
"Sayang nanti malam jadi ya" ucap Riko.
"Dasar kamu kalau mau sesuatu pasti ngotot, sabar dikit napa" omel Mala.
Tidak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dibandara, Mala langsung berjalan kearah pintu keluar dan betul saja Sisil sudah memunggu mereka disana. Mala langsung memeluk adeknya karena rindu.
"Apa kabar Kak?" tanya Sisil sambil melepas pelukan mereka.
"Sehat kok dek, kita pulang sekarang kamu pasti capek butuh istirahat" ucap Mala lalu membawa sisil keparkiran mobil mereka.
Didalam mobil Sisil yang suka usil kembali mengulah.
"Kakak ipar kok tambah ganteng dan muda sih?" tanya Sisil sambil melihat kebekakang karena posisi Sisil duduk disamping kemudi.
"Hahah biasa aja dek, masih kayak dulu pun, oh ya besok kamu liburan kemana mumpung hari minggu kami juga mau ikut" ucap Riko.
"Asik... besok aku mau liburan ke pantai bersama Tante, Om, dan Luna juga" jawab Sisil.
Tidak terasa mereka sudah sampai dikediaman Riko. Mala dan Riko turun, begitu juga dengan Sisil.
"Pak tolong bilang sama bibik, tunjukan kamar Sisil ya".
"Baik tuan".
"Dek Sil kalau butuh apa-apa bilang sama palayan ya" ucap Riko sambil memegang tangan Mala masuk kekamar mereka. wah kayaknya babang riko nggak sabar lagi 🤣🤣
Klik.... pintu terbuka karena kebelet kenc*ng Mala langsung menuju kamar mandi, beberapa saat kemudian Mala keluar lagi, mengambil sesuatu dari lemari dan hendak masuk lagi kekamar mandi tapi Riko berbicara.
"Mau ngapain lagi?" tanya Riko tidak sabar.
"Mau pake ini" Mala mengangkat sesuatu ditangannya dan kembali masuk kekamar mandi.
"Astaga.... cobaan apa lagi ini? belum juga mulai sudah ada hambatan lagi, padahal mau buka segel untuk pertama kali" batin Riko, saat mengingat barang yang dipengang Mala sebuah so*teks.
Riko bukan orang bodoh ia tau kalau Mala lagi ada tamu minimal seminggu pasti masih belum bersih.
Mala keluar dari kamar mandi lalu mendudukan badannya diatas kasur.
"Kamu sudah tidur ya, jangan gitu tidurnya nanti sakit dadamu" ucap Mala saat melihat Riko tengkurap.
"Aku nggak tidur, kenapa tamu mu itu datang disaat aku lagi pengen-pengennya?" rengek Riko.
"Sabar ya, kita tidur aja biar nggak kesal lagi" kini Riko dan Mala ingin tidur tapi berhadap-hadapan.
Saat Mala melihat Riko lemas, mala memeluk riko gemas lalu mencium sekilas bib*r Riko.
__ADS_1
"Betul kata Sisil kamu tambah ganteng aja" goda Mala.
"Mala aku mau ngomong serius sama kamu, apa kamu bersedia kalau aku mengajak kamu untuk melanjutkan pernikahan kita ini sampe kita tua" ucap Riko serius. Mala hanya mengangguk saja.
"I Love You sayang" ucap Riko.
"I Love You to sayang" jawab Mala.
"Jadi kamu juga sudah mencintai ku, sejak kapan?" Riko penasaran kala Mala membalas ucapan cintanya.
"Aku nggak sejak kapan, tapi seiring berjalannya waktu rasanya benar-benar nggak mau pisah lagi bersamamu, rasanya tidak rela jika kamu bersama orang lain" Mala mengungkap isi hatinya.
"Terimakasih sayang, aku juga merasakan hal itu" ucap Riko lalu mencium mala kembali karen senang.
Muach... muach... muachh..... Riko mencium Mala ntah beberapa kali sampai Mala mejauhkan mukanya dari Riko.
"Udah achh, nanti bib*r ku habis" ucap Mala manja. Riko yang gemas dengan istrinya langsung memeluknya.
"Tidur gini aja ya" ucap Riko.
Keduanya tidur saling berpelukan nggak tau kapan lepas pelukan itu, hanya mereka yang tau. mereka terlelap hingga terbang kealam mimpi.
🌟🌟🌟
Sesuai dengan rencana mereka kemarin kalau hari ini Riko, Mala dan Sisil pergi kepantai, mereka berangka sore supaya pantai sudah ramai, sedangkan Luna beserta Mamanya mulai tadi pagi sudah pergi kesana, mereka akan berjumpa semuanya dipantai.
"Kita kesana yok kak" ucap Sisil tapi dia sudah duluan berlari kearah anto dan Ririn. Mala dan Riko hanya mengikutinya dari belakang.
"Hy Om, Tante" ucap Sisil lalu menyalam tangan mereka.
"Dimana Luna tante? tanya Sisil yang tidak melihat Luna.
"Dia didalam katanya mau beli sesuatu, untuk oleh-oleh dibawa ke Jerman" ucap Ririn.
Sisil menyusul Luna kedalam dan ikut belanja juga untuk dibawanya ke Jakarta.
"Kamu beli banyak banget Lun" ucap Sisil saat melihat sudah banyak asesoris yang dimasukkan kedalam keranjang belanjaan Luna.
"Hehe bagus banget aku suka semunya" Luna menyengir dan melihat bawaannya sudah banyak.
******
Sedangkan Riko dana Mala hanya duduk didekat mereka belanja ada sebuah warung kecil yang .enjual minuman dan juga kelapa muda.
Riko dan Mala serta Anto dan Ririn minum kelapa muda sambil menunggu bocah-bocah tadi belanja.
__ADS_1
"Riko kamu beliin sate dong, enak kayaknya dimakan sekarang" ucap Mala.
"Baiklah kamu tunggu sini ya, aku cari dulu soalnya disekitar sini tidak ada sate" ucap Riko sambil beranjak dari duduknya untuk mencari penjaul sate.
Riko berjalan sambil melihat HPnya karena ada notif masuk tiba-tiba Riko menabrak orang.
Auu.... pekiknya karena sudah jatuh dipasir.
"Kamu nggak papa" ucap Riko mengulurkan tangannya. perempuan itu memegang tangan Riko lalu bangkit.
"Tidak apa-apa kok, oh ya kenalkan nama ku Jeni" perempuan itu menjulurkan tangannya. dan diterima oleh Riko.
"Saya Riko, saya permisi dulu ya mau beli sesuatu" ucap Riko hendak pergi.
"Tunggu.... kita bareng yok aku mau beli sate nih" ucap Jeni tersenyum, karena tujuan mereka sama akhirnya Riko dan Jeni pergi bersama.
"Berapa semuanya pak" ucap Jeni saat semua sate sudah sebungkus termasuk punya Riko.
"Semuanya 100 ribu Mbak" ucap penjual sate itu sambil menyerahkan kantongan plastik. saat Jeni ingin memberi uang kepada tukang sate Riko kembali berbicara.
"Biar saya aja, sebagai permintaan maaf saya karena sudah menabrakmu, jadi aku traktir deh" ucap Riko.
"Makasih ya pak" ucap Riko.
"Saya permisi ya, istri saya menunggu disana" ucap Riko lalu pergi dari sana.
🌟🌟🌟
"Sayang ini satenya, ini buat Om Tante dan bocah-bocah tadi" ucap Riko tersenyum.
"Terimakasih" ucap mereka bareng, lalu tertawa karena merasa lucu dengan ucapannya.
"Kok kita bisa bareng semua ya? kompak banget" ucap Anto.
Mereka berempat menikmati satenya dengan lahap karena sate yang dibeli oleh Riko termasuk sate yang enak dipantai itu walau hanya menggunakan gerobak saat jualan.
"enaak banget ya, udah lama nggak makan sate lagi" ucap Ririn.
"Iya kayaknya kita sudah lebih 10 tahun nggak makan sate ini" ucap Anto yang masih menguyah makanan dimulutnya sehingga mereka bertiga tidak tau apa yang Anto ucapakan.
"Hahaha habiskan dulu makannya baru ngomong sayang" ucap Ririn
"Hehe iya sayang" kali ini suara Anto baru jelas karena sudah menelan makanan dimulutnya.
...🌟🌟🌟...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak iya ...