
🌟🌟🌟
Lama Reno memandang wajah Kinan, saat kinan mulai bergerak untuk bangun, Reno langsung melepaskan tangannya dari badan Kinan dan segera bergegas kekamar Mandi.
Tidak menunggu lama Reno sudah keluar dari dalam kamar mandi menuju ruangan ganti, digantikan dengan Kinan yang masuk kedalam kamar mandi. selang 15 menit Kinan juga keluar dari kamar mandi menggunakan handuk, sambil berjalan keruang ganti, Kinan memakai dres mini yang panjangnya diatas lutut, Kinan segera duduk didepan kaca rias untuk memakai make Up.
Reno yang mengamati kinan dari tadi angkat bicara.
"Mau kemana kamu kok dandanan?" Tanya Reno sambil membaca laporan ditangannya.
"Kekantor sudah lebih satu minggu aku tidak kesana" jawab Kinan santai, seperti tidak ada terjadi sesuatu antara mereka.
"Apa sebaiknya nggak istrahat saja hari ini! kamu kan baru pulang tadi malam" usul Reno kepada Kinan yang dari tadi tidak menoleh sedikit Pun. "apa kamu tidak Capek" tanya Reno lagi.
"Aku nggak capek kok, sudah biasa Banting tulang dari aku kecil. bukan banting harga diri" jawab Kinan lagi.
Reno yang mendengar ucapan Kinan langsung naik pitam.
"Banting tulang dari mana, Banting harga ranjang ia" ucap Reno marah. sedangkan Kinan yang sudah siap dengan aktifitasnya tidak mau mengambil pusing ucapan Reno.
"Sudah siap nih... ayo turun" ajak Kinan, sambil berjalan keluar dari kamar menuju ruang makan, diikuti oleh Reno dari belakang.
Kinan melihat ada orang baru dimeja makan menunggu mereka turun.
"Kakak disini juga? kapan?" tanya Kinan sok polos.
"Tadi malam kakak kesini sama Reno, kebetulan Reno minum agak pusing jadi aku antar pulang" jawab Mira dengan senyum palsu.
"Dek nanti kakak pinjam baju kamu ya! Kakak langsung dari sini kerja. Kakak nggak ada baju soalnya".
Sedangakan Evi dan Ivan senang melihat menantunya yang sangat baik terhadap kakaknya.
"Ya Udah, kita makan yok! udah Jam 7 lebih nanti kalian terlambat kekantor" ajak Evi.
Mereka semuanya makan dengan diam sampai makanan dipiring mereka habis.
"Ayok kak, kita ambil bajunya, soalnya aku buru-buru ni mau kekantor" ajak Kinan.
Kinan dan Mira sudah turun dari atas dengan memakai pakaian kinan.
"MA, PA, Kinan berangkat duluan ya"
"Kok nggak bareng mereka? tanya Evi sambil menunjuk Reno dan Mira.
"Kinan buru-buru MA"
__ADS_1
Evi langsung melihat anaknya tidak bergerak sedikit pun langsung berbicara
"Reno, berangkat sekarang antar Kinan dahulu baru kalian kekantor".
Reno yang merasa dipanggil, langsung menoleh kearah mamanya.
"Baik Ma, ayok Kinan, Mira kita berangkat sekarang" ajak Reno.
Sampai didepan pintu Kinan langsung membuka pintu belakang hendak masuk.
"Kinan kamu duduk didepan, biar Mira dibelakang" ucap Reno sambil naik ke kursi kemudi, menjadi supir untuk Mira dan Kinan.
Didalam mobil Kinan terus diam tanpa berbicara sedikit pun, hanya mendengarkan Reno dan Mira berbicara.
"Reno minggu depan kita harus kebandung untuk survey pembuatan pabrik disana" ucap Mira.
"Kamu atur saja semunya, berapa Lama kita disana?" Tanya Reno.
"Mungkin sekitar 2 minggu kalau cepat selesai".
Ditengah pembicaraan mereka hanphone Reno berbunyi ada notifikasi panggilan, tapi karena Reno menghargai Mira sebagai kakaknya Kinan, Reno membiarkan panggila itu mati sendiri.
"Kenapa tidak di angkat Bang" Tanya Kinan penasaran.
"Cuman teman Lama yang nelfon, nggak penting" jawab Reno cuek.
"Hallo Tiara, ada apa ya?" tanya Reno.
Kinan dan Mira hanya diam saat Reno menelfon, sebelum panggilan itu dimatikan Mira dan Kinan mendengar Reno berbicara.
"Baiklah nanti malam aku kesana" sambil mematikan telefonnya.
"Biasanya juga panggilan sayang-sayangan" sungut kinan dalam hati. karena didepan Mira, Kinan sok peduli kepada Reno.
"Siapa yang nelfon Bang?"
"Tiara teman kuliah aku dulu, dia mengundang kita kepestanya nanti malam" bohong Reno masih perpura-pura didepan Mira.
"Masih aja berpura-pura anak ini berdua, kompak Lagi berbohong sama ku, kira-kira apa ya peneyebab mereka renggang, padahal sebelum menikahkan mereka pacaran" ucap Mira dalam hati.
Suara hanphone kembali berbunyi, tapi kali ini bukan suara handphone Reno melainkan suara handphone Kinan, tanpa disuruh Kinan langsung mengangkatnya.
"Hallo pak Anto, ada apa ya?"
"OH itu, Maaf pak saya tidak memberitahu bapak kemaren, saya buru-Baru pulang, suami saya menyuruh pulang soalnya" jawab Kinan lagi.
__ADS_1
"Baik Pak, tapi minggu ini saya tidak bisa kesana, mungkin sebulan Lagi baru bisa kesana, disini juga banyak pekerjaan" jawab Kinan.
"Terimaksih Pak" sambil mematikan telfonnya.
Tidak Terasa sekarang mobil yang dikemudi Reno sudah sampai didepan restauran XY, yang makin hari makin maju dan banyak peminatnya.
"Terimaksih Bang tumpangannya" ucap Kinan sambil keluar dari mobil tanpa pamit pada sang Kakak.
Hari ini telah dilewati dengan fokus bekerja baik Kinan mau Pun Reno.
"Reno kan mau jumpain pacarnya, aku ke apertemen aja achh nanti pulang malam aja kerumah" usul Kinan pada dirinya sendiri.
Sedangkan dilain tempat Reno dan Tiara sedang bertemu di sebuah restaurant sambil makan malam.
"Sayang kamu kok nggak menghubungi ku tadi malam, aku nunggu telfon darimu?" tanya Tiara manja.
"Tiara aku mau kita putus, sebenarnya aku tidak mencintai mu, aku hanya menganggap mu sebagai temanku"
"Kok ngomong gitu sih Reno, padahal aku terima kamu apa adanya kok, walau kamu sudah punya istri" ucap Tiara tanpa malu.
"Tapi, aku tidak mau melanjutkannya lagi, aku mencintai istriku dan akan mempertahankan rumah tangga ku", aku pamit ya, maaf membuat mu sakit hati" ucap Reno sambil meninggalkan Tiara.
Sedangkan Tiara yang ditinggalkan mengepalkan tangannya. awas kamu Reno akan aku balas perbuatan kamu. kamu sudah membuat ku kecewa.
🌟🌟🌟
Dilain tempat Kinan hendak masuk kedalam apertemennya setelah memencet paswordnya. ada tangan seseorang membekap mulutnya pake kain, Kinan langsung hilang kesadarannya.
"Kamu atur semunya sesuai dengan rencana saya"
"Baik bos, bos tinggal terima bersih"
Laki-laki itu masuk membawa Kinan kedalam apertemen Kinan dia langsung menjalankan misinya dengan menjebak Kinan sesuai dengan arahan bosnya.
Saat Reno masuk kedalam apertemen Kinan yang tidak tertutup langsung masuk kedalam, Reno mencari Kinan tapi tidak ditemukan, tempat terakhir yang belum dikunjungi Reno adalah kamar.
Kret.... suara Pintu kamar terbuka.
Reno terkejut saat melihat Kinan bersama laki-laki lain didalam rancang tanpa memakai apapun, Reno langsung naik pitam dan memukul laki-laki itu sampai pingsan dan mengikatnya disana.
Reno langsung pergi ke kamar mandi dan membawa air dalan ember.
Duarrr... air itu mengenai wajah Kinan. Duarr.....kali ini mengenai wajah laki-laki itu.
🌟🌟🌟
__ADS_1
Hay Jangan Lupa Vote Dan Like Ya.
Terima kasih