
🌟🌟🌟
"Jadi Mira yang melakukan ini?" tanya Siska.
"Ia mahw, ini semua ulahnya Mira lagi" jawab Reno.
Dret... dret... dret...
Siska langsung mengangkat telfon dari mira.
"Hallo mira".
"Hallo ma stevan kecelakaan sekarang berada dirimah sakit XX" ucap mira dari seberang telfon.
"Astaga, bagaimana dengan keadaannya? apa dia baik-baik saja?" tanya siska panik.
"Mama tadang kesini aja ya lihat keadaannya tidak telalu parah kok"
"Baiklah nanti mama kesana" ucap siska mematikan telfonnya.
Kinan yang melihat muka mamanya panik langsung bertanya.
"Ada apa mah, kok panik begitu?".
"Suami mira kecelakaan tadi pas mau kesini" jawab siska lesu, dia begitu pening melihat keadaan keluarganya yang penuh drama ini.
"Yaudah mama sama papa kesana dulu kak mira pasti membutuhkan mama, biar kami yang disini menunggu mala siuman nanti kalau mala sudah siuman kami akan menghubungi mama" ucap kinan memberi pengertian kepada mamanya. kinan tidak mau membuat mamanya menjadi banyak beban walau mira sudah membuat hidupnya tidak tenang.
"Sayang kami pergi dulu ya, nak reno jagain kinan cucu mama iya" ucap siska sambil mengambil tasnya lalu bergegas keluar.
"Kami permisi semuanya ya, untuk masalah mira semuanya kami serahkan kepada kalian apapun jadi keputusan kalian kami tidak akan keberatan" ucap brian.
Semua orang diruangan itu hanya tersenyum melihat brian berlapang dada walau anaknya mungkin akan perjara, tapi itu sudah menjadi pilihannya.
Sepeninggalan siska dan brian ridwan anto dan reno duduk disofa untuk berbicara sedangkan kinan masih setia duduk disamping mala.
"Apa keputusan bapak tentang masalah ini?" tanya reno.
__ADS_1
"Walau mira kakaknya kinan tapi aku tidak terima perbuatannya, kita lanjutkan kepengadilan besok pagi" ucap ridwan tegas.
Kinan yang mendengar ucapan ridwan menoleh kaarah mereka.
"Pah, apa sebaiknya kita masih ketempatan untuk kak mira kasian dia sedang mengandung dan suaminya lagi membutuhkannya" kinan tidak bisa membanyangkan kalau kakaknya sampai dipenjara dan suami yang ditinggalkan lagi butuh istri untuk merawatnya.
"Tidak kinan,kali ini papa tidak terima lagi perbuatannya, biarkan dia menjalani hukumannya biar dia bisa berubah" ucap ridwan.
"Betul kata papa sayang, mira sudah keterlaluan dan asal kamu tau 9 tahun lalu mira juga yang menjebakmu di apertemen hingga membuat kita berpisah selama 8 tahun lebih" ucap reno yang tidak kalah marahnya dengan ridwan.
"Jadi dahulu kak mira juga yang mejebakku? dari mana kamu tau sayang?"
"Orang yang mecelakai kamu dan mala kemaren adalah orang yang sama dengan orang 9 tahun yang lalu" ucap reno.
"Ma....h" kinan langsung menoleh kearah suara itu ternyata mala sudah sadar dari komanya.
"Haus mah" suara itu begitu lemas didengar oleh mereka.
Tanpa disuruh reno langsung mengambik air dan memberinya kepada putrinya.
"Sayang kamu haus ya minum dulu sayang" reno memberikan air kepada mala.
Ridwan memeluk mala dia begitu terharu cucunya sudah sadar dari koma, "sayang akhirnya kamu sadar juga, opa merindukanmu" ridwan begitu senang sampai tidak sadar mala yang dipeluk merasa sesak karena tidak dilepas pelukannya walau sudah lama.
"Opa mala sesak, opa nggak lepas pelukannya dari tadi" ucap mala masih lemas.
"Heheh maaf sayang opa begitu bahagia melihatmu" jawab ridwan menggaruk kepalanya.
Ridwan segera menoleh kearah anto "kamu panggil dokter datang kesini dan juga urus masalah mira secepatnya" ucapnya tegas.
Anto langsung pergi dari sana sesuai dengan perintah papanya.
🌟🌟🌟
Dirumah sakit XX
"Lepas.... lepas... saya tidak mau dipenjara, saya mau mengurus suami saya" mira menangis saat polisi ingin membawanya pergi.
__ADS_1
Sedangkan mertua dan orang tuanya hanya pasrah dengan tindakan polisi begitu juga dengan stevan dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Mah, pah, sayang, aku nggak mau dipenjara tolong aku" mira meminta bantuan kepada suaminya.
"Mira terimalah hukumanmu, aku akan menunggu kamu pulang dengan sifat yang sudah berubah" ucap stevan sedih.
"Sayang aku mengandung anak kita bagaimana mungkin kita berpisah anak kita butuh dedynya" ucap mira lagi.
Stevan hanya menunduk sedih dengan keadaan sekarang, dia membutuhkan istrinya merawatnya dan artinya butuh dirinya disaat lagi mengandung anaknya, tapi nasi sudah menjadi bubur, menyesali pun tidak akan merubah apa-apa.
Mira sudah hilang dari pandangan stevan, dia menangis didepan mertuanya dan orangtuanya, stevan tidak malu menangia begitu banyak beban dipundaknya, kia datang menghampirinya dan memeluknya.
"Mah stevan nggak kuat lagi, banyak beban dipundak stevan sehingga kepala stevan pun rasanya sudah mau meledak" ucapnya.
"Semuanya pasti berlalu, kamu pasti dan mira pasti akan menemukan kebahagian kalian, sekarang kamu masih punya mama untuk beesandar" kia menyemangati stevan.
🌟🌟🌟
Palu sudah diketuk mira akan dipenjara 1 tahun lamanya kini semua orang sudah bubar dari ruangan pengadilan itu, tinggal kerabat yang masih tersisa.
Stevan masih setia menemani, kinan datang menghampirinya.
"kak mira maaf, aku tidak bisa menyelamatkanmu kali ini" ucap kinan menangis, sedangkan mira hanya diam berbicara pun percuma saja.
"Aku tau mungkin sampai saat ini membenciku, dan sampai saat ini aku nggam tau alasan kakak yang paling tepat untuk membenciku, tapi biar kakak tau aku sama sekali tidak membenci kakak, aku pasti akan menjenguk kakak, tapi tidak sering mengingat minggu ini kami akan pulang kejarkarta" ucap kinan panjang lebar.
Kinan mengangkat kakinya dan berjalan meninggalkan mira yang hanga membisu. mira tidak mau berbicara sama siapun kecuali suaminya itupun hanya sedikit yang menurut penting.
"Sayang hati-hati disana nanti ya, jaga anak kita, aku akan menunggumu dirumah kita" jawab stevan menggemgam tangan mungil itu. mira hanya menangis dan tidak bicara sama sekali.
Polisi sudah mendekat kearah mira dan hendak dibawa oleh polisi, kini mira sudah berdiri dan hendak pergi.
"Kamu janji ya menungguku, aku akan kembali untukmu dan anak kita nanti, cepat sembuh jaga dirimu juga" ucao mira lalu pergi begiti saja tanpa ada peluk-memeluk antara suami istri itu.
Stevan mengikuti langkah mira sampai didepam mobil polisi itu dan melihat kepergian mira dengan linang air mata dia tidak bisa berlari karena kakinya tidak bisa berjalan, hanya mengiklaskan sang istri untuk menjalani hukumannya.
"Sayang kita pulang sekarang ya, kamu butuh istirahat biar cepat sembuh, jangan buat mira makim sedih, kamu harus bisa nanti berjalan untuk menunggu kepulangannya, jangan jadi laki-laki jengeng" kia memberi arahan kepada stevan supaya lebih kuat menerima kenyataan.
__ADS_1
...🌟🌟🌟...
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...