GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 82 Gadis Cute Dan Mandiri Season 2


__ADS_3

🌟🌟🌟


"Apa-apa sih yank, ada orang juga masih nyosor-nyosor" ucap Mala.


"Ini sudah diluar jam kantor sayang, iyakan Jen?" tanya Riko kepada Jeni.


"Iya buk nggak apa-apa kok, anggap saja saya tidak berada disini" ucap Jeni tersenyum kaku.


Tidak lama kemudian mereka sudah sampai dirumah minimalis yang berukuran 5x6 rumah itu terlihat sederhana.


"Apa mampir dulu pak, buk?" tanya Jeni.


"Nggak usah deh Jen, lain kali aja kami mau cepat soalnya masih ada kerjakan dirumah" jawab Mala ramah.


Ketika Jeni telah meninggalkan mereka bedua dimobil, Riko kembali menginjakkan gas mobilnya karena mereka akan segara kembali kerumahnya.


"Sayang kamu merasa beda nggak sama Jeni?" tanya Riko.


"Nggak ada sih biasa aja seperti karyawan lainnya" jawab Mala lagi.


*****


Mala dan Riko masuk kerumah dan melihat ada Anto dan Ririn sudah duduk santai diruang tamu.


"Kok hari ini masih lama pulang, masih banyak kerjaan lagi?" tanya Tiara.


"Nggak kok mah, tadi ada karyawan baru di kantor, adiknya lagi demam jadi dia minta tolong diantarkan" ucap Mala.


"Yaudah duduk disini dulu tante sama om mu sudah dari tadi menunggu, saya permisi sebentar ya mbak Ririn" Tiara pergi dari ruang tamu menuju kamarnya.


Tiara masuk kekamar dan melihat suaminya sedang istirahat diranjang, sudah tiga hari ini kesehatan Bram menurun lagi.


"Mah sini deh duduk sama Papa" ucap Bram.


Tiara mendudukan bokongnya dikasur yang masih kosong, Tiara sangat sedih melihat badan suaminya makin hari makin kurus.


"Pah apa sebaiknya kita berobat keluar negeri di saja, aku tidak tega melihatmu lebih sering tiduran dirancang" ucap Tiara. Bram menghapus air mata istrinya yang mengalir dipipi.


"Tapi aku tidak yakin akan sembuh lagi" ucap Bram.


"Bagaimana kita tau hasilnya pah, papah hanya berobat disini aja dari dulu".


"Baiklah sayang kita akan berangkat keluar negeri besok untuk melakukan pengobatan, aku tidak bisa melihat mu selalu bersedih" ucap Bram memeluk istrinya dengan erat.


"Mah jangan sedih dong walau papa sudah kurus dan kesehatan papa menurun tapi papa masih bisa menyenangkan Mama" ucap Bram.

__ADS_1


"Maksudnya Pah?".


"Menyenangkan Mu diatas r*njang Papa masih kuat" ucap Bram, dan betul saja walau Bram sudah sakit sore ini dikamar orang tua yang sudah paruh baya itu masih terdengar erangan dari mulut keduanya.


Walau bram sakit tidak pernah alpa untuk membuat istrinya bahagia, agar pikiran sedih istrinya bisa hilang sejenak.


"Makasih ya Mah, Mamah memang the best nggak pernah mengecewan Papa" ucap Bram bahagia dari dulu istrinya ini kalau urusan satu ini selalu paten dan kalau misal Bram tidak sakit sudah dipastikan Tiara bisa mengimbangi kekuatan Bram.


"Papa juga masih seperti dulu nggak berubah, maka Papa harus membuktikan kalau Papa masih kuat sampe tua nanti, dan kita akan tua bersama" ucap Tiara supaya suaminya semangat untuk berobat.


"Aku tidak berjanji Mah, tapi aku akan mencoba untuk selalu kuat dan sembuh untukmu" ucap Bram dan memeluk istrinya kembali.


*****


Diruang Tamu.


"Tante sama Om pulang dulu ya sayang, kamu baik-baik ya disini" Ririn memeluk Mala, Ririn dan Anto datang kerumah ini untuk perpamitan kepada Mala ponakan kesayangan mereka, karena malam ini Anto dan keluarganya akan pulang ke Jerman.


"Iya tante, hati-hati ya pulangnya, maaf Mala nggak bisa antar Tante dan Om kebandara" ucap Mala.


Mala dan Riko masih duduk diruang tamu walau Ririn dan Anto sudah pergi.


"Sayang apa Papa sudah sehat?" tanya Mala.


"Nanti kita bicarakan lagi sama Mama dan Papa ya, kasian Mama selalu murung memikirkan Papa" ucap Mala sedih memikirkan mertuanya yang tidak ada gairah melewati hari-hari nya.


"Iya sayang, sekarang kita mandi dulu biar nanti malam kita bicara lagi ya" Riko menuntun Mala untuk kembali kekamar.


******


Selesai makan malam Bram, Tiara, Riko, dan Mala duduk diruang tamu untuk saling berbincang-bincang.


"Bagaimana kesehatan Papa apa semuanya sudah semakin membaik?" tanya Riko.


"Papa kamu semakin hari, kesehatannya menurun" jawab Tiara.


"Kita bawa papa keluar negeri saja ya, kebetulan Mala ada teman yang bekerja diluar negeri sebagai dokter" Riko mengatakan pada intinya.


"Tadi juga Papa sudah setuju akan berobat keluar negeri, kalau ada teman nak Mala itu akan lebih baik" ucap Tiara.


"Iya Mah, dia itu dokter yang sangat bagus prestasinya dalam bekerja juga diakui semua orang yang ditanganinya" ucap Mala.


"Dimana teman mu itu nak?" tanya Tiara.


"Di london Mah, besok Mama dan Papa bisa berangkat, nanti biar aku telfon temanku itu supaya Papa cepat ditanganinya" ucap Mala memberi semangat kepada mertuanya.

__ADS_1


"Terimakasih ya nak, kamu peduli terhadapa Papa" Bram angkat bicara.


"Papa sudah Mala anggap Papa sendiri, jadi ini juga sudah tanggung jawab Mala".


******


Didalam kamar Mala bukannya tidur selesai menelfon temannya, dia malah membuka latopenya untuk mengerjakan tugas kantornya.


Sedangkan Riko juga masih sibuk melihat laporan yang ada di latopenya, keduanya sibuk dengan urusan masing-masing.


Jari mala dengan lihai menari-nari diatas keyboard latopenya, hingga jam 10 kurang Mala men save tugas yang sudah diselesaikannya.


"Akhirnya selesai juga" ucap Mala merentangkan tangannya yang pegal ke udara.


Mala dapat melihat suaminya masih fokus dengan latopenya membaca semua laporan yang tadi siang belum sempat dibacanya.


"Apa masih lama sayang?" tanya Mala.


"Lumayan sayang, kamu istirahat duluan ya" ucap Riko tanpa menoleh.


Melihat sang suami masih asik bekerja Mala berinisiatif membuat teh untuk Riko.


"Sayang minum dulu tehnya baru kerja lagi" Mala meletakkan teh diatas meja.


Riko menoleh kearah mala dan tersenyum.


"Terimakasih sayang" Riko meminum teh hangat itu sambil senyum kepada istrinya.


"Sayang aku tidur duluan ya, jangan lama-lama kerjanya besok juga harus kerja lagi" ucap Mala bergegas untuk kekasur.


Riko mengikuti Mala dari belakang dan merebahkan badannya disamping Mala.


"Katanya masih ada kerjaan kok kamu mau tidur?" Mala heran dengan suaminya itu.


"Tapi istriku ini lebih penting dari pada kerjakan, nanti setelah kamu tidur aku lanjut kerja" ucap Riko memeluk pinggan istrinya.


Tidak lama kemudian Mala tertidur, Riko pun kembali membaca laporan, tapi kali ini dia membaca laporan anak buahnya yang katanya ada orang jahat yang akan mengicar mereka.


"Kita lihat saja sampai mana kamu mampu" ucap Riko tersenyum miring, dia melihat poto orang yang ingin mencelakainya dan semua foto orang yang terlibat dengannya.


"Kalau aku bertindak ini hanya sentilan jari untuk ku, tapi aku akan membiarkan mu senang bermain saat ini" ucap Riko.


...🌟🌟🌟...


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya ...

__ADS_1


__ADS_2