
🌟🌟🌟
"Sama istri sendiri lebay pun nggak papa" ucap Riko tersenyum lebar.
"Udah cepat selesaikan makannya nanti kita terlambat udah jam 7.30" omel Mala yang sudah siap dengan makanannya.
"Ngomel mulu kerjaanmu ya, nggak berubah dari dulu".
"Kalau aku berubah kamu pasti bilang, aku suka kamu yang dulu" ucap Mala sambil memonyongkan bibirnya.
"Haha...iya juga ya, yaudah ayok" Riko berjalan kearah bagasi mobil sedangkan Mala menunggu didepan rumah.
Didalam mobil keduanya hanya diam, Riko hanya fokus menyetir untuk keselamatan mereka.
Tiba-tiba ada bunyi HP ada panggilan masuk.
Mama Calling...
"Mama Telfon" ucap Mala menunjukkan hpnya.
"Yaudah angkat kok diliatin aja" Riko heran dengan Mala bukannya diangkat malah dikasih tunjuk sama Riko.
"Hallo Mah".
"Hallo sayang hari ini adek kamu mau kebali katanya mau berjumpa dengan Luna, kamu jemput dari bandara ya!" ucap Kinan to the poin.
"Tapi Mala kerja mah baru dua hari masak Mala harus izin" ucap Mala.
Riko mendengar ucapan Mala langsung menoleh dan memberi kode, beberapa kali Riko menganggukan kepala sambil mulutnya komat kamit, tapi Mala malah pusing dibuatnya.
"Apasih ngomong yang jelas" ucap Mala kesal.
"Sayang kok ngomong gitu, sama siapa kamu ngomong?" tanya Kinan.
"Hehe sama Riko mah, ini Rikonya" Mala mengarahkan kamera HPnya kepada Riko.
"Jam berapa Sisil sampai mah, biar kami jemput" ucap Riko langsung.
"Mungkin jam 8 malam, soalnya penerbangan penuh hari ini" ucap Kinan.
"Baiklah ma, kami pergi kerja dulu" ucap Riko lalu kembali fokus menyetir.
Setelah Mala mematikan telefon itu dia mendapat omelan dari Riko.
"Makanya kalau orang ngomong didengar dulu jangan asal nyorocos".
"Iya.... iya" jawab Mala pasrah, toh dia sudah salah.
__ADS_1
********
Ketika mereka sampai mereka langsung pergi kerungan mereka kerja, saat didepan pintu ruangan mala Riko berbalik lagi lalu berbicara.
"Semangat kerjanya sayang" ucap Riko lalu berlari masuk karena ia tau pasti akan mendapat omelan dari Mala.
Tapi sayangnya dugaan Riko salah setalah ditinggalkan oleh Riko, Mala malah tersenyum bahagia.
Mala mulai bekerja tapi tiba-tiba muncul dibenaknya tentang kejadian tadi pagi bersama Riko, tanpa sadar Mala memegang bibirnya, lalu dia mnggelengkan kembali kepalanya.
"Sadar Mala, ini waktunya kerja bukan menghayal" batinnya. Mala mulai fokus pada komputer didepannya sampai jam sudah menunjukkan pukul 11 siang.
Telepon berbunyi Mala dan Rima saling pandang, "kamu angkat telfonnya Mala, biar terbiasa juga dari hal kecil begini" ucap Rima.
"Hallo pak" ucap Mala lembut, iya tau pasti Riko yang menelfon itu.
"Halo sayang buatkan aku kopi ya!" suruh Riko dari seberang telefon.
"Baik pak" jawab Mala sopan padahal dalam hatinya sangat senang dipanggil sayang oleh Riko.
"Ruangan membuat kopi dimana ya Rima?" tanya Mala.
"Kalau buat kopi ada diruangan CEO, kamu masuk aja nanti disana sudah tersedia" ucap Rima.
Mala segera bergegas dan mengetok pintu, Mala masuk dan melihat Riko yang lagi santai disofa.
"Dimana buat kopinya?" tanya Mala. Riko tidak menjawabnya hanya menunjukkan dimana letak membuat kopi.
"Ada lagi yang perlu dibantu?" tanya Mala lagi sebelum dia pergi dari sana.
"Ada kamu duduklah dulu disini" ucap Riko, karena mendengar masih ada pekerjaan Mala duduk disamping Riko.
"Papa kemana?" tanya Mala.
"Hari Papa nggak masuk kerja". mendengar jawaban Riko, Mala hanya ber oh ria.
"Apa masih banyak pekerjaan mu?" tanya Riko, mala hanya menggeleng karena memang semua pekerjaan mereka kerjakan berdua.
"Bagus kalau begitu temani aku kerja ya, nanti kita makan bareng" ucap Riko.
Bukannya pergi kerja Riko malah mendekat kearah Mala.
"Kamu ngapain?" tanya Mala. Riko tidak menjawab malah Riko menarik tengkuk Mala dan menciumnya.
"Kamu apa-apaan sih? ini kantor lho bukan kamar" gerutu Mala, mendengar ucapan Mala Riko sadar kalau ruangan itu ada CCTV, Riko langsung berdiri dan mengajak Mala kedalam ruangan kecil.
"Ngapain kesini?" tanya Mala wa-was.
__ADS_1
"Katanya nggak sibuk kerja, diajak berduaan banyak nanya" omel Riko.
"Ngapain berdua-duaan di kantor, rumahkan ada" ucap Mala.
Riko tidak mendengarkan ucapan Mala, Riko malah menjatuhkan tubuh Mala keatas ranjang dan menindihnya.
Riko kembali menc*um dan ******* bi*ir Mala dengan rakus, Riko juga memegang kedua milik Mala, keduanya begitu terbuai saling berpautan bi*ir, hingga Mala sadar kembali kalau ini kantor bukan tempat untuk berduan dengan suami.
"Riko ini kantor dan ini tidak seharusnya dilakukan didalam kantor" ucap Mala menjauhkan badannya dari Riko yang sudah berantakan, bra yang sudah dilepas dan lipstik yang sudah habis tinggal rok dan celana kecil yang tersisa.
"Huft.... gagal lagi" batin Riko lalu merapikan jasnya, sedangkan Mala memakai kembali bra dan bajunya yang sempat dilepas oleh Riko dengan tergesa-gesa.
"Mala aku mau malam ini dikamar kita kamu bersedia melayaniku, aku tidak kuat harus menahan ini selama kita bareng terus" Riko mengeluarkan unek-uneknya.
"Tapi nggak harus dikantor juga kamu mintanya, nanti dirumahkan bisa dibicarakan" ucap Mala kesal walau dia juga sudah ingin menikmati lebih dari yang dilakukan barusan.
"Aku keluar ya" ucap Mala tanpa meperhatikan dirinya lagi.
Ketika Mala sudah sampai didalam ruanganya, Rima tidak mengalihkan pandangannya dari Mala.
"Ada apa Rim kok kamu lihatnya gitu" Mala heran dengan Rima.
"Kalau mau pamer jangan sama orang yang jomblo dong, masa bibir sudah blepotan lipstik nggak diperbaiki" ucap Rima. Mala langsung mengambil kaca dari tasnya dan betul saja lipstik sudah berserakan.
"Astaga, kok aku jadi lupa gini sih?" batin Mala lalu meperbaikinya lagi.
"Pak Riko modus nih katanya mau buat kopi tapi kok teman aku pulang dari ruangannya jadi berantakan gini" ucap Rima meperhatikan baju Mala.
"Astaga Mala, lihatlah blejer kamu aja sampe terbalik, apa begitu pengennya ya sampr dilahap dikantor, tapi kok cepat kali durasinya" tanya Rima.
Mata Mala melotot kala melihat belejernya terbalik.
"Hahah namanya juga pengantin baru, masih banyak tenaga" ucap Mala berbohong.
"Iya juga ya" ucap Rima.
🌟🌟🌟
Jam 7 malam selesai makan malam Riko dan Mala bergegas pergi.
"Mah kami mau jemput Sisil dari bandara dulu ya" ucap Riko.
"Hati-hati dijalan satu lagi nggak usah nyetir sendiri bawa sopir, kamu pasti sudah capek seharian kerja" ucap Tiara.
"Baik mah" Riko menggandeng tangan Mala keluar dari rumah.
Didalam mobil Mala dan Riko duduk dibangku belakang, lagi-lagi Riko kembali bersikap aneh, Riko mendekatkan mulutnya ketelinga menjilat telinga itu Mala lalu berbisik.
__ADS_1
...🌟🌟🌟...
...Jangan lupa tinggalkan jejak iya...