
🌟🌟🌟
Duarrr... air itu mengenai wajah Kinan. Duarr.....kali ini mengenai wajah laki-laki itu.
Bangun kamu s*alan, jadi ini alasan kamu keapertemen mu ini? dasar j*lang"
Plak..
Suara pipi Kinan ditampar oleh Reno.
"Inikah balasan mu padaku? apakah ini balasan cintaku yang tulus padamu?" tanpa sadar air mata Reno jatuh dipipinya.
Kinan langsung merangak kebawah kaki Reno
"Bang aku memang tidak peduli jika kamu tiap hari menghina ku, tapi kali ini aku mau jelasin, masalah ini tidak yang seperti kamu lihat" ucap Kinan mau menjelaskan.
"Apa yang perlu dijelasin Kinan? aku sudah melihat didepan mata kepala ku sendiri, kamu tidur dengan laki-laki lain. padahal aku sudah berniat memaafkan mu dan mau membangun rumah tangga yang sudah kita idam-idamankan dahulu" sambil meng-lap Air matanya reno berbicara lagi "inikah balasan cinta tulusku kinan? apa salahku dahulu padamu hingga membuat ku sakit seperti ini?"
"Bang Kinan minta maaf, Kinan juga nggak tau kenapa laki-laki itu ada disini" hiks.. hiks.. maafkan Kinan Bang"
Reno tidak menghiraukan ucapan Kinan yang berada dikakinya untuk meminta maaf.
"Maaf Kinan aku sudah tidak bisa memaafkan mu, aku pamit pergi dari hidup mu" ucap Reno meninggalkan Kinan yang menangis.
Hiks.. Hiks...
"Bang maafkan aku" Kinan mengeluarkan suaranya yang paling tinggi.
Sedangkan Reno yang keluar dari kamar masih mendengar ucapan Kinan, sambil meng-lap Air matanya
"Kita akhiri penderitaan ini Kinan, semoga kita hidup bahagia bersama pilihan kita masing-masing nantinya" ucap Reno dan terus berjalan meninggalkan apertemen itu.
🌟🌟🌟
"Kamu siapa? kenapa ada dasini? " Tanya Kinan marah pada laki-laki yang ada disudut ruangan itu.
"Anda tidak perlu tau siapa saya" jawab laki-laki itu tanpa dosa.
"Pergi dari sini brengsenk, Pergi...." teriak Kinan.
__ADS_1
Laki-laki itu pergi dari apertemen itu dan menelfon seseorang.
"Saya sudah mengerjakannya, tapi ini diluar kendali saya. suami Kinan datang kesana saat kami berpura-pura tidur.
"Tidak masalah, itu malah lebih bagus" jawab orang yang ada diseberang telefon.
🌟🌟🌟
POV Reno
Saat aku menerima sms dari Kinan, dan mengatakan kalau dia lagi berada diapertemennya, aku segera bergegas kesana, didalam mobil aku kembali bahagia seperti dulu waktu kami masih pacaran. mungkin karena aku iklas akan menerima dia kembali.
Aku juga sudah berniat minta maaf kepadanya dan mau memulai rumah tangga kami dari awal. tapi semuanya hanya angan-angan kusaja, saat aku melihat dia tidur bersama laki-laki ditempat tidur tanpa baju.
Aku hancur, aku sakit, semuanya terasa suram Dan gelap, saat aku menyaksikan istri ku tidur bersama orang lain.
Aku marah, sangat marah hingga tanpa sadar aku menamparnya, aku bukanlah lelaki yang suka main tangan terhadap perempuan, tapi saat aku melihat itu, aku refleks menamparnya, air mata ku juga jatuh tanpa bisa aku hentikan.
Aku melihat dia sujud dikaki ku dengan Air mata, tapi kini hati ku kututup untuk memaafkannya hingga keluar kata-Kata ku "maaf Kinan aku sudah tidak bisa memaafkan mu, aku pamit pergi dari hidup mu".
Malam ini juga sudah aku putuskan akan pergi darinya, dan juga dari hidupnya.
Ketika aku sampai dirumah aku melihat Mama Papa ku masih diruang tamu.
"Ada apa Reno, ada masalah kok anak laki-laki Mama menangis padahal sudah besar" sambil mengusap rambut ku yang sedang menagis.
"Ma, Kinan menghianati ku, dia juga menyakiti ku"
"Maksudnya apa Reno, ceritanya jangan setengah-setengah, jangan buat Mama penasaran"
Akrhinya aku menceritakan semuanya yang terjadi pada Mama dan Papa ku semuanya dari awal tanpa tersisa sedikit pun.
"Kinan kok keterlaluan gitu sih pah? padahal kita lihat sehari-hari dia sangat polos! Mama nggak terima kelakuan dia pada anak kita" ucap Mama pada suaminya dengan sangat marah.
"Jadi apa keputusan mu Reno? Mama sama Papa serahkan kepada mu semuanya" ucap Papa Reno memberi Reno pilihan.
"MA, PA, Reno mau malam ini juga pergi ke London, Reno akan lanjutkan bisnis Papa yang disana, untuk masalah dengan Kinan Reno kasih sama pengacara kita saja untuk mengurus Surat cerai" ucap Reno sambil mengusap air matanya.
"Udah dong, kok jadi cengeng? laki-laki harus kuat dan harus bisa ambil keputusan" ucap Evi memberi semangat.
__ADS_1
"Jadi kamu berangkat kapan" tanya Ivan pada sang anak.
"Reno berangkat sekarang aja Pa, untuk perlengkapan Reno pake barang reno yang disana aja tidak bawa apa-apa dari sini" jawab Reno tegar.
🌟🌟🌟
London
Sekarang aku sudah berada di London, aku akan menata kembali hatiku disini dan aku akan mengurus bisnis Papa disini.
POV Kinan
Pagi ini aku akan pergi kerumah Reno dan menjelaskan semuanya kepada Reno. tadi malam aku sengaja tidak menyusulnya, aku memberi dia waktu sendiri.
Aku mengendarai mobilku sekarang sudah sampai diperkarangan rumah Reno, tanpa mengetuk aku langsung masuk melangkahi tangga satu persatu menuju kamar kami dilantai dua.
Ketika aku membuka kamar itu, hanya ada kegelapan yang aku lihat tidak ada Reno dan kulihat kasur seperti tidak ada yang memempati. tiba-tiba aku merasa kesepian dan sedih karena tidak melihat Reno didalam kamar .
Aku berjalan turun menuju ruang makan, lagi-lagi hanya Mama dan Papa yang kulihat yang sedang ngobrol kayaknya siap makan. aku bertanya pada mereka tapi aku mendapat makian dan kenyataan pahit.
"MA, Reno nggak pulang kerumah ya malam ini?"
"Itu bukan urusan mu lagi mau pulang atau tidak, sekarang kamu bereskan barang mu dan pergi dari rumah ini, kami akan mengirim mu surat cerai"
deg...
"Reno sudah pergi malam tadi keluar negeri dan tak akan kembali kesini, semua itu karena ulah mu j*lang" ucap Mama Reno marah sambil berteriak.
"Reno salah paham Ma, itu tidak seperti yang Reno lihat" sambil menangis Kinan berusaha menjelaskan.
"Diam kamu, aku tidak mau melihat wajah mu Lagi disini dan pergi dari rumah ini"
Aku yang tidak tau mau ngapain langsung pergi dari rumah itu, tanpa mengambil barang-barang ku. aku mengendarai mobilku menuju apartment ku. sampai aku diapertemen aku langsung menuju kamarku.
Hiks.. Hiks.. Hiks..
"Kenapa sulit sekali untuk bahagia tuhan?" aku menagis hingga tanpa sadar aku ditidurkan oleh air mata ku.
Sore hari aku terbangun karena aku mendengar suara bel, aku segera membuka pintu dengan semangat berharap yang datang kesini. tapi diluar dugaan ku yang datang adalah Mama, Papa, dan Kakakku.
__ADS_1
🌟🌟🌟
Jangan Lupa Vote Dan Likes Ya