
🌟🌟🌟
Sesampainya didalam rumah Mala langsung dibawa kesebuah kamar yang tidak terlalu besar, mala ditidurkan kembali dikamar itu lalu pintunya dikunci.
"Aku sudah membantu mu membawanya kesini sekarang mama bayarannya" ucap wanita cantik itu kepada Jeni.
"Kita sudah lama berteman tapi kenapa kamu meminta imbalan kepada ku, perhitungan banget sih" omel Jeni.
"Yaudah sekarang kamu urus saja dia nanti aku datang lagi kesini" ucapnya lalu pergi begitu saja meninggalkan Jeni yang sudah duduk santai di sofa.
*****
Riko berjalan dikoridor rumah sakit dengan membawa plastik kresek berisi nasi yang dibeli dari kantin rumah sakit, rasanya Riko tidak sabar sampai diruangan Mala lalu menyantap makanan yang dia beli.
Klek....
Pintu terbuka Riko tidak melihat Mala diatas ranjang rumah sakit, seketika senyum dibibirnya merekah.
"Ternyata dia sudah bangun, baguslah" batin Riko lalu berjalan kearah kamar mandi untuk mengecek keberadaan Mala.
"Sayang kamu sudah bangun ya?" tanya Riko tapi tidak ada jawaban.
Riko membuka pintu kamar mandi itu dan ternyata isinya zonk tidak ada Mala disana, seketika mukanya langsung panik, Riko berjalan keluar untuk menemui suster.
Riko berjalan mencari suster tapi tidak ada yang lewat akhirnya Riko kemeja resepsionis untuk menanyakan keberadaan Mala.
"Permisi saya mau bertanya pasian dikamar 03 kok nggak ada diruangannya ya?" tanya Riko dengan muka yang sangat panik.
"Sebentar ya pak kami periksa dulu" ucap resepsionis itu sambil mengecek komputer untuk memastikan pasian kamar 03.
"Maaf pak pasian seharusnya masih diruangannya atau sekitar rumah sakit, coba Di cari dulu".
"Saya sudah periksa seluruh ruangannya saya mau kalian cari istri saya kalau tidak saya akan menuntut rumah sakit ini" ucap Riko marah karena petugas itu menyuruhnya mencari Mala.
"Baik pak kami akan mencari pasien sampai ketemu" jawab petugas itu.
Riko langsung mencari Mala disekitar rumah sakit, berkeliling kesana kemari tapi Mala tidak ada ditemukan, riko mencoba mengambil HPNya dari kantong celananya.
"S*al.... ternyata aku lupa membawa HP" umpat Riko dalam hati.
Riko berlari kembali keruangan Mala sebelumnya dirawat untuk mengambil kunci mobil.
Setelah itu Riko berlari kecil menuju parkiran, Riko menjalankan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.
Tiba-tiba mobil itu berhenti secara mendadak. "S*al saat genting begini bensin pun habis" umpat Riko membanting setir mobilnya.
__ADS_1
Riko langsung keluar dan menghentikan taksi yang lewat, tujuannya kali ini hanya rumah utama yaitu HPnya untuk menghubungi orang-orang suruhannya.
"Pak Jl xx No.54"
"Baik pak" supir taxsi itu menjalankan mobil dengan kecepatan sedang yang membuat Riko tidak sabar.
"Apa bisa lebih cepat pak, saya Lagi buru-buru" ucap Riko.
Supir taxsi itu membuat mobil itu melaju dengan sangat cepat hingga membuat Riko terseger kekiri kekanan.
"Ternyata bapak ini melebihi pembalap, membuat jantungku bisa copot kalau dia menjadi supir pribadiku" batin Riko memegangi mobil.
"Sudah sampai pak" ucap supir itu hingga Riko sadar dari lamunannya.
"Huftt.... terimakasih pak" ucap Riko menyerahkan uang lembaran berwarna merah.
Riko buru-buru turun dan langsung muntah karena pusing akibat balapan barusan.
"Dasar supir g*la" batin Riko lalu kembali berjalan masuk kedalam rumah dengan sangat buru-buru.
Saat Riko memasuki rumah Tiara dan Bram menelor Riko kembali dengan berbagai pertanyaan.
"Sayang kamu sudah pulang, Mala dimana?" Tanya Tiara.
"Pah,Mah, Mama sama Papa tenang dulu ya, nanti aku jelaskan, sekarang aku mau kekamar dulu" jawab Riko lalu buru-buru naik kelantai 2.
Klik...
Pintu terbuka Riko Langsung menuju dimana Hpnya terletak, 10 panggilan tidak terjawab dan 5 SMS belum terbuka.
Riko segera membukanya dan membaca isi pesan itu, Riko menelfon orang yang mengirim dia sms.
"Halo Nunik, apa istriku baik-baik saja?" Tanya Riko.
"Aku rasa dia baik-baik saja, tadi aku meletakkannya disebuah kamar dirumah Jeni" jawab Nunik santai.
"Aku mau sekarang juga kamu kesana dan pastikan dia baik-baik saja" suruh Riko.
"Baik bos aku segera kesana dan memastikannya".
Nunik adalah wanita cantik yang menculik Mala bersama Jeni, Nunik juga sudah bekerja sama dengan Riko beberapa bulan lalu untuk memata-matai Jeni.
Jeni tidak mengetahui jika temannya Nunik berhianat padanya, sampai saat ini Jeni masih mempercayai Nunik akan membantunya dalam menjalankan misinya terhadap Riko.
****
__ADS_1
Riko langsung turun ke bawah menemui Tiara dan Bram supaya tidak kuwatir dengan keadaan Mala.
Riko mendudukan bokongnya dikursi yang kosong itu lalu menjelaskan apa yang terjadi kepada Mala.
"Coba jelaskan Mala dimana dari tadi mama lihat kamu begitu kuwatir sekarang malah senyum?" ucap Tiara tidak sabar.
"Papa ingat nggak pak Burhan manajer keuangan yang kerupsi lalu dia dipenjara?" Tanya Riko.
"Iya Papa ingat, apa hubungannya dengan pertanyaan Mamamu?" Tanya Bram balik.
"Nah itu dia pah.... anak pak Burhan bernama Jeni Yang dulu dirawat di RSJ bekerja diperusaan kita sebagai offfice Girl dan bulan lalu aku sudah memecatnya karena aku tidak suka dengan cara kerjanya, dia Mencoba mempermainkanku jadi aku ikuti permainan dia sekarang" jawab Riko.
"Maksudnya apa Riko jangan bertele-tele" ucap Tiara tidak sabar.
"Tadi pagi Mala di culik oleh Jeni saat aku lagi keluar membeli Makan".
"Kalau dia diculik apalagi dia termasuk orang yang gangguan jiwa, kenapa kamu sesantai ini? kamu juga ikut gila ya" tuduh Tiara heran dengan kelakuan putranya itu.
"Hahah Mama kok jadi ngengas gitu, semuanya sudah Riko atur, teman Jeni berkomplot adalah orang suruhanku makanya aku bisa mendapatkan informasi secepat ini" Riko menjawab pertanyaan Tiara.
"Cepat lapor polisi aja, kalau ditunggu terlalu lama akan bahaya untuk Mala" ucap Tiara.
"Mama tenang saja, Riko akan ikuti permainan dia sebelum dia mendekam dipenjara" ucap Riko santai.
🌟🌟🌟
Dikediaman Jeni.
Jeni membawa piring berisi makanan menuju kamar dimana Mala disekap, tiba-tiba Nunik datang menghampiri Jeni.
"Biar aku saja yang kasih dia makan, bukannya kamu tidak suka melihat wajahnya" ucap Nunik yang baru datang dari luar.
"Baiklah kamu kasih wanita s*alan itu makan, aku mau keluar dulu kamu kunci rumah dengan bagus jangan sampe Riko datang kesini" perintah Jeni.
Setelah memastikan Jeni pergi dari rumah itu Nunik masuk kedalam kamar.
"Hey Mala" sapanya santai.
"Kamu.... kamu bukannya wanita malam itu yang meminta minuman ku dipesta ulah tahun pak Bimo?" Tanya Mala.
"Haha iya aku adalah wanita itu, aku yang menyelamatkan mu saat mimuman itu diisi obat perangsang oleh Jeni" jawab Nunik.
...🌟🌟🌟...
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...
__ADS_1