
"Bang Anto, bawa Mala kedalam ya biar diperiksa!, rin kamu ikut kedalam juga ya dek, biar Mala nggak nangis nanti" ucap Kinan, Ririn yang mendengar ucapan Kinan mengikuti Anto dari belakang, kini terisisa Reno dan Kinan.
"Maaf ya anak saya mengganggu kamu" ucap Kinan.
"Tidak apa-apa kok, bukannya Anto itu bapak anak kamu?" tanya Reno penasaran.
"Nggak kok, dia itu aku anggap abang aku dia juga calon suami Ririn " jawab Kinan.
"Yaudah saya permisi dulu " reno hendak pergi tapi ditahan oleh kinan.
"Bagaimana kondisi Mama? apa sudah baikan?"
"Masih menunggu siuman tapi kata dokter sudah baikan, oh ya kinan aku jadi penasaran siapa ayah dari Mala, dan aku lihat umurnya sekitar 7-8 tahunan?"
Deg....
Jantung Kinan berdetak kencang dan badannya mulai gementaran dia nggak mau kalau Reno sampai mengetahui kalau Mala adalah anak Reno.
"Seperti yang kamu tau aku bisa tidur dengan sembarang laki-laki jadi aku tidak tau siapa ayah dari Mala" jawab Kinan berbohong sedangkan Reno hanya ber Oh ria dan meninggalkan kinan.
Saat Reno sudah sampai dirumah dia langsung masuk kekamar dan segera bergegas kekamar mandi, 15 kemudian Reno sudah keluar dengan lilitan handuk di pinggangnya. saat dia melewati kasur miliknya, Reno seperti melihat bayangan dirinya bersama Kinan saat melewati malam panjang itu.
Reno segera memejamkan matanya dan dibuka kembali, bayangan itu pun hilang dari pandangannya dan segera Reno pergi keruang ganti untuk mengganti handuk menjadi pakaian santai, sekarang Reno sudah tiduran diatas ranjangnya, yang sudah 9 tahun tidak ditidurinya, tiba-tiba matanya melihat sesuatu yang dia kenal, sebuah jam tangan yang pernah dia beli tapi hanya sekali dipake dan tertinggal disebuah kamar bar.
Reno bergegas mengambil jam tangan itu dan mengamatinya "ini nggak salah lagi, inikan jam tanganku waktu itu ketinggalan saat aku tidur disebuah bar bersama perempuan" guman Reno.
Reno segera bergegas kebawah mencari pelayan yang ada disana, ada pelayan yang sudah mulai menua, Reno segera memanggilnya
"Bik, ini jam tangan siapa ya? kok ada dikamar saya" tanya Reno penasaran.
__ADS_1
"Jam tangan ini kami temukan saat nyonya Evi menyuruh kami membuang semua barang nona Kinan, kami menemukan jam tangan ini ditas nona Kinan yang agak kusam" jawab pelayan itu. "jadi kami pikir ini punya den Reno makanya kami tinggalkan dikamar den Reno" jawabnya lagi.
Mendengar jawaban bibik itu Reno segera berlari menuju mobil digarasi dan mengendari mobilnya menuju apartemen Kinan.
Ting Tong... Ting Tong...
Pintu dibukakan oleh Siska "ada apa kamu kemari" tanya Siska sinis
"Maaf Ma Reno mengganggu Reno mau....
Belum sempat Reno menjawab pertanyaan Siska datang Kinan dari belakang Siska.
"Siapa yang datang Ma?" tanya Kinan dan melihat Reno ada didepan pintu.
"Kinan kamu masuk aja yang biar Mama usir anak ini" ucap Siska. mendengar ucapan Siska Reno langsung masuk kedalam apartemen dan menarik tangan kinan dan membawanya keluar.
"Kinan kamu ikut aku sekarang! ada yang mau aku tanya ini sangat penting" ucap Reno, Kinan yang mendengar ucapan Reno pasrah ditarik oleh Reno.
"Jawab jujur, ini punya kamu ya? dari mana kamu menemukannya" tanya Reno, saat Kinan melihat jam tangan itu Kinan langsung mengepalkan tangannya.
"Itu bukan punya ku, aku menemukan itu di kamar pada saat aku masih kerja dibar, ada seorang laki-laki yang tidak bertanggung jawab padaku dia hanya menikmati t*buhku dan meninggalkan ku saat aku belum bangun" jawab Kinan marah.
Reno yang mendengar jawaban Kinan segera memeluk Kinan dengan sangat erat.
"Kinan aku minta maaf, laki-laki yang tidak bertanggung jawab itu adalah Aku, waktu itu aku tidak tau mau ngapain, saat itu juga aku masih kuliah, makanya aku meninggalkan wanita itu ketika masih tidur" ucap Reno dengan air mata sedih bercampur bahagia.
"Apa maksud kamu berbicara seperti itu" tanya kinan tidak tau apa-apa.
"Saat itu aku diajak teman ku minum kesebuah bar, karena aku tidak terbiasa minum aku mabuk, aku takut pulang dimarahi mamaku makanya aku memutuskan menyewa kamar dan menginap disana dan saat aku mau tidur kamu datang membuatku ingin melahapmu saat itu. pada saat itu kamu juga tidak menolakku tapi kamu memberiku jelah untuk menikmati mu, makanya hal yang tak diingin terjadi anatara kita" jawab Reno menjelaskan semuanya.
__ADS_1
"Oh jadi kamu laki-laki br*ngsek itu" ucap Kinan sambil menampar pipi Reno.
"Asal kamu tau ya aku tidak akan memaafkan mu, kamu telah menghancurkan hidupku, buka pintunya aku mau keluar" ucap Kinan marah, untung mobil Reno kedap suara dan tidak transparan jadi orang yabg melintas tidak melihat mereka bertengkar.
"Aku tidak akan menurunkan mu jika kamu tidak memafkan ku" ucap Reno sambil memegang tangan Kinan. "Kali ini maafkan aku ya, aku benar ingin minta maaf padamu" ucap Reno lagi.
"Baiklah aku akan memaafkanmu dengan satu syarat, mulai sekarang jangan pernah ganggu aku lagi" ucap Kinan serius tidak sadar kursi yang diduduki Kinan sudah merosot seperti tempat tidur dibuat Reno.
"Aku tidak akan mengganggu mu lagi, tapi kali ini aku yakin kamu yang akan mencariku" ucap Reno jahat yang sudah berada diatas Kinan.
Reno ingin menyerang tubuh Kinan tapi dihentikan karena Kinan berucap lagi
"Jangan macam-macam aku akan bunuh diri jika kamu menghancurkan ku kedua kalinya" ucap Kinan menangis.
Reno yang melihat air mata Kinan segera menghentikan aksinya hanya mencium kening kinan. "maafkan aku, mari kita awali mulai dari awal rumah tangga kita" ajak Reno.
"Maaf aku tidak bisa, aku tidak yakin kamu akan menerima anakku dengan laki-laki lain, cukup sekali kamu tidak menerima ku karena aku tidak p*rawan lagi dengan laki-laki lain dan ternyata dalangnya adalah kamu" ucap Kinan panjang lebar.
"Sekarang turunkan aku, aku mau pulang nanti anakku mencariku" ucap Kinan lagi, tanpa menunggu lama Reno membuka kunci mobil dan Kinan pergi dari dekatnya.
Saat ini Reno masih mematung didalam mobilnya, "maafkan aku yang terlalu bodoh dahulu sehingga aku membuat mu kecewa, aku meninggalkanmu saat kamu membutuhkannya diriku" ucap Reno sedih seorang diri.
🌟🌟🌟
Sudah seminggu berlalu kini semuanya berjalan seperti biasanya Reno tidak lagi menggagu Kinan, Reno juga tidak menuntut Mira atas kecelakaan mamanya karena merasa bersalah kepada Kinan. Evi juga sudah mulai sembuh dan sudah bisa pulang kerumahnya.
Sedangkan keluarga Kinan pun sama seperti Reno. restoran XY sudah menjadi milik Anto dan dikelola oleh orang kepercayaannya, sampai saat ini Mira juga menerima keputusan kinan menjual restoran XY, hanya tertinggal cabangnya diganti dengan nama restoran QQ atas nama Mira. sedangkan Siska dan suaminya memilih tinggal dijakarta bersama Mira
🌟🌟🌟
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like ya
Makasih ❤❤