GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 58 Gadis Cute Dan Mandiri


__ADS_3

🌟🌟🌟


Ridwan mendudukkan bokongnya dikursi sebelah Kinan, Ridwan juga merasakan sakit yang teramat dalam akibat perbuatannya dahulu dia tidak tau kalau dia mempunyai anak yang sudah dewasa dan sudah punya anak malah.


"Sayang bangun, maafkan Papa tidak mencarimu dahulu, Papa bodoh tidak bisa merasakan batin antara kamu dan aku padahal kita sering bertemu dan malah menjaga anakmu berminggu-minggu cucu pertama Papa" batin Ridwan tanpa disadari air mata Ridwan jatuh bgitu saja.


"Siapa yang membuat anak dan cucuku begini?" tanya Ridwan tegas walau masih ada tersisa air mata, dipelupuk matanya.


"Saya juga belum tau, tapi polisi dan anak buah Reno sedang menyelidiki siapa yang membuat kecelakaan ini" jawab Siska sambil memegang tangan Kinan dan tanpa menoleh kearah Ridwan.


"Baiklah anak buahku akan membantu masalah ini, dan aku jamin siapapun yang membuat ini aku tidak akan memaafkannya" jawab Ridwan.


"Apa suamimu menerima keberadaan Kinan disisinya selama ini?" tanya Ridwan penasaran, mengingatkan kisah perjalan Kinan sangat pahit yang diceritakan Anto kepadanya.


"Maaf... bukan suamiku yang tidak menerima dia tapi aku" tiba-tiba Ridwan menoleh kemuka Siska yang tadinya Ridwan menunduk memperhatikan pipi Kinan yang sudah mulai hilang pucatnya.


"Apa maksudmu?".


"Aku tidak menerima kehadirannya saat tau dia bukan anak dari suami ku, sehingga dia selalu tersiksa selama ini" jawab Siska jujur.


"Baiklah kalau kamu tidak menerimanya, maka aku akan membawanya bersamaku".


"Tidak.... itu dulu tapi belakangan ini kami sudah berbaikan" jawab Siska takut, dan dijawab anggukan oleh Ridwan.


Ridwan tau kalau misalnya dia membawa Kinan bersamanya pasti Mia istrinya akan menerima kinan dengan senang hati , karena dulu saat kejadian itu selesai, Ridwan berterus terang kepada Mia, malah Mia yang mengatakan kalau mereka akan mencari perempuan itu dan mempertanggungjawabkan perbuatan suaminya.


Ditengah perbincangan itu, kinan mulai membuka matanya secara berlahan.


"Mah... Om...aku dimana?" tanya Kinan.


"Sayang kamu lagi dirumah sakit, kamu pingsan dan baru sadar sudah beberapa jam kami mengewatirkanmu" ucap Siska.


"Dimana Mala Ma?".


"Dia lagi melakukan pengobatan selanjutnya, kamu berdoa aja ya, supaya cepat selesai" ucap Siska menenangkan Kinan takut dia tertekan batin lagi.

__ADS_1


"apa dia baik-baik saja Ma?".


"Iya sayang dia baik kok".


"Om Ridwan kok ada disini, kenapa Om menangis?" Kinan heran melihat Ridwan kembali menjatuhkan airmatanya.


Ridwan langsung memeluk Kinan, pelukan itu begitu nyaman dirasakan keduanya, begitu lama pelukan itu tapi belum dilepas juga.


"Om kenapa?" tanya Kinan.


"Panggil Papa sayang jangan Om lagi, ini Papa kamu mulai sekarang Papa akan menjaga mu semampu Papa dan papa tidak akan membiarkan siapapun mau mencelakai mu" ucap Ridwan melepas pelukan.


"Maksudnya apa Om? Kinan nggak ngerti, Kinan juga punya Papa kok. Papa mana ma?" tanya Kinan balik pada Siska.


Tiba-tiba yang ditanya muncul didepan mata, sebenarnya Papa kinan sudah dari tadi bibelakang pintu, tapi melihat dan mendengar mereka berbicara serius dia hanya bersembunyi disana. Gays dari kemarin aku nggak kasih nama suami siska aku baru sadar kenalkan gais namanya Brian.


"Ini Papa sayang, Papa menunggu mu diluar tadi, papa juga kasih kesempatan buat kalian bisa bicara dari hati kehati" jawab Brian pengertian.


"Sayang kamu kan tau dari dulu kalau Papa bukan ayah kandung mu, tapi walau begitu kita saling menyayangi, biar Mamamu yang berbicara padamu" ucap Brian berjalan kearah Kinan dan duduk disamping Ridwan.


Kinan hanya manggut-manggut mendengar cerita siska, walau takdirnya tak sebagus orang lain tapi dia bersyukur memiliki papa yang tidak sekandung tapi menyayanginya, dan baru mengetahui papa kandungnya, dia orang baik selama ini kepada Kinan walau dia tau Kinan bukan anaknya.


Papa keluar sebentar ya mau nelfon Mama kamu dan adek kamu ririn dari Jerman, mereka pasti senang mengetahui kamu adalah anaknya, walau sedih melihat keadaan kamu ini. tapi mungkin ini cara tuhan mempertemukan kita.


Ridwan keluar dari ruangan Kinan menuju ruang tunggu dia langsung menelfon seseorang.


"Saya mau kalian bereskan siapa yang membuat putri dan cucuku kecelakaan, saya mau 2 hari ini kalian dapat menyelesaikannya" ucap Ridwan dan memantikan telfonnya.


Setelah mematikannya dia kembali menelfon orang lagi, kali ini Ridwan menghubungi istrinya yang berada di Jerman. tidak menunggu lama panggilan itu diangkat oleh Mia.


"Sayang, aku sudah menemukan putriku ternyata putri ku itu Kinan adeknya Anto, tapi sekarang dia tidak baik-baik saja berangkatlah hari ini secepatnya" ucap Ridwan.


"Benarkan apa yang mama bilang, tapi kamu nggak percaya ucapan Mama, yaudah Mama siap-siap dulu dan mengajak Ririn kesana" ucap Mia dari seberang telefon.


"Baiklah sayang aku tunggu ya, kalian hati-hati" ucap Ridwan sambil mematikan telfonnya.

__ADS_1


Setelah selesai menelfon Ridwan kembali kedalam ruangan Kinan. dia mendekati Kinan dan berkata.


"Sayang kamu belum makan dari tadi, kamu mau makan apa sayang biar papa pesankan?" tanya Ridwan, sedangkan Siska dan Brian tercengang sendiri karena mereka dari tadi tidak ingat untuk memberi makanan kepada Kinan selain air putih.


"Kinan mau nasi Padang dan juga Kinan juga mau salad buah pah" jawab Kinan tanpa malu-malu sama seperti mala mengeluarkan pipi imutnya yang menggemaskan.


"Baiklah sayang dalam 10 makanan sudah ada didepan mu" ucap Ridwan sambil memegang Hpnya dan mengirim sms kepada anak buahnya.


Dan betul saja dalam waktu kurun 10 menit makanan yang diminta Kinan sudah tersaji didepannya.


"Kok banyak pah, untuk siapa aja" tanya Kinan.


"Untuk kita diruangan ini, pasti kita semua belum ada yang makan" ucap Ridwan pengertian.


Mereka semua menikmati makanan nasi padang itu, rasanya jangan tanya author ya, karna menurut author rasanya anjim banget 🤣🤣🤣


Tanpa sadar Kinan menghabiskan dua kotak nasi padang dan satu porsi salad buah yang sangat manis dan enak dilidah.


"Makasih ya pah makanannya, makanan ini sangat enak" ucap Kinan tersenyum.


"Apapun yang kamu minta Papa pasti akan menurutinya"


Reno datang kedalam kamar Kinan membawa makanan juga pas ketika Kinan dan lainnya sudah selesai makan.


"Sayang kamu sudah sadar, sudah makan juga ya?" Reno menghampiri Kinan dan memeluknya.


"Sayang lepas dulu manti peluknya aku kekenyangan" ucapnya terkekeh.


"Oh ya sayang, bagaimana keadaan mala?" tanya Kinan sambil menatap muka suaminya yang terlihat lelah itu.


"Semuanya berjalan dengan lancar tapi Mala masih koma, kita masih menunggu beberapa hari lagi biar dia siuman" jawab Reno dengan raut muka yang sedih.


"Nak Reno kamu makanlah dulu, Mala pasti secepatnya siuman, jaga kesehatan mu juga itu juga penting kalau kamu sakit siapa yang menjaga mereka nantinya" Siska memberi saran kepada Reno.


...🌟🌟🌟...

__ADS_1


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya ...


__ADS_2