
🌟🌟🌟
Saat tangan Stevan mengelus perut Mira dari luar, tiba-tiba tangan nakal itu masuk kedalam dan menjelajah kegunung yang kenyal itu. dengan berlahan stevan meremasnya.
"Sayang geli lho, jangan ganggu udah ngantuk nih" ucap Mira membuka matanya padahal tadi sudah mulai ia pejamkan.
"Cuma pegang aja kok yank, masak nggak bisa? nggak lebih kok" ucap Stevan yang masih setia didalam sana sambil mengelus-elus sehingga keluar suara yang menggoda bagi Stevan dari mulut istrinya itu.
Stevan tersenyum ternyata aksinya berbuah hasil, "Kenapa Sayang" tanya Stevan pura-pura nggak ngerti tapi tangannya masih setia disana.
"Sayang, jangan pancing aku kamu tau sendirikan kalau kita belum ada konsultasi?" ucap Mira merubah posisinya menghadap Stevan.
Stevan dapat melihat muka Mira sudah merah merona dan mata itu terlihat sayu seperti menginginkan lebih dari yang dilakukan Stevan.
"Jadi kalau misalnya sudah terjamin aman apa yang ingin kamu lakukan sekarang?" tanya Stevan memancing Mira, karena Stevan tau Mira tidak ada malunya kalau membahas kesana, dia tidak sama seperti wanita-wanita didalam novel yang malu-malu kepada suaminya.
"Memakan mu dengan rakus" ucap Mira sambil tersenyum.
"Makanlah sayang, sesuka hatimu nanti kalau misalnya aku bilang pelan, maka bekerjalah dengan pelan" ucap Stevan memberi lampu hijau.
"Kapan-kapan ajalah sayang, nanti baby kita nggak nyaman" ucap Mira.
"Mau nggak? kalau nggak mau biar aku tidur nih" ucap Stevan menggoda.
"Mau sih, tapi..... " ucapan Mira teehenti saat Stevan ******* b*bir itu dengan rakus dan penuh na*su. tah kalah dengan Mira, dia juga membalas perbuatan Stevan Mira membuka mulutnya memberi celah kepada Stevan untuk menelusuri semua isi didalamnya.
Ketika keduanya merasa butuh oksigen, Stevan melepas pangutannya dan memberi Mira waktu menghirup oksigen.
"Karena aku merindukan mu, tadi sudah aku tanya sama dokter Riri bagaimana cara yang aman untuk bisa mengunjungi baby kita, katanya bisa kok asal mominya masih nyaman" ucap Stevan. tiba-tiba muka Mira cerah seperti matahari dipagi hari.
"Betulkah sayang?" tanya Mira memastikan dan dijawab anggukan oleh Stevan.
Dengan senang Mira langsung duduk padahal tadi sudah rebahan ingin segera tidur. Stevan mengikuti Mira duduk, Mira membuka kancing bajunya langsung tanpa aba-aba, setelah sisa Bra yang tertinggal Stevan langsung membuka pengait Bra itu hingga terlihat dua gunung yang begitu menangtang untuk betarung.
Dengan lahap Stevan langsung melahapnya dengan sangat rakus dan jangan tanya tangannya satu lagi sudah memegang gunung itu, sehingga menimbulkan suara-suara yang merdu bagi Stevan.
__ADS_1
Setelah puas disana Stevan mencoba menjelajahi lembah dibawah gunung yang terasa sudah lembab itu.
Stevan mencoba memegangnya dan terasa sudah berair, Stevan tersenyum melihat pipi Mira yang sudah memerah. dengan tidak sabar Stevan membuka penghalang disana sehingga telihat lembah yang banyak rumput itu.
Stevan mencoba membuka pedangnya yang sudah siap bertarung, Stevan mencoba memasukinya, sampai saat ini lembah ini terasa nikmat tanpa ada rasa bosan untuk mengunjunginya.
Mungkin kalau tidak ada kendala dengan senang hati stevan akan mengunjunginya setiap saat.
Saat asik berirama dalam lembah itu, tidak bosan Stevan juga mengamsen seluruh pemandangan disana dan juga mencicipinya satu persatu, hingga terdengar suara erangan dari mulut Stevan bertanda dia merasakan kenikmatan yang tiada tara. Mira yang mendengar suaminya menyebut namanya sepanjang kunjungan itu merasa senang.
Tetapi bumil itu kali ini belum merasakan yang namanya kenikmatan tiada tara saat mengunjungi lembah itu, sedangkan Stevan yang sudah terkapar diatasnya tidak mampu lagi memimpin perang, mira angkat suara.
"Sayang aku belum selesai" rengengnya manja.
Mendengar hal itu smStevan pasrah dan mengganti posisinya, kali ini Mira yang mengasah pedang itu supaya tajam dan menantang.
Dengan sabar Mira bekerja diatas Stevan, sedangkan Stevan hanya memandang dua gunung itu naik turun bergantian memandangi wajah mira dan matanya yang tertutup seperti mencari suatu kenikmatan yang selalu ia rasakan bersama suaminya.
Dengan pelan-pelan Mira bekerja hingga akhirnya Mira memanggil nama Stevan berulang kali tandanya Mira sudah selesai.
Jam 10 malam Mira terbangun karena lapar, Mira memakai bajunya dan bergegas keluar, Mira menuju dapur dan melihat ada makanan dikulkas, Mira memanaskan satu jenis sayur untuk dimakan malam ini, Mira baru mengingat kalau malam ini dia belum makan.
"Pasti dia juga belum makan" batin Mira. akhirnya Mira membawa makanannya kekamar dengan porsi yang lebih banyak.
Saat Mira masuk kekamar dia melihat kasur kosong tapi pakaian Stevan masih tergeletak dilantai.
Klek.....
Pintu terbuka muncullah Stevan yang hanya menggunakan handuk dipinggangnya.
"Sayang kamu pasti belum makan malam tadi ya?" tanya Mira.
"Belum sayang" jawab Stevan menghampiri Mira yang berada disofa dan didepannya ada satu piring nasi berserta lauknya.
"Kita makan yok yank, aku bawakan bakanan yang banyak ini, rencana mau bangunin kamu kalau masih tidur tadi" ucap Mira menepuk-nepuk sofa yang kosong didekatnya.
__ADS_1
Stevan duduk sisamping Mira mereka makan dengan diam, Stevan menyuapi Mira dan juga dirinya karena Mira hanya membawa satu sendok kedalam kamar.
"Sayang makasih ya makanannya" ucap Stevan setelah selesai makan.
"Sama-sama sayang, yank pake bajulah nanti masuk angin lho" ucap Mira saat melihat suaminya telanjang dada.
Mendengar ucapan Mira Stevan bergegas memungut bajunya dan dipakai kembali. setelah itu mereka berbincang-bincang disofa karena belum ngantuk untuk tidur kembali.
🌟🌟🌟
Dikediaman Reno dan Kinan.
Kinan sedang menunggu Reno diruang tv, jam sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi Reno belum kembali dan ditelfon pun tidak diangkat hal itu membuat Kinan jadi was-was dan cemas, akhirnya Kinan tertidur disofa saat menunggu reno pulang.
Jam 12 malam baru terdengar suara mobil didepan rumah ternyata Reno baru pulang, saat Reno masuk kedalam rumah matanya menuju seoarang wanita yang teridur disofa.
"Astaga sayang kok kami tidur disini?" ucap Reno, yang tidak didengar oleh siapa pun kecuali dirinya.
Walau rasa lelah menyelimuti dirinya, Reno tetap menggendong sang istri kedalam kamar setelah diletakkannya dikasur, Reno bergegas kekamar mandi untuk menyegarkan badannya yang terasa lengket dan capek.
15 menit Reno keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit dipanggangnya, dia bergegas mengganti bajunya baru kembali membuka latopenya untuk memeriksa laporan yang ada masalah.
Reno baru membuka latopenya tiba-tiba Kinan datang menghampirinya.
"Sayang kok aku hubungi kamu nggak ngakat, pulang larut malam begini dan sekarang mau kerja lagi. kapan istirahatnya sayang?" ucap Kinan.
"Maaf ya sayang, dikantor ada masalah jadi aku terlalu fokus kesana makanya aku tidak mendengar Hpku berbunyi, kamu tidur ya aku kerjakan ini sebentar lagi" bujuk Reno.
"Kalau kamu nggak tidur aku juga nggak mau tidur" ancam Kinan.
Akhinya Reno mengalah, Reno rencananya menunggu Kinan tidur dulu baru dia akan menyelesaikan laporannya sedikit lagi tapi dia keblablasan dan tidur sampai pagi.
...🌟🌟🌟...
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...
__ADS_1