GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
episode 52 Gadis Cute Dan Mandiri


__ADS_3

🌟🌟🌟


"Yaudah sekarang makan yang banyak ya sayang, aku akan menyuapi mu, sekarang buka mulutnya"


Aaa....


Mira membuka mulutnya dan menerima suapan Stevan, apakah ini yang dinamakan bucin atau tidak Mira tidak tahu, yang ia tahu dia merasa makanan ini sangat enak apalagi disuapi oleh suami tercintanya.


Setelah mira menghabiskan 2 porsi makanan, dia merasa mengantuk.


"Sayang terimakasih suapannya, tapi sekarang aku ngantuk, kamu temani aku sampe tidur iya" ucapnya.


"Baiklah sayang aku aka menemanimu" ucap Stevan menuntun Mira keruang istrahat.


Tidak menunggu lama Mira sudah nyenyak, Stevan bergegas kembali keruang kerjanya untuk memeriksa laporan keuangan bulan ini.


Tok...Tok... Tok...


Nana masuk membawa laporan lagi.


"Permisi pak Stevan ini ada laporan pembangunan pabrik yang ada disingapur tolong dicek lagi" Nana menyerahkan laporan kepada Stevan.


"Baiklah kamu letakkan disini aja ya, nanti saya periksa" menunjuk meja yang kosong.


"Baiklah pak saya permisi dulu" ucap Nana sambil memutar badannya.


Jam 5.30 kerjaan Stevan baru selesai dia melihat arlojinya, ternyata dia sudah bekerja sangat lama dan Mira juga belum bangun dari tidurnya.


Stevan menghampiri Mira keruangan istirahat, dilihatnya badan yang mungil masih terlelap dalam tidurnya, segera dihampirinya dan ditepuk pelan pipi Mira.


"Sayang bangun kita pulang, sayang" panggil Stevan lagi.


"Mmmmmm" ucap Mira serak khas bangun tidur.


"Sayang kita pulang yok, udah jam 5 lewat" ucapnya.


"Sayang gendong" Mira bergelut manja didekat


Stevan sambil memeluk Stevan. Stevan dengan senang hati mengangkat Mira dari kasur hendak pulang.


"Sayang aku jalan aja, nanti kamu capek kalau menggedongku" ucap Mira.

__ADS_1


Stevan mengecup bibir berwarna pink itu sambil menurunkan badan Mira untuk berdiri. setelah Mira diturunkan dengan nakalnya Mira melingkarkan tangannya dileher Stevan mencium dan ******* bibir Stevan dengan lembut.


"Sayang terimakasih ya, kamu sudah memaafkankku, nanti malam kamu telfon Kinan iya aku mau bicara sama dia" ucap Mira dan melepaskan tangannya dari leher Stevan.


Stevan hanya mengangguk dan menarik kembali pinggang istrinya kedalam pelukannya, "Berjanjilah padaku kalau kamu akan berubah menjadi lebih baik, ini juga untuk kebaikanmu dan aku" ucap Stevan sambil melap bibir Mira yang basah akibat ulah Stevan membalas ciuman Mira.


"Aku berjanji sayang, sekarang kita pulang ya aku udah lapar" ucap Mira menarik tangan Stevan keluar dari ruangan itu.


Sambil berjalan keluar mira kembali mengepalkan tangannya, "gara-gara sialan itu, aku menjadi wanita lemah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, tunggu pembalasanku" batin Mira geram.


🌟🌟🌟


"Hallo dek Kinan, maaf ya kakak mengecewakanmu lagi" ucap Mira ditelfon.


"Nggakpa-pa kok kak, aku udah maafin kakak sebelum kakak minta maaf" jawab Kinan.


"Bagaimana kabar kalian, dan juga Mama Papa apa mereka sehat" tanya Mira basa-basi.


"Kami semuanya sehat kok kak, Mama dan Papa juga sehat tadi siang kami baru dari apartemen Mama dan Papa"


"Ngapain" tanya Mira singkat.


"Cuman melihat keadaan Mama dan Papa saja, sambil melepas rindu hehe" ucap Kinan tertawa ringan sama halnya dengan Mira dia juga tersenyum melihat Kinan cengengesan, tapi Kinan nggak tau senyuman Mira itu iklas atau tidak.


"Iya dek kakak sehat kok, kakak juga sudah cantik sekarang tapi masih sebulan" ucap Mira memberitahukan kehamilannya.


"Syukurlah kak, jaga baik-baik calon ponakan aku ya!"


"Iya dek itu sudah pasti".


Saat Kinan sudah memutuskan panggilan mereka, Mira menghubungi Siska lewat panggilan vidio.


Ketika panggilan itu berubah jadi gambar Siska dengan bahagia Mira menyapa Mamanya. Sebenarnya Mira begitu menyayangi Mamanya tapi kadang karena Mamanya membentaknya, Mira akan membalasan bentakan Mamanya apalagi ada pengaruh alkohol.


"Hallo Mama, Mira kangen Mama" ucap Mira dengan muka yang memelas.


"Aduh anak Mama udah menikah juga masih manja gitu, bagaimana kabarmu sayang, apa ada kabar yang bahagia kok Mama lihat muka kamu cerah gitu" ucap Siska panjang lebar.


"Hehe nggak ada sih Ma, cuman Mira mau bilang kalau Mira rindu mama dan satu lagi Mira mau bilang kalau Mira sudah cantik Ma (hamil)"


"Selamat ya sayang, jaga baik-baik kandunganmu, jaga kesehatan juga, dan satu lagi kalau bisa berhentilah meminum alkohol dan merokok, kamu sekarang sudah menikah dan terlebih lagi mengandung tidak baik untuk kandungan mu" Siska memberi wejangan kepada Mira.

__ADS_1


"Iya Ma, Mira nggak minum alkohol sama merokok lagi kok".


"Bagus kalau begitu sayang, dan satu lagi Mama ingatkan kamu, tadi Kinan cerita sama mama kamu buat ulah lagi ya?, jangan sekali-sekali kamu buat masalah sama dia kasihan Kinan, apalagi perusaan Kinan juga tempat suamimu mencari nafkah, seharusnya kamu membantu bukan menghancurkannya" ucap Siska dengan raut muka yang kecewa.


"Iya Ma, Mira sudah minta maaf kok, yaudah ma Mira mau istrahata dulu ya" ucap Mira karena tidak suka diceramahi apalagi menyangkut Kinan.


"Yaudah jaga diri baik-baik disana, jadilah istri dan menantu yang baik. Bye sayang" ucap Siska.


Mira langsung mematikan panggilannya saat Mamanya mengatan bye, Mira membanting HPnya kekasur "Dia lagi, Dia lagi" batinnya marah.


Tiba-tiba Stevan datang dari balik pintu.


"Sayang kok kamu buang HP ku, dia ada salah ya sama kamu" ucap Stevan sambil mengambil HPnya yang sudah tergeletak di kasur, untung kasurnya empuk sehingga tidak sampai pecah.


"Hehe nggak kok sayang" ucap Mira langsung tersenyum bagaimana marahnya pun dia kalau sudah didepan pak suami sudah seperti kue bolu yaitu lembut.


Selesai mengambil hpnya Stevan mendekati Mira yang duduk ditengah kasur. Stevan merapikan rambut Mira kebelakang kupingnya.


"Kok istriku makin hari makin cantik sih?" goda Stevan. Mira tersipu malu mendengar ucapan Stevan, setiap Stevan memuji, itu membuat dirinya terbang keawan-awan.


"Hehe makasih pujiannya sayang, sayang kita bobok yok udah ngantuk nih" ajak Mira.


"Baru jam 8 kurang yank, kok cepat kali tidurnya biasanya ngomong-ngomong dulu baru tidur" ucap Stevan.


"Bawaan babynya pengen tidur cepat yank" ucap Mira merebahkan badannya kekasur. Stevan yang tidak peka kepada bumil itu hendak pergi.


"Kamu duluan aja ya tidurnya, aku masih ada kerjaan dikit lagi" ucap Stevan.


"Tapi bebynya pengen dipeluk sama dedynya" ucap Mira lagi.


"Owhhh jadi anakku pengen dipeluk ya?" tanyak Stevan.


"Kok anak kamu sih, memangnya bisa kalau nggak ada aku" ucap Mira merajuk.


"Hehe anak kita sayang, sini dedy peluk anak dedy sama mami" ucap Stevan merebahkan badannya dan memeluk Mira.


Stevan mengusap lembut perut Mira.


"Sayang kamu mau anak kita perempuan atau laki-laki" tanya Mira.


"Apapun jenis kelaminnya aku tidak mempermasalahkannya sayang" ucap Stevan sambil menciumi rambut Mira dari belakang.

__ADS_1


...🌟🌟🌟...


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...


__ADS_2