
🌟🌟🌟
Reno, Kinan dan Mala sudah siap untuk berangkat kerumah Baru, dijalan Reno menyetir begitu pelan karena Kinan mabuk mobil jika mobilnya kencang.
"Bang pelanin dikit lagi aku mual nih" ucapnya lemas karena ingin m*ntah.
"Ini abang nyetirnya pelan lho sayang" ucap Reno.
"Mama, kapan sampainya kalau kita udah Kayak bebek jalannya" gerutu Mala saat melihat Mobil yang mereka kendarai melaju dengan pelan.
"Sayang kamu tega biarin mama muntah, ini aja udah pening banget" ucap Kinan.
"Sayang kayaknya kamu sakit deh, dulu tahan kok naik Mobil sekarang kok nggak?" Tanya Reno.
"Aku nggak sakit bang cuman pengen muntah aja kalau mobilnya kencang" jawab Kinan melongos.
2 Jam mereka baru sampai dirumah Reno yang biasanya cuma menempuh 30 menit perjalanan.
Kinan sudah keluar dari mobil dan berlari keluar untuk memuntahkan isi perutnya yang di Isi tadi sebelum berangkat. Reno datang menghampirinya dan memijat tengkuknya.
"Sayang kamu istirahat ya, akhir-akhir ini abang lihat kamu sangat murah lemas" ucap Reno.
Kinan berdiri menunggu Reno membawa kopernya dan mengikutinya dari belakang, sedangkan Mala Sudah berlari kekamarnya.
"Sayang kamar kita dimana ya?" tanya Kinan
"Dilantai dua sayang" jawab Reno hendak menaikkan kakinya ditangga.
"Sayang kita tidur kamar bawah aja ya, soalnya aku malas naik-naik tangga capek" ucap Kinan manja dibahu Reno.
"Yaudah deh kita dikamar tamu aja, kamarnya luas kok" usul Reno sambil berjalan menuju kamar tamu.
"Kok dia aneh ya, sifatnya berubah-ubah? apa ada gangguan jiwa? tapi tidak mungkin diakan tidak pernah lagi banyak beban pikiran" guman Reno.
"Achh udah ach pening aku mikirinya" guman Reno lagi membuang pikiran negatifnya.
"Sayang aku tidur ya nanti siang banguni aku, aku mau masak" ucap Kinan.
Tanpa menunggu jawaban Reno dia sudah menjatuhkan badannya dikasur yang empuk, saat badannya menyetuh kasur matanya berlahan tutup untuk terbang kealam mimpi.
Reno yang melihatnya geleng-geleng kepala, saat Kinan tertidur Reno juga tiduran disamping Kinan sambil memainkan Hpnya, tiba-tiba ada telfon masuk dari orang tuanya.
"Hallo Ma"
"Hallo sayang, bagaimana kabar kalian, kapan kamu menepati janjimu bakal pulang ke Jakarta ini?" Tanya Evi
"Mah, bertanya satu-satu dulu, yang mana duluan aku jawab kalau perntanyaannya banyak begitu" gerutu Reno kepada Evi tapi Evi hanya tertawa mendengar omelan anaknya.
"Kami sehat semua kok mah, tapi kalau untuk pulang ke Jakarta aku harus membujuk Kinan lebih extra lagi, soalnya dia betah disini" ucap Reno menjawab pertanyaan mamanya.
__ADS_1
"Jangan lama-lama ya, Papa kamu makin hari makin tua masak kamu biarin dia bekerja, sedangkan dirimu enak-enak tidur setiap hari" ucap Evi.
"Yaudah Mama mau pergi arisan Kalian jaga diri disana ya" ucap Evi dan langsung mematikan telefon.
"Ehhhh" Kinan berguman dalam tidurnya sambil mengangkat tangannya memeluk Reno.
Tok... Tok... Tok...
Mala muncul dari balik pintu, "Pah kita main-main debelakang yok" ajak Mala.
Dengan pelan Reno meletakkan lagi tangan Kinan kekasur dan bergegas menemui Mala.
"Main apa sayang" Tanya Reno.
"Main boneka-boneka Pah"
"Masak Papa laki-laki diajak Main boneka-boneka mending nanti ajak mama aja" ucap Reno menawarkan Kinan.
"Tapi mama sedang tidur" ucapnya cemberut sambil memonyongkan bi*irnya.
"Bagaimana kalau kita masak seseatu" ajak Reno memberikan ide, Mala sempat berpikir.
"Baiklah Papa, tapi kita masak bihun goreng yang banyak daging dan telurnya ya" ucap Mala memberi Saran.
Reno dan Mala menyiapkan semua bahannya diatas meja dengan ahlinya Reno memotong memotong bawang dan menyiapkan bihunnya sampai selesai sedangkan Mala hanya bisa mengganggunya dia belum tau ngapa-ngapain.
"Papa makanan favoritenya apa sih Pa? kalau Mala bihun goreng tapi banyak daging dan telurnya"
"Kamukan anak Papa makanya kesukaan Papa turun kekamu, Papa juga suka bihun goreng yang kamu sebutkan" ucap Reno ingin menyicipi buatannya yang masih didalam mangkok.
"Pah jangan makan dulu tunggu Mama bangun" ucap Mala saat Reno ingin menyendokkan bihun kedalam mulutnya.
"Mama udah bangun kok sayang" ucap Kinan berjalan menuju meja makan.
Dengan cepat Reno memasukkan bihun yang dia pegang kedalam mulutnya. "Akhirnya kamu masuk juga kedalam mulut ku bihun" guman Reno sambil menguyah baru bicara sama Kinan.
"Sayang kamu sudah bangun, sini duduk sambing abang biar kita makan" ucap Reno menepuk-nepuk kursi yang kosong.
Kinan langsung duduk dan mengambil mangkok yang berisi bihun itu dan mengabiskannya sampai tandas sampai Reno dan Mala tidak kebagian.
"Achh makasih sayang-sayang ku" ucap Mala kepada Reno dan Mala.
Mala langsung cemberut tidak menjawab ucapan Kinan hanya reno yang menjawab dengan senyum dipaksakan.
"Masakan kamu ternyata enak ya sayang, kamu belajar dari mana" Tanya Kinan merasa tidak bersalah.
"Huaaaaaa" Mala menangis dengan sangat kencang Reno dan Kinan terkejut dibuatnya.
"Ada apa sayang?" Tanya Reno
__ADS_1
"Pah, bihun Mala dihabiskan Mama" adunya dengan tangis yang belum berhenti.
Dengan santainya kinan berbicara.
"Sayang Mala nangis, kamu buatkan lagi ya untuk kita bertiga" ucapnya manja dilengan Reno.
"What bertiga? ini istri Sudan berapa tahun nggak makan kok doyan banget" batin Reno.
"Mala sayang tadikan dagingnya sudah habis pake telur aja ya" bujuk Reno dan dijawab Mala dengan anggukan kepala.
Saat semuanya Sudan terhidang dimeja Reno langsung membagi untuk Mala supaya tidak masak untuk ketiga kalinya, Karena dia melihat seperti ada singa kelaparan disampingnya.
Reno membagi menjadi tiga bagian walau tak seeanak buatan pertama mereka tetap Makan dengan lahap.
Dipiring Reno masih ada setengah lagi bihunnya tiba-tiba ada sendok yang menyelinap kepiringnya.
"Sayang bagi lagi ya, masih kurang" ucap Kinan nyengir kuda.
Dengan terpaksa Reno tersenyum
"Ia sayang ambilah" jawab Reno, tiba-tiba Kinan menarik piring itu kehadapannya alhasil Reno hanya gigit sendok bukan gigit jadi ya.
"Achh kenyangnya, sayang aku tidur lagi ya, Bye" ucap Kinan masuk kekamar.
Reno dan Mala yang masih dimeja makan membicarakan Kinan.
"Pah, Mama kok aneh ya?" tanya Mala.
"Papa juga nggak tau sayang, kerjaannya makan tidur itu aja, mandi Pun malas" jawab Reno.
"Mari kita bingung pah" ajak Mala, Reno yang sama konyolnya dengan Mala menjawab.
"Iya sayang mari kita bingung bersama".
Saat Mala selesai menghabiskan makannya dia berbicara lagi.
"Pah, bagaimana kalau kita periksa mama kedokter, manatau pas mandi mama terjatuh kelantai sehingga menyebabkannya sedikit aneh" usul Mala.
"Nggak mungkin sayang" jawab Reno cepat.
"Nggak mungkinlah kinankan selalu mandi bareng aku" batin Reno.
"Ya siapa tau aja pah" ucap Mala lagi.
"Yaudahlah kalau Papa nggak percaya kita bingung bersama aja" ucap Mala meninggalkan Reno dimeja makan menemui kinan.
🌟🌟🌟
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Ya...
__ADS_1