada apa?" Mala meneliti wajah Riko seperti sedang kesal dengan dirinya.
"Aku nggak papa" jawab Riko lagi dengan cuek sambil menonton TV yang tidak masuk akalnya.
"Kok jadi merajuk sih, kenapa kamu hah.....?" Mala mencubit kedua pipi Riko dengan gemas.
"Aku bete tau gara-gara kamu tidur sama Mama, Papa juga nggak mau tidur bareng aku, terpaksa deh aku tidur sama Mama Papa ku" Riko mulai menjawab yang membuat hatinya dongkol.
"Haha maafkan aku sayang, nanti malam kamu tidur dikamar kita lagi kok" Mala mencoba Membujuk Riko.
"Nggak usah aku tidur dikamar tamu aja".
"Jadi kamu nggak mau tidur dikamar Lagi yaudah aku pergi" Mala mengambil susunya dari meja dan mengambil ancang-ancang untuk pergi.
"Mau kemana?" Tanya Riko balik kini laki-laki itu menghadap kearah istrinya.
"Mau pergilah kalau bisa pergi dari rumah ini" riko geleng-geleng kepala mendengar ucapan Mala.
"Bukannya seharusnya aku yang marah kok jadi dia yang marah?" batin Riko sedetik kemudian Riko menc*um rakut bibir Mala sampe Mala terengah-engah.
"Kamu mau bunuh aku ya?" Mala menampar tangan Riko karena perbuatan Riko membuatnya sulit bernapas.
"Makanya kalau ngomong jangan asal keluar".
"Aku..... " ucapan Mala berhenti kala Riko kembali menyatukan b*bir mereka.
"Ehmm....." Tiara dan Bram keluar dari kamar melihat adegan itu.
"Riko ini masih pagi, satu malam aja pisah sama istri udah kebelet lagi ya, tahan dulu masih banyak orang dirumah ini" ucap Tiara.
"Yaudah aku kekamar dulu ya mah" Riko mengambil susu Mala dari meja dan satu tangannya memegang tangan Mala.
"Ayo kekamar kalau kamu nggak mau aku lahap disini" bisik Riko ditelinga Mala, Karena masih mempunyai rasa malu Mala hanya menurut saja dengan ucapan Riko.
Sesampai dikamar Riko langsung menyuruh Mala duduk dikasur.
"Minum susunya dulu sayang sebelum dingin" Riko berkata sangat lembut sambil membelai rambut Mala kebelakang.
__ADS_1
"Ini pasti ada maunya" batin Mala lalu meminum susu yang ada digelas sampai tandas.
"Auu.....perut ku kayaknya sedikit kram sayang" Mala menampilkan wajah yang pura-pura sakit, supaya Riko tidak mengajaknya bertempur.
Riko reflek memegang perut Mala yang sudah besar itu, lalu kepalanya mendekat kearah perut Mala, "sayang kalian jangan nakal ya jangan buat perut mama kalian kram" bisik Riko tapi matanya mencuri pandang kearah wajah Mala.
"Owhhh jadi dia mengerjaiku" batin Riko saat melihat wajah Mala tersenyum tapi masih mengatakan kram.
"Sayang kita kerumah sakit sekarang" Riko reflek menggedong Mala.
"Nggak usah sayang udah nggak lagi kok".
Riko menurunkan Mala dari gendongannya kali ini Mala tidak didudukan tapi dibaringkan oleh Riko.
"Kamu membohongiku ya" bisik Riko kini Riko menj*lat leher Mala hingga membuat Mala merasa geli.
"Aku nggak bohong sayang" Mala masih berusaha menjawab walau dirinya kini merasa geli akibat perbuatan Riko.
Riko mengangkat baju Mala keatas hingga dua gunung itu terlihat ingin keluar dari sarangnya, Riko kembali membuka pengait dibelakang.
Riko melihat dengan rakus gunung yang sangat menantang dirinya, tanpa aba-aba Riko mendekatkan bib*irnya dan mulai mengh*sap, menjilat dan mengigit pelan.
Riko mengangkat kepalanya dari sana lalu menutup kembali baju itu.
"Aku mandi dulu ya sayang" Riko menghentikan aksinya membuat Mala memelas.
"Kamu pasti masih capek, jadi nanti malam ajalah sayang" jawab Riko sambil mau berjalan kearah kamar mandi.
"Aku nggak capek kok sayang" Mala memberi lampu hijau kepada Riko.
"Kenak kamu kali ini kan aku hanya ingin kamu memintanya sekali aja padaku" batin Riko tersenyum puas.
Riko membalikkan badannya dan berjalan kearah Mala yang saat ini sudah duduk diatas kasur.
"Jadi sekarang maunya apa?" Riko mencoba memancing Mala.
"Aiss... masak nggak tau".
Riko kembali membaringkan tubuh Mala, lalu membuka semua pakaian yang ada ditubuh Mala hingga tanpa tersisa.
Riko langsung menyatukan miliknya didalam Mala kini suami istri itu terbuai dengan indahnya olah raga pagi bersama pasangan, keringan bercucuran didahi mereka, tanda menyatakan kalau mereka sangat bersungguh-sungguh dalam penyatuan kali ini.
keduanya saling melepas rasa rindu yang sudah seminggu ini tidak merasakan keindahan ini, ketika keduanya mendapat ******* baru permainan ini berhenti, tanpa mereka sadari 30menit telah berlalu. ternyata mereka berc*nta menghabiskan setengah Jam.
"Sayang kamu masih rapat" bisik Riko.
__ADS_1
"Apa kamu senang sayang?" Tanya Mala balik.
"Senang banget sayang, terimakasih ya" Riko mengelus pipi Mala yang kelihatan sudah berisi.
"Kita mandi yok, pasti Mama sama Papa nunggu kita sarapan pagi" Riko membantu Mala untuk bangun.
🌟🌟🌟
Tidak menunggu lama keduanya sudah selesai mandi dan juga memakai baju.
"Sayang bantu aku keringin rambut, aku malu kalau Mama dan Papa memperhatikan rambut ku basah" ucap Mala yang masih asik mengeringkan rambutnya.
"Riko berjalan kearah Mala dan meminta pengering rambut dari tangan Mala, kini Riko sangat fokus mengeringkan rambut Mala. sedangkan Mala hanya tersenyum melihat sumainya dari kaca.
"Sayang kamu ganteng deh kalo lagi ngeringin rambut aku" ucap Mala.
"Brarti kalau sehari-hari aku jelek gitu?" Tanya Riko menghentikan kerjaanya.
"Kamu tetap ganteng, bagiku kamu laki-laki ganteng no 2 dihidupku"
"Nomor satu siapa sayang?".
"Papa" jawab Mala singkat.
"Aku pikir ada laki-laki lain udah mau ku masukkan kamu kekolong tempat tidur".
"Kita turun yok rambutmu sudah kering" Riko mengajak Mala keluar untuk sarapan.
🌟🌟🌟
Hari berganti dengan hari bahkan bulan berganti dengan bulan, usia kandungan mala sudah menginjakkan bulan ke sembilan dimana untuk kelahiran Mala tinggal menunggu hari.
"Sayang pagi ini kita jalan santai ditaman kota yok" ajak Mala.
"Yaudah kita pergi sekarang keburu siang nanti panas" Riko langsung beranjak dari sofa.
Mereka berdua sudah sampai ditaman Karena hari minggu banyak yang berjalan kaki dan olah raga pagi disana, Riko juga sekalian jogging sedangkan Mala hanya berjalan biasa aja supaya ada pergerakan untuknya mepermudah lahiran nanti.
"Sayang kamu minum dulu" Mala memberikan air putih kepada Riko untuk melepas dahaga.
"Terimakasih sayang" Riko meminta air putih itu lalu meminumya sampai tandas.
"Sayang aku belum minum haus juga" Mala merengek karena riko tidak menyisakan untuk dirinya.
"Haha iyakah sayang, kamu tunggu disini ya aku mau beli air mineral dulu" Riko berjalan kearah kantin didekat Taman.
__ADS_1
...🌟🌟🌟...
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya ...