GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 106 Gadis Cute Dan Mandiri Season 2


__ADS_3

🌟🌟🌟


Sambil duduk menikmati matahari yang baru muncul dan segarnya udara, membuat hati Mala senang, sekilas Mala melihat diseberang jalan ada penjual ice cream.


"Wahhh pasti Ice cream nya enak, beli satu ach" batin Mala sambil melangkahkan kakinya menuju penjual ice cream.


Saat Mala hendak menyebrang jalan ada tangan dari arah belakang mendorongnya.


"Aaaaa..." Mala ditabrak oleh mobil yang lewat.


Banyak orang berkrumunan ada juga yang mengejar orang yang mendorong Mala kearah jalan.


"Cepat panggil ambulance dia sedang hamil" ucap salah seorang yang berkunjung di taman itu.


Riko yang baru datang membeli air mineral tidak melihat Mala lagi ditempat semula, Riko berjalan kearah banyak orang yang berkrumunan itu lalu bertanya kepada salah satu orang disana.


"Permisi mbak disini kenapa banyak orang?" Tanya Riko.


"Ada orang tertabrak mobil, seorang wanita hamil".


Deg....


Jantung Riko berdetak kencang, Riko segera masuk kedalam kerumunan itu dan melihat Mala sudah bersimpuh darah dikakinya, Mala saat ini sedang diangkat untuk masuk kedalam mobil yang menabraknya tadi.


Mala sudah masuk kedalam mobil diikuti oleh Riko.


"Pak cepat bawak kerumah sakit terdekat" ucap Riko panik.


Supir itu mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi karena merasa takut saat melihat keadaan Mala.


Sesampainya dirumah sakit Riko langsung menggedong Mala kedalam rumah sakit dengan berlari kencang.


"Suster tolong selamatkan istri saya" ucapnya dengan panik.


"Baik pak kami akan segera menolong istri anda, silahkan urus administrasi" jawab salah satu suster yang mau membawa Mala kedalam ruang persalinan.


Saat dokter berjalan kearah ruang persalinan Riko menyamperi dokter itu.


"Dok tolong selamatkan istri saya dan anak saya" ucap Riko memohon.


"Kami akan lakukan yang terbaik untuk pasian" jawab dokter itu lalu buru-buru masuk kedalam ruangan.

__ADS_1


Diruang tunggu riko mondar mandir nggak bisa berpikir jernih, Riko duduk kembali lalu teringat untuk memberi infomarsi kepada Mama dan Papanya.


Tidak lupa juga Riko menelfon Nunik untuk menyelidiki kasus ini Riko tau ini pasti ada orang jahat yang melakukannya.


5 menit kemudian dokter keluar dari ruang persalinan.


"Bagaimana dengan istri saya dok?" Tanya Riko to the point.


"Istri bapak baik-baik saja hanya syok saja karena tadi sempat terkejut, dan bagian kepalanya terbentur tapi tidak parah untung mobil yang menabraknya berjalan dengan pelan" jawab dokter itu membuat Riko bernafas lega.


"Bagaimana dengan keadaan kandungannya dok?".


"Kandungannya juga baik-baik saja tapi saya sarankan untuk melahirkan secara sesar, karena mengingat kondisi pasian masih lemah".


"Kalau bapak setuju segera urus administrasi untuk bedah sesar, supaya cepat kita kasih tindakan" jawab dokter itu lagi.


"Lakukan yang terbaik saja dok, saya akan segera mengurus administrasinya" setelah mendengar ucapan Riko dokter langsung pergi untuk mempersiapkan operasi.


Riko juga pergi untuk mengurus administrasi untuk persalinan Mala, ditengah kesibukan Riko, Tiara dan Bram datang menghampirinya.


"Bagaimana keadaan Mala, apa dia baik-baik saja?" Tanya Tiara ikut panik apalagi ketika Riko menelfon dirinya dan mengatakan kalau Mala kecelakaan.


"Kata dokter Mala baik-baik saja, tapi karena kondisinya lemah sebaiknya dilakukan operasi sesar" jawab Riko masih sibuk mengisi Data Mala.


Riko telah selesai mengisi data Mala lalu menyerahkannya kepada petugas rumah sakit.


"Apa kita boleh melihatnya sekarang?" Tanya Tiara lagi sambil berjalan dikoridor rumah sakit.


"Aku belum bertanya apa Mala bisa dilihat sekarang atau tidak dari tadi aku sibuk mengurus administrasi untuk Mala" jawab Riko lalu mendudukan bokongnya dikursi tunggu.


"Apa kamu sudah menyuruh orang untuk menyelidiki kasus ini?" Tanya Bram.


"Aku sudah menyuruh Nunik kelokasi kejadian dan menyuruh Nunik untuk melapor kepolisi, aku heran deh pah Mala itu tidak pernah jahat kepada siapa pun, tapi kok ada yang berbuat jahat padanya" ucap Riko.


"Mungkin ada orang yang tidak suka padamu, tapi dia melihat lebih mudah mencelakai Mala dari pada kamu, makanya ada orang yang jahat kepada Mala" jawab Tiara.


"Jadi dimana orang yang menabrak Mala?" Tanya Tiara lagi.


"Ohhh....Riko lupa tadi katanya dia nunggu diparkiran, Riko kesana dulu mama tungguin Mala disini bentar ya" ucap Riko lalu berjalan keluar rumah sakit menuju parkiran.


Mobil yang menabrak Mala lebih tepatnya Mala yang jatuh kemobil itu akibat kuatnya dorongan dari orang yang tidak ia kenal, mobil itu masih parkir dengan rapi, Riko menghampirinya lalu megetoknya.

__ADS_1


Supir mobil itu keluar menjumpai Riko yang berdiri disamping mobil.


"Bagaimana dengan istri bapak, apa dia baik-baik saja?" supir mobil itu bertanya dengan takut-takut yang bernama Yuda.


"Tidak usah takut pak, dia baik-baik saja, sekarang Bapak ikut saya kedalam dulu" Riko berjalan kembali kedalam rumah sakit diikuti Yuda.


Riko sudah sampai dimana Tiara dan Bram menunggu.


"Jadi ini orang yang menabrak menantuku" ucap Tiara dengan muka yang marah.


"Sabar dulu ma, dia belum duduk juga mama sudah memarahinya" Bram memperingati Tiara.


"Tapi dia sudah menabrak menantu kita pah" Tiara menantang suaminya dengan mata yang melotot.


"Ma sabar dulu ini rumah sakit, bukan dia yang menabrak Mala, tapi Mala yang terjatuh kemobilnya akibat kuatnya dorongan dari belakang Mala" riko mencoba menjelaskan yang dia tau supaya mamanya jangan mengamuk dirumah sakit ini.


*****


"Suami pasian di panggil untuk kedalam sebentar" ucap salah satu suster.


Riko langsung berdiri dan mengikuti langkah kaki suster itu masuk kadalam ruangan.


Riko melihat Mala yang sudah sadar sambil beruraian air mata.


"Sayang kenapa menangis? masih sakit? dimana yang sakit sakit sayang?" Riko panik melihat istrinya menangis lalu melap air mata yang mengalir dipipi Mala.


"Aku Minta maaf ya membuat mu cemas" ucap Mala dengan lirih.


"Jangan pikirkan itu sayang, sebentar lagi kamu akan dioperasi supaya kamu dan anak kita selamat" jawab Riko lalu mencium kening Mala meralih ke bibir Mala, hanya kecupan singkat bukan nafsu.


"Baiklah pak kami akan membawa pasien keruang operasi" suster itu sengaja meminta riko masuk hanya ingin membuat pasiennya tidak banyan beban pikiran dan rileks sedikit.


Suster itu mendorong brankar rumah sakit itu, Riko hanya bisa melihatnya dan berdoa untuk kelancaran operasi istrinya. Riko kembali ketempat semula dimana Mama dan Papanya sedang menunggu.


"Bapak sudah boleh pergi tapi saya mau Bapak meninggalkan nomor telefon kepada saya" ucap Riko.


Bayu menyerahkan hpnya supaya Riko mencatat nomor hpnya dihp Bayu.


Bayu langsung me miss call nomor hp Riko, "itu nomor saya, kalau begitu saya permisi dulu".


"Silahkan pak" Riko kembali memasukkan hpnya kedalam kantong celana lalu duduk kembali dikursi tunggu dan menyenderkan punggungnya dikursi karena merasa lelah.

__ADS_1


...🌟🌟🌟...


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...


__ADS_2