GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 71 Gadis Cute Dan Mandiri Season 2


__ADS_3

"Yaudah sekarang mandi dan kita makan bareng Mama sudah siapkan makanan kesukaan mu, biar nanti Mama bantu menyusun bareng" ucap Kinan.


"Terimakasih Mama, tapi biar Sisil saja yang bantu mala menyusun pakaian Mama pasti sudah capek masak buat Mala" Mala memelukn sang Mama dengan sangat erat.


Selesai makan malam Mala dan Sisil pergi kekamar untuk menyusun pakaian yang akan dibawa besok.


Saat mereka berdua asik menyusun baju itu, mala dapat menangkap ada guratan kesedihan dimuka sang adik.


"Kamu kenapa dek?" Mala penasaran kenapa adeknya kayak nggak senang.


"Besok kakak pergi pasti aku bakal kesepian lagi disini" Sisil memeluk sang kakak sambil menangis.


"Kok tukang rusuh ini bisa menangis bukannya senang musuhnya bakal pergi" Mala bercanda sambil memeluk Sisil, Mala juga merasa sedih meninggalkan keluarganya di Jakarta karena selama ini Mala tidak pernah pisah dengan keluarganya.


"Kakak bukan musuh aku tapi kakak aku" ucap Sisil melepas pelukannya.


"Udah achh aku nggak mau bantu kakak lagi nanti makin sedih, aku mau tidur dikamar ku aja" ucap Sisil hendak pergi.


"Mending kamu tidur bareng kakak aja, biar bisa peluk kakak malam ini" ucap Mala.


Mendengar ucapan Mala, Sisil memutar arah badannya menuju kasur mala lalu merebahkan badannya hingga tertidur.


Sedangkan mala masih asik membereskan barangnya.


Dikamar sebelah sepasang suami istri itu lagi berbicara tentang anak mereka.


"Sayang kalau Mala pergi kita pasti bakal merasa sepi biasanya Mala dan Sisil yang membuat ulah sehingga rumah kita ini bisa ribut" ucap Kinan.


"Sekarang baru bilang sepi, dulu aku bilang buat adek untuk Sisil nggak mau, sekarang nyesalkan?" ucap Reno.


"Iya sayang, kalau dipikir-pikir mending dulu aku buat banyak biar rumah kita selalu rame" ucap Kinan.


"Sudahlah sayang menyesal pun tiada guna, kamu tenang aja ya kalau kamu kesepian aku akan menghibur mu bila perlu mengajakmu pergi-pergi" ucap Reno menghibur Kinan, padahal hatinya juga sedih melepas putrinya pergi jauh.


Mala yang sedang memegang HPnya berniat menelfon Riko, tapi sudah berapa kali di telfon tapi tak diangkat juga, hal itu membuat Mala kesal lalu meletakkan HPnya diatas nakas dan tidur menyusul Sisil kealam mimpi.


🌟🌟🌟


Sedangkan Riko bersama papanya baru pulang kerja padahal jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. saat mereka sudah sampai dirumah. Riko langsung bergegas kekamarnya untuk mandi lalu makan malam bersama sang Papa.


"Mama kok belum tidur, mama juga belum makan ya?" tanya Riko saat melihat mamanya menyiapkan makanan untuk mereka bertiga.

__ADS_1


"Tadi mama sudah makan kok, cuman lapar lagi makanya mama ikut makam dengan kalian" Tiara berbohong padahal dia belum makan karena menunggu suami dan anaknya pulang kerja.


Tiara dan Riko menunggu sang papa siap mandi dan menyusul kemeja makan untuk makan malam.


"Kenapa kalian nggak makan dikantor sayang" tanya Tiara.


"Hari ini kami begitu sibuk mah, makanaya nggak sempat makan" Reno berkata jujur.


"Nah itu papa datang" ucap Riko saat melihat Bram mendekat kearah mereka.


Bram duduk dikursi Tiara mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya, Tiara juga mengambilkan nasi Riko, hal itu dilakukan tiara karena melihat wajah sang anak kecapean.


"Terimakasih mama" Riko tersenyum.


"Sama-sama sayang, ayok makan" ucap Tiara.


Setelah makan malam selesai Riko kembali kekamarnya dan mengecek HPnya ada beberapa panggilan tak terjawab dari Mala, Riko segera menekan layar panggil itu.


Untuk kesekian kalinya Riko menelfon nomor Mala tapi tidak diangkat, Riko kembali meletakkan hpnya di nakas.


"Mungkin dia sudah tidur, mending aku tidur aja" guman Riko.


🌟🌟🌟


"Mala kamu disini ya?" tiba-tiba ada suara dari samping Mala. Mala segera menoleh ternyata Mira ada disana.


"Ehh tante Mira apa kabar tante?" Mala menyalam tangan Mira.


"Aku mau tinggal dibali ini tante bersama suamiku" jawab Mala tersenyum.


"Baguslah sayang kita bisa saling bertemu dihari pekan kalau kamu nggak sibuk" ucap Mira.


"Tante ngapain disini?" Mala penasaran karena hanya Mira dibandara.


"Tadi tante ikut mengantar Stevan kebandara mau berangkat kesingapur".


"Itu Riko sudah datang, kita pulang bareng yok tante" ajak Mala.


"Nggak usah sayang, tante bawa sopir kok, yaudah kita keluar bareng yok" Tiara dan Mala berjalan keluar, tiba diparkiran mereka pisah menuju mobil masing-masing.


Mala dan Riko sudah masuk didalam mobil.

__ADS_1


"Sudah lama nyampe ya?" tanya Riko memecah keheningan.


"Lumayan, cuman karena ada tante Mira jadi tidak terasa lama" jawab Mala.


"Maaf ya aku telat jemput soalnya habis dari kantor, ini aja nanti kekantor lagi".


"Kamu sibuk ya, bagaimana kalau aku ikut kekantor mu? nanti aku istirahat disana saja".


"Nanti kurang nyaman kalau tidur dikantor".


"Nggak apa-apalah asal jangan setiap hari saja" jawab Mala santai.


Akhirnya Riko membawa Mala kekantornya, setibanya disana Mala berjalan dengan Riko, semua mata lelaki tertuju pada Mala, tapi mala dan Riko acuh terhadap mereka.


"Ini ruangan kamu ya? besar juga" Mala memperhatikan ruangan itu sangat bersih dan rapi.


"Iya ini ruanganku kamu istirahat disana saja ya" Riko menunjukkan ruangan untuk istirahat yang biasanya dipakai oleh Riko ketika sedang capek bekerja.


"Ada kamar mandinya nggak?" tanya Mala.


"Ada sayang apa kamu mau mandi, atau mau mandi bareng" tiba-tiba sifat jahil Riko muncul yang dari tadi disembunyikan.


"Maaf beribu maaf untuk Riko suamiku tersayang aku tidak sudi mandi bareng denganmu, jadi jangan pernah bermimpi" ucap Mala kesal.


Mala bergegas keruangan itu menuju kamar mandi untuk mandi, tapi siapa sangka Mala malah lupa bahwa baju-bajunya tertinggal dimobil alhasil dia hanya memakai handuk Riko yang melilit di bawah ketiaknya tapi sangat pendek dikakinya, hanya setengah jengkal dari sesuatu yang ia sembunyikan.


Mala mengendap-endap mengintip Riko yang saat ini mulai bekerja.


"Riko sinilah" Mala bicara pelan.


"Ada apa sayang apa kamu merindukan ku?" goda Riko saat melihat Mala hanya menggunakan handuk.


"Tolong aku, aku nggak ada baju sama sekali" ucap Mala pelan.


"Haha nggak usah pake baju sayang, aku senang melihat mu begitu" Riko kembali mengerjai Mala.


"Cepatlah bantu aku" Kali ini Mala merendah dalam berbicara supaya riko tidak mempersulitnya.


"Sayang aku pengen saat melihat tubuhmu yang mulus ini, ternyata kamu sangat menggoda" Riko tak habis-habisnya menggoda Mala. sambil berjalan kearah lemari pakaian.


Pake ini saja nanti bisa-bisa aku melahapmu diruangan ini" Riko memberikan baju kemeja yang besar pada Mala dan satu boxer yang ukurannya pas untuk Riko tapi kebesaran sama Mala.

__ADS_1


...🌟🌟🌟...


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...


__ADS_2