
🌟🌟🌟
Kinan tidak menjawab Stevan dia hanya berjalan mendahului Stevan menuju mobilnya.
Didalam mobil Stevan berbicara agar Kinan tidak larut dalam kesedihan.
"Kak Kinan, kakak jangan merasa sendiri ya, kan kemaren kakak udah bilang kalau kita bekerja anggap kakak adek, jadi anggaplah saya adek kakak" ucapnya Stevan, tapi tak digubris oleh Kinan
"Kak Kinan" sekali lagi Stevan memanggil nama Kinan.
"Ah.... Iya... ada apa Stevan?" Tanya Kinan karna tidak mendengarkan ucapan Stevan barusan.
"Haha tidak ada kak, kakak jangan sedih lagi ya!" ucap Stevan.
"Ia dek" jawab Kinan singkat.
"Huftt... udah mgomong panjang lebar, ternyata oh ternyata tidak didengar ibuk bos" guman Stevan dalam hati.
Hari ini Kinan bekerja tidak semangat setelah selesai rapat Kinan langsung pulang kerumanhya.
"Stevan hari ini saya ingin lebih awal Pelanggan, kamu antar saya ya!" ucap Kinan yang masih duduk diruang rapat.
"Tapi saya keruangan sebentar mengambil tas kamu tunggu saya dilobi ya" ucap Kinan lagi.
"Iya kak " ucap Stevan berjalan dibelakang Kinan.
🌟🌟🌟
Pagi ini Kinan bersantai dirumahnya berhubung hari ini hari minggu, dia mengambil kesibukan didalam rumah, Sudah seminggu Reno pergi tapi Reno tidak pernah lagi mengabari Kinan tentang kabarnya.
"Mending nelfon Mala ajalah" gumannya, panggilan vidio terangkat.
"Hallo dek Rin, baru bangun ya?"
"Iya kak disini baru pagi-pagi buta" ucap Ririn yang masih tidur diatas ranjang.
"Yaudah deh, nanti kakak telfon lagi ya mau bicara sama Mala" ucap Kinan.
🌟 Dikediaman keluarga Ridwan dijerman 🌟
"Siana yang menelfon sayang?" Tanya Anto.
"Kak Kinan yank, katanya mau bicara sama Mala"
"Yaudah tidur lagi yok, nanti kita telfon balik" ucap Anto memeluk Ririn.
"Yank udah pagi, aku mau mandi dulu terus kebawah, malu sama mertua bagun lebih dulu daripada menantu" ucap Ririn melepaskan tangan Anto.
Selesai mandi Ririn memakai baju dan menyiapkan baju untuk Anto.
"Yank mandi sana sekalian biar kita turun" ajak Ririn
"Kamu duluan aja sayang abang masih ngantuk" jawab Anto masih memejamkan mata.
Ririn keluar Kamar menuruni tangga menuju dapur, terlebih dahulu dia membuatkan teh untuknya dan mertuanya, selama tinggal dijerman Ririn rutin membuat teh setiap pagi untuk mertuanya.
__ADS_1
Ririn membawa teh dan kue untuk dimakan diruang tamu. saat Kinan sudah sampai, Kinan langsung menyodorkan teh itu.
"Mah, Pah, ini tehnya" ucap Ririn sambil duduk disamping Mia.
"Suami kamu mama sayang?"
"Masih tidur mah, katanya masih ngantuk bentar lagi juga dia datang" jawab Ririn.
Yang dibicarakan Pun nongol didepan mata.
"Baru juga diomongin udah mucul kepermukaan dia" ucap ridwan becanda.
"Kalian gosipin aku ya? Hayo ngaku?" ucap Anto lagi.
"Siapa juga yang gosipin kamu Kayak nggak ada kerjaan saja kami" ucap Mia.
"Siapa tau Mama sama menantunya kurang kerjaan, minding pijitin kami, iya nggak pa?" Tanya Anto pada sang Papa.
"Betul juga yang dibilang anak mu ini Ma" ucap Ridwan.
"Oh jadi dia cuman anakku saja?" ucap Mia menatap sinis suaminya.
"Anto duduk dekat Mama aja, Dia bukan Papa mu lagi" tambah Mia lagi.
"Aiss... kok tambah ribet sih... udah nanti siap sarapan Mama sama nak Ririn masak khas Indonesia ya! soalnya teman bisnis Papa 9 tahun yang lalu datang kesini, kami akan menjalin kerja sama kembali" ucap Ridwan.
"Siapa pah?" Tanya Anto.
"Dia seorang laki-laki muda saat itu dan sekarang kira-Kira umurnya 35 tahun kalau nggak salah, tapi pekerja keras nggak Kayak kamu" sindir Ridwan pada Anto.
"Nak Rin kita kedapur yok mulai masaknya" ajak Mia meninggalkan anak dan suaminya diruang tamu.
"Masak rendang, tempe tahu dan ayam goreng aja, semur juga bisa nanti deh... kita pikirin lagi mau masak apa" ucap Mia.
Jam 11 siang baru mereka siap masak dan disajikan diatas meja, banyak makanan Indonesia yang mereka sajikan salah satunya rendang daging.
"Mah, semua menu sudah siap kita mandi biar istrahat" ajak Ririn.
Akhirnya mereka berpisah pergi kekamar masing-masing untuk mandi dan istirahat sebentar. jam 12 tamu yang mereka undang Sudah datang dan berbincang-bicang diruang tamu.
Ririn yang masih setia dikasurnya dalam pelukan suami teringat sesuatu.
"Astaga aku lupa, kak Kinan kan mau bicara sama Mala" bantin Ririn dan beranjank kekamar Mala sambil membawa hpnya yang Sudah tersambung dalam panggilan.
Ririn masuk kedalam kamar Mala tapi kamar Mala kosong dia segera ketaman belakang dan melihat Mala bermain-main disana bersama salah satu pelayan.
"Mala sayang, ada Mama nelfon" ucap Ririn memberikan hp pada Mala, Mala langsung berbicara pada mamanya.
"Hey... Mama apa kabar Ma?" Tanya Mala riang.
"Mama sehat sayang"
"Owhh iya ma, Mala sudah mulai sekolah, tapi Mala nggak ada teman yang seperti Riko" ucapnya sedih.
"Tapi kamu betah disana kan?"
__ADS_1
"Betah ma soalnya Oma sama Opa baik banget sering ajak Mala jalan-jalan"
"Sudah makan siang sayang?"
"Belum Ma, ini bentar lagi mau makan, tante Ririn sama oma masak banyak dan enak, Kayak makanan kita" ucapnya senang.
"Ya udah makan dulu sana sayang, Bye" ucap Kinan.
Selesai menelfon Mala berlari keruang tamu untuk mengajak Oma,Opanya makan.
"Oma...opa....Mala lapar kita makan yuk" teriak Mala padahal masih jauh dari Mia dan ridwan.
"Bagaimana kalau kita makan siang dulu, istriku dan menantuku sudah menyiapkan makanan indosesia untuk kita makan siang ini" ucap Ridwan.
"Baiklah..... Om "
"Oma nggak dengar Mala ngomong ya?" Mala lapar rengeknya pada Mia.
"Opa...... " ucapan Mala terhenti saat melihat ada Papanya disana.
"Papa kok kesini? jemput Mala ya?" Tanya Mala memeluk Reno yang sedang berbicara pada Ridwan.
Deg.....
ketika dipanggil Papa, Reno menoleh dan melihat Mala ada disana.
"Sayang kamu kok disini?" tanya Reno heran.
"Ia Pah, pah kita makan yok Mala lapar nih dari tadi Mala asik bermain" ucapnya senang.
"Jadi Mala ini anak kamu Reno?" tanya Ridwan.
"Ia Om" jawab Reno singkat.
"Yaudah sekarang kita makan dulu Mala Sudah lapar nanti lagi ceritanya ya" ucap Mia.
Akhirnya mereka semua pergi keruang makan untuk makan siang, "Bik panggilkan Anto sama Ririn makan siang ya!" ucap Mia pada salah satu pelayan.
Saat Anto dan Ririn turun, mereka berdua sangat terkejut melihat Reno yang Sudah duduk manis disamping Mala.
Reno yang melihat mereka tersenyum mengejek "Kalian kalah lagikan dari aku, siapa suruh menyembunyikan anak orang? mending buat anak sendiri biar tau rasanya punya anak" begitulah kira-kira pikiran Reno.
"Kok bengong ayok kita makan" ucap Mia saat melihat anak dan menantunya berdiri mematung.
🌟🌟🌟
...Hy Jangan Lupa ......
...Like.......
...Komen.......
...Vote.......
...Dan...
__ADS_1
...Kasih Hadiah Juga...
...Ya...