
🌟🌟🌟
Karena paksaan dari Mala akhirnya Riko pergi kekantor dan akan ke dokter sepulang bekerja, hari ini Riko berangkat kerja hanya sendiri tanpa ada Mala.
Riko yang merasa tidak mood bekerja, menyuruh Jeni datang keruangannya membuatkan teh untuk dirinya.
Jeni masuk kedalam ruangan Riko dengan senang hati dan mengerjakan tugasnya.
"Ini tehnya pak , saya lihat bapak seperti tidak semangat bekerja, apa ada yang mengganggu pikiran bapak?" Jeni mencoba untuk berbicara kepada Riko.
"Tidak ada masalah kok, kamu boleh keluar sekarang!" ucap Riko tanpa menoleh. bukannya pergi Jeni malah mendudukan bokongnya diatas sofa.
Kali ini Jeni mencoba bicara lagi dengan nada yang lembut.
"Jangan anggap aku orang lain, kita sudah saling mengenal sebelum aku bekerja disini kenapa sekarang kamu seperti tidak mengenali ku?" tanya Jeni.
"Tidak apa-apa kok, aku hanya memikirkan istriku yang lagi kurang sehat, maaf ya jika membuat mu tersinggung" ucap Riko sambil melihat mata Jeni, kedua mata mereka bertemu dan segera Riko memalingkan wajahnya kearah lain.
"Kamu tidak salah kok, jangan sungkan saja padaku jika ada masalah bicara saja mana tau aku bisa membantumu" kali ini Jeni dengan berani memegang tangan Riko.
Riko tidak melepaskan tangan Jeni dari tangannya.
"Terimakasih ya, kamu boleh lanjutkan kerja mu kayaknya saya bakal pulang lebih cepat hari ini" ucap Riko sambil tersenyum.
Jeni keluar dari ruangan Riko dengan muka yang senang karena hari ini dia bisa berbicara lagi dengan Riko tanpa melibatkan jabatannya.
*****
Mala dan Riko sudah sampai dirumah sakit, hari ini Mala akan mengecek keadaannya.
"Sayang aku takut nih, kalau misalnya dugaan kita salah, kalau misalnya aku ada sakit yang serius bagaimana" tanya Mala sambil berjalan dosamping Riko.
"Sayang jangan mikir yang nggak-nggak, semoga saja dugaan ku betul kalau kamu sudah mengandung benih aku" ucap Riko menggemgam tangan Mala.
Keduanya sudah sampai didepan ruangan dokter spesialis kandungan, Riko langsung mengetuk pintu karena memang mereka sudah buat janji dengan dokter itu.
Tok... Tok... Tok....
"Masuk" sahutan dari dalam, Riko langsung membuka pintu dan melihat dokter Melisa itu sedang duduk diatas kursinya.
"Pak Riko dan Buk Mala ya? silahkan duduk dulu" ucap Melisa bertanya karena ini pertama kali mereka bertemu.
__ADS_1
Riko dan Mala duduk didepan dokter Melisa itu.
"Dok saya ingin dokter memeriksa istri saya, apakah saat ini dia sedang hamil".
"Baiklah pak Riko, saya akan memeriksanya. bu Mala silahkan naik keatas ini" ucap dokter itu menunjukkan brankar.
Dokter melisa membuka baju bagian bawah mala dan mulai mengoleskan jel keperut Mala yang masih rata itu, lalu memeriksanya beberapa saat kemudia dokter melisa menutup kembali perut Mala.
"Silakan duduk kembali buk Mala, biar saya jelaskan sedikit" ucap dokter Melisa itu. Mala kembali duduk kekursinya dengan tenang, kali ini Mala menjadi wanita yang pendiam.
"Bagaimana hasik pemeriksaannya dok?" tanya Riko tidak sabar.
"Dari hasil pemeriksaan saya, buk Mala positif hamil dan sekarang sudah berumur 5 minggu, saya sarankan untuk buk mala jangan terlalu capek, dan juga makan makanan yang sehat" ucap dokter Melisa.
"Apa kami masih bisa berhubungan in*im dok?" Riko tidak punya malu langsung bertanya pada dokter itu.
"Disarankan untuk sekarang jangan dulu tunggu 3 bulan dulu, tapi kalau pak Riko tidak bisa menahannya lakukan secara pelan buat buk Mala senyaman mungkin dan jangan terlalu sering" saran dokter Melisa. (gays itu cuman pemikiran athor ya🤣🤣🤣)
Jangan tanya muka Mala saat ini dia begitu malu melihat dokter Melisa, saat mendengar pertanyaan dari suaminya.
"Baik dok terimakasih, kalau begitu kami permisi dulu" ucap Riko.
"Terima kasih kembali, 3 minggu lagi kalian datang kembali untuk memeriksa kandungan buk Mala".
*****
Sesampainya didalam kamar Mala langsung menampar bahu Riko.
"Kamu kok sampe nanya kesana tadi, kan aku jadi malu?" omel Mala.
"Sayang aku hanya ingin disaat aku menginginkan mu, tidak masalah untuk anak kita, kalau sudah aku tanya kan aku bisa mengontrolnya, atau aku tau bagaimana cara memperlakukan mu supaya kamu dan baby kita nyaman" ucap Riko memeluk Mala dari samping.
"Iya juga sih, mulai besok kayaknya aku sudah bisa mulai bekerja deh" ucap Mala.
"Kamu berhenti kerja saja ya" ucap Riko memohon.
"Aku nggak mau berhenti bekerja, pokoknya aku harus tetap kerja" keras kepala Mala kembali kambuh.
"Kalau kamu masih mau kerja harus mengikuti aturan ku" ucap Riko tak mau dibantah.
"Aturannya apa saja?" Mala mencoba bernegosiasi dengan Riko.
__ADS_1
"Kamu mengerjakan tugasmu diruangan ku supaya aku bisa melihat mu setiap saat, mulai besok pindah kerunaganku, dan khusus untuk mu istrirahata 5 kali dalam sehari" ucap Riko.
"Itu kerja atu mau berleha-leha?" omel Mala kesal dengan aturan Riko.
"Kalau nggak mau, paling besok aku buat surat pemecatan untuk mu" ucap Riko.
"Kok gitu sih? yaudah deh terserah kamu saja yang penting aku masih bisa kerja" Mala pasrah dengan aturan Riko.
"Good sayang, itu namanya istri yang baik, sekarang kamu tidur ya" ucap Riko.
🌟🌟🌟
Tok...Tok... Tok...
"Masuk" jawab Riko.
"Jeni kamu suruh OB, untuk membereskan meja istri saya untuk dimasukkan kedalam ruangan ini ya!".
"Baik pak" Jeni keluar dari ruangan Riko langsung memanggil beberapa OB untuk mengangkat meja dan juga peralatan-peralatan milik Mala.
Jeni dan juga beberapa OB telah memindahkan meja dan menunyusun barang Mala.
"Semuanya sudah dibereskan pak, adalagi yang perlu diperbaiki?" Jeni masih sempat bertanya walau dia sudah kecapean.
"Tolong kamu buatkan susu untuk istri saya ya, susunya sudah ada dimeja saya letakkan" ucap Riko. Mala hanya diam saja melihat suaminya banyak menyuruh.
Jeni langsung membuat susu untuk ibu bosnya, jeni membaca tulisan didalam kotak susu kering itu Prenagen.
"Jadi dia hamil, makanya dimanjakan kayak ratu, dasar bucin" guman Jeni.
Dengan hati dongkol jeni membuat susu itu, dia ingin cepat-cepat pergi dari sana karena muak melihat suami istri itu apalagi saat Jeni menoleh kearah Mala ternyata Riko sedang menc*um bib*rnya sekilas.
"Ini susunya buk, kalau tidak ada lagi saya permisi" ucap Jeni meletakkan susu itu diatas meja tepat didepan Mala.
"Terimakasih ya Jen, kamu boleh keluar" ucap Mala.
"Oh ya Jen, setiap jam 10 begini sambil buat kopi atau teh untuk saya kamu jangan lupa untuk membuat susu untuk istri saya ya" ucap Riko tersenyum.
"Baik pak" ucap Jeni tapi dibelakang punggung tangannya mengepal.
"Awas aja kalau sampai mereka berani mengerjaiku disaat bumil ini lagi ngidam aku racun kamu biar cepat mampus" batin Jeni marah.
__ADS_1
...🌟🌟🌟...
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...