GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 83 Gadis Cute dan Mandiri Season 2


__ADS_3

🌟🌟🌟


Kini mood Riko bertambah dia mengerjakan semua kerjaannya dengan cepat. dan segera bergegas tidur.


Sesuai dengan rencana mereka semalam kalau hari ini Bram dan Tiara akan berangkat ke London untuk pengobatan Bram.


Keempat orang itu sudah sampai dibandara tinggal menunggu keberangkatan.


"Sayang mama titip anak Mama ini bersama mu ya" ucap Tiara kepada Mala.


"Riko sudah besar lho mah, nggak anak kecil lagi dititipin segala" gerutu Riko.


"Tapi bagi mama kamu tetap anak kecil Mama yang selalu manja" ucap Tiara mengelus rambut Riko.


"Hehe iya Mah, Mala akan jagain" ucap Mala.


Tidak lama kemudian terdengar dari suara dari staff bandara kalau pesawat yang mereka tumpangi akan segera berangkat dan diharapkan untuk segera masuk kedalam pesawat.


"Sayang, kami pergi dulu ya, kalian baik-baik disini dan Mama mau saat pulang nanti Mama mendengar kata bahagia dari kalian, kalau Mama akan segera punya cucu, bersemangat dan teruslah bekerja hingga ada hasilnya" ucap Tiara.


"Iya mah kita juga sudah usaha, kami juga menunggu kabar dari Papa dan Mama kalau Papa sudah sembuh" ucap Mala.


"Hati-hati ya Mah" ucap Riko lalu menyalam tangan kedua orangtuanya diikuti oleh Mala. ketika Bram dan Tiara tidak terlihat lagi Riko dan Mala segera berangkat untuk kembali kekantor karena jam sudah menunjukkan siang hari.


"Sayang kita makan dulu ya baru kekantor" ucap Riko.


"Beli aja kita makan di kantor ya sayang" jawab Mala.


"Baiklah istriku sayang" ucap Riko sambil mencium tangan istrinya. Riko menjalankan mobilnya lalu mereka turun disebuah restoran.


"Sayang aku disini aja ya, kamu yang beli" ucap Mala malas keluar.


*****


Tidak menunggu lama Riko sudah membawa makanan dan minuman 2 porsi untuknya dan Mala.


Setibanya dikantor mereka langsung menuju ruangannya, semua orang berlalu lalang dikantor itu karena jam istirahat telah tiba.


Dari arah depan Jeni menyapa mereka yang ingin pergi kekantin.


"Siang Pak, Bu" sapanya ramah.


"Siang kembali Jeni" jawab mereka serempak.


"Jeni orangnya ramah ya?" ucap Mala.


"Iya sayang ramah" jawab Riko.

__ADS_1


Keduanya sudah sampai diruangan Riko, Mala mengambil air putih untuk mereka, sedangkan Riko menghidangkan makanan yang tadi dibeli.


****


Selesai makan, karena masih jam istirahat mereka saling berbincang, tapi Mala tidak memperhatikan tubuh Riko yang sudah mendekat kearahnya.


"Sayang jam istirahat lebih dari 30 menit lagi" ucap Riko dengan tangan nakal yang sudah masuk kedalam baju Mala lewat belakang dan membuka pengait bra.


"Apa hubungannya dengan tangan mu itu?" Tanya Mala pura-pura polos.


"Kamu tadi nggak dengar tadi mama ngomong apa?" tanya Riko.


"Dengar sih dengar, tapi nggak saat kerja juga" ucap Mala. tapi sayangnya Riko tak mengindahkan ucapan Mala, malah tangan yang awalnya dibelakang kini sudah menjalar kedepan tepat pada p*ting Mala.


Riko memegangnya hingga Mala merasa geli, Riko langsung menggedong istrinya kedalam ruangan istirahat dan memulai aksinya.


Jam istirahat ini mereka pakai untuk olah raga siang, hingga ruangan kecil itu terdengar erangan sahut menyahut antara keduanya.


Tanpa mereka sadari Jeni yang tadinya ingin mengantar berkas disuruh oleh seseorang, mendengar suara-suara aneh itu.


"Aduh Pak bos dengan Buk bos siang-siang gini masih saja saling melahap" Batin Jeni lalu mengetok pintu Riko.


Tapi riko tak mengindahkan ketokan pintu itu, dia masih betah didalam sana bersama istrinya, malah Riko makin sering memanggil nama Mala didalam aksinya.


"Sayang ada orang mengetuk pintu" ucap Mala.


Akhirnya tanpa mereka sadari mereka telah korupsi waktu kerja selama 20 menit.


"Sayang kita terlambat kerja nih" ucap Mala.


"Nggak apa-apa sayang aku kan bosnya disini" ucap Riko bangga.


"Sombong amat sih" ucap Mala tertawa.


*****


Setalah selesai dengan aktivitas panas itu Mala tidak langsung keluar dari ruangannya karena permintaan Riko ingin ditemani kerja.


Riko menelfon Jeni untuk datang keruangannya, membuat teh untuk Mala dan dirinya.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk" sahut Riko, Jeni masuk lalu segera bertanya pada Riko.


"Siang Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.


"Buat teh untuk Saya dan istri Saya ya" ucap Riko, tanpa rasa malu mengendus-endus leher Mala hingga Mala merasa geli.

__ADS_1


"Geli lho yank".


"Sayang aku suami kamu lho, masak digitiun aja sudah mengomel biasanya kamu yang suka menari-nari diatas ku" goda Riko tanpa malu didengar oleh Jeni yang sedang mebuat teh bagi mereka.


"Auu... kok dicubit sayang? kalau dic*um aku rela tidak keluar kamar satu hari satu malam" goda Riko.


"Dasar nggak tau malu, ada orang masih aja ngomong ngaur" batin Jeni karena setiap ada dirinya pasti aja bos nya ini bicara vulgar.


"Permisi pak, bu ini tehnya" sambil meletakkan kopi diatas meja, tapi tiba-tiba tangan Jeni terpeleset dan menumpahkan teh yang panas itu kebaju Mala, dan untung hanya baju yang kena tidak sampe kekulit.


"Maaf buk, saya tidak sengaja" ucap Jeni merasa bersalah.


"Tidak apa-apa kamu buatkan yang baru ya, saya mau ganti baju istri saya dulu" ucap Riko lalu menggendong Mala kekamar kecil.


Jeni kembali membuat teh untuk Mala.


"Hanya baju aja yang basah malah digendong dasar suami bucin" batin Jeni, lalu tiba-tiba ia mendengar suara dari ruangan kecil itu.


"Sayang jangan pegang itu geli" Jeni tau kalau itu pasti suara buk bosnya.


Jeni nggak tau apa yang dipegang Riko yang ada pikirannya negatif karena sering melihat bosnya itu nggak ada malu. padahal yang sebenarnya yang terjadi Riko memegang kaki Mala dibagian tapak kaki, makanya Mala merasa geli.


"Huff, dua-duanya sama-sama nggak tau malu didepan orang, ngomong kayak gitu" batin Jeni, karena sudah sering mendengar ucapan yang vulgar dari keduanya.


Tidak lama kemudian Mala dan Riko keluar dari ruangan itu.


"Jeni kamu sudah bisa keluar sekarang ya" ucap Riko tanpa dosa.


"Saya permisi dulu" ucap Jeni lalu pergi dari sana.


*****


Sebulan telah berlalu pagi ini Mala bangun dari tidurnya, kepalanya terasa berat perutnya mual, Hoek... hoek.... Mala muntah lagi diatas westafel.


Mendengar suara itu tidur Riko terganggu didalam tidurnya, Riko langsung pergi melihat Mala yang masih berdiri di wastafel ingin muntah tapi tidak ada yang keluar.


"Sayang kita kedokter ya, aku lihat kamu setiap pagi begini" ucap Riko sambil memapah Mala kembali keranjang.


"Nanti malam saja ya pas pulang kerja, kayaknya hari ini aku nggak masuk kerja badan ku rasanya lemas banget" ucap Mala.


"Sayang aku rasa kamu pasti sedang hamil karena tadi malam aku lihat ciri-ciri orang hamil persis seperti dirimu" ucap Riko.


Seketika kesadaran Mala kembali seutuhnya, dengan gembira Mala langsung memeluk Riko.


"Betulkah?"


......🌟🌟🌟......

__ADS_1


......Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya ......


__ADS_2