GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 64 Gadis Cute Dan Mandiri Season 2


__ADS_3

🌟🌟🌟


Sesuai perintah Kinan, Sisil pergi dari sana menyiapkan minuman, sedangkan Mala kembali membantu Kinan memasak rendang masakan terakhir.


Semua masakan sudah tersaji dimeja makan, dan semua orang sudah duduk dikursi masing-masing termasuk Reno juga.


Setelah selesai memanjatkan doa, mereka semua menikmati hidangan itu, sampe ludes.


"Ini masakan bi inah ya? kok beda rasanya?" tanya Reno.


"Nggak enak ya pah?" tanya Mala antusias.


"Ini luar biasa sayang, sangat enak dilidah" puji Reno. tiba-tiba Sisil si rusuh bertepuk tangan.


"Kamu kenapa dek?" tanya Mala.


"Ternyata masakan kakak enak, itu artinya kakak sudah bisa menikah" ucap Sisil.


"Iakan kakak ipar?" Sisil menoleh lagi kearah Riko.


"Betul kata sisil Mala, tapi jangan panggil kakak ipar dong nggak enak aku" ucap Riko lagi.


"Makanya buruan nikah sama kak Mala".


Uhuk... Uhuk... Mala tersedak mendengar ucapan adeknya itu. Kinan langsung memberi air putih kepada putrinya itu.


"Sisil kalo bicara saring sedikit, kan jadi tersendak kakak mu" omel Kinan.


"Papa... Mama memarahi Sisil" Sisil mengadu pada Reno.


"Sisil nggak boleh ngomong sembarangan sama kakakmu, kamu itu harus menghargai kakakmu" Reno memberi nasehat kepada putri keduanya itu.


"Achhh Papa nggak seru" omel Sisil.


Kali ini kemenangan dipihak Mala, sama seperti Sisil tempo hari Mala juga membalas Sisil dengan mengeluarkan lidahnya untuk mengejek sang adik.


Reno, Kinan dan Riko hanya tersenyum melihat mereka yang tidak pernah akur kalau bertemu.


"Oh ya tante, waktu Riko dibali Riko bertemu dengan tante Mira dan om Stevan, mereka titip salam sama Om, Tante, Mala dan Sisil" ucap Riko.


"Bilang balik salam ya dari ponakannya yang cantik ini" ucap Mala.


"Udah terlambat kali, orang bang Reno nggak ke Bali lagi" ucap Sisil.


"Dari pada nggak dibalas sama sekali, kan nggak enak kalu dikacangin alias dicuekin" jawab Mala.


"Sudah-sudah kalian ini, lama-lama mama pusing kalau kalian bareng terus, Sisil kamu kekamar ya belajar yang giat" ucap Kinan.


Akhirnya sisil mengalah, dia bergegas pergi kekamarnya dan masih ditangga menuju lantai dua dia berbalik lagi.


"Selamat malam semuanya" ucapnya sambil memberi kissbay lalu beranjak pergi. Mala yang melihat pun mengomel.


"Udah kayak model aja tu anak tuyul" ucap Mala.

__ADS_1


"Mala kamu ngatain Mama dan Papamu ini tuyul ya?" protes Reno.


"Siapa bilang Papa dan Mama tuyul, nggak ada kok".


"Itu barusan kamu bilang sisil anak tuyul, dan tanpa kamu sadari kamu mengatakan papamu yang ganteng dan kaya ini tuyul, untuk apa papa jadi tuyul, uang papa cukup kok tanpa jadi tuyul" omel Reno.


"Heheh maaf Papa" Mala hanya menyengir.


Tiba-tiba Riko berbicara.


"Mala kita keluar bentar yok, kata temanku ada pasar malam didekat sini"


"Om, Tante kami keluar sebentar ya" Riko minta ijin.


"Cepat tuh halalin anak Om biar bisa bareng terus" ucap Reno, Riko hanya garuk kepala mendengar ucapan Reno.


"Yaudah sana jangan kemalemaan pulangnya besok harus kerja lagi" ucap Reno memberi lampu hijau kepada dua orang itu.


"Yaudah aku ganti baju dulu ya" ucap Mala hendak pergi.


"Nggak usah ganti baju kan sudah sopan tuh bajunya" ucap Riko.


"Tapi lengan baju aku pendek yang ada aku kedinginan nanti" ucap Mala.


"Udah ayoklah ada jeket dimobilku" ucap Riko lagi.


Akhirnya mereka pergi meninggalkan Kinan dan Reno diruang makan.


"Kalau aku setuju aja kalau itu pilihan Mala, aku tidak mau memaksakan kehendakku juga" jawab Reno.


"Achh nggak seru" ucap Kinan meniru gaya putrinya, Reno hanya terkekeh mendengar ucapan istrinya itu.


Kedua orang itu sudah sampai dipasar malam, mereka menaiki semua permainan disana, dan keduanya begitu menikmatinya. yang terakhir yang akan mereka naiki yaitu biang lala.


"Riko kamu aja ya naik biang lala, aku takut ketinggian" ucap Mala takut.


"Sudah jangan takut kan kita bareng bukan kamu aja" Riko menarik tangan Mala untuk pergi kesana.


Saat menaiki biang lala itu mala memejamkan matanya apalagi biang lala sudah mulai bergerak, mala memegang erat bahu Riko. dan ketika sampai tiketinggian dan tiba saatnya turun mala berteriak karena takut.


"Aaaaa aku takut Riko" Mala memeluk laki-laki itu tanpa enggan.


Riko hanya diam saja melihat kelakuan sahabatnya itu, karena itu hal biasa baginya.


Setelah mereka turun dibawah Riko dapat melihat wajah pucat Mala.


"Kamu nggak papa?" tanya Riko.


"Kamu nggak lihat sendiri, ini ulah kamu maksa aku" gerutu Mala.


"Aku mau pulang sekarang" ucap Mala lagi.


"Nggak mau nyoba sekali lagi?" Riko menggoda Mala.

__ADS_1


"Nanti sandal aku ini melayang lho ke kepala kamu" ucap Mala marah.


"Yaudah... yaudah kita pulang" jawab Riko.


Akhirnya mereka pulang setalah semuanya mereka naiki, kini jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, didalam mobil Mala tertidur sampai mereka sampai didepan rumah Mala masih tertidur.


Riko mencoba membagunkannya tapi Mala tidak bangun-bangun, itu sudah menjadi kebiasaan buruk Mala, kalau sudah tidur susah untuk membangunkannya. akhirnya Riko mengangkat tubuh mungil itu dan mengantarnya kekamar. tapi saat Riko mau menaiki tangga ada suara dari dapur.


"Wahhh romantisnya kakak ipar" Sisil menggoda Riko.


"Kamu nggak tau aja kelakuan kakak mu ini kalau tidur susah sekali untuk bangun" jawab Riko lalu pergi dari sana.


Riko kesusahan membuka pintu kamar itu ketika tangannya masih menggendong mala.


Klek...


Sisil membantu Riko membuka pintu.


"Terimamasih bantuan mu adek imut" ucap Riko.


"Terimakasih akan diterima jika secepatnya abang lamar anak manja ini" ucap Sisil lalu pergi begitu saja. Riko geleng-geleng kepala melihat kelakuan sisil yang sama persis seperti Mala.


Saat Riko sudah meletakkan Mala diatas kasur dia merentangkan tangannya karena pegal.


"Badannya aja yang kecil, berat juga badannya" guman Riko. lalu pergi dari sana menuju ruang tamu.


Riko merebahkan badannya yang terasa pegal itu lalu tidur dalam 5 menit.


🌟🌟🌟


Sinar matahari sudah masuk kedalam kamar melalui celah horden, mala merentangkan tangannya lalu duduk diatas kasur.


"Aku kok nggak ingat ya saat berjalan dari mobil kedalam kamar ini?" Mala bertanya pada dirinya sendiri.


"Bodo amat achh pokoknya sudah sampai disini dengan selamat, siap-siap dulu mandi baru pergi kerja" batinnya lalu bergegas kekamar mandi.


Saat mala sudah rapi dengan setelan baju kantornya dia menuruni anak tangga, lalu menuju meja makan untuk sarapan pagi.


Mala mendudukan bokongnya dikursi lalu melihat semua orang yang ada disana ada yang kurang 2 orang.


"Adek mana mah, Riko juga?".


"Adekmu ada kelas pagi hari ini jadi dia berangkat lebih awal dan katanya mau kekost kawannya dulu, dan kalau Riko dia juga mau kekampus mau menjumpai dosen pembimbingnya" jawab Kinan.


Mala hanya ber oh ria dan memulai sarapannya.


...🌟🌟🌟...


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...


...🌟🌟🌟...


...Kalau Kalian Suka Cerita Ku Komen Ya...

__ADS_1


__ADS_2