
🌟🌟🌟
Hari berganti dengan hari, bahkan minggu berganti dengan minggu, hari ini tepat satu bulan dimana Riko akan berjanji menemani Mala ke jakarta.
Selama satu bulan ini Riko bekerja dengan sangat keras supaya dia bisa pergi ke Jakarta dengan tenang tanpa beban pekerjaan.
Sampai saat ini Jeni si mantan dari RSJ menghilang ditelan bumi dan mungkin akan muncul kembali disaat dia ingin mengganggu kehidupan Riko dan keluarganya.
Pagi ini Mala dan Riko sudah siap-siap untuk pergi kebandara yang diantar oleh supir pribadi keluarga Bram.
"Mah... kami pamit ya, pa... kami pamit pergi dulu" ucap Riko menyalam tangan Mama dan Papanya. begitu juga dengan Mala dia menyalam tangan mertuanya sebelum berangkat.
"Kalian hati-hati ya dijalan, kabari kami kalau sudah sampai" ucap Bram.
"Jangan lama-lama disana nanti kami kesepian disini" tambah Tiara lagi.
"Iya mah kami bakal cepat pulang kok" jawab Riko lalu membuka pintu mobil untuk Mala.
Mobil berjalan dengan santai karena Jam keberangkatan mereka masih Jam 10 tapi sengaja cepat biar tidak terburu-buru dijalan.
"Sayang itu Jeni lagi nongkrong" Mala menunjukkan Jeni yang sedang duduk manis bersama seorang pria.
"Kalau dia disana apa hubungannya dengan kita sayang, yang penting jangan sampai dia mengganggu kita lagi" ucap Riko.
*****
Riko dan Mala sudah sampai dikediaman Reno dan Kinan, Kinan memyambut mereka dengan hati yang senang.
"Sayang kamu sudah sampai, kamu pasti capekkan?" ucap Kinan sambil menuntun Mala kedalam rumah, dan diikuti oleh Riko dan Reno.
"Nggak capek kok mah, Mala masih kuat dan masih segar" jawab Mala.
Mereka berempat duduk sambil bercengkrama diruang tamu, sisil datang dari arah pintu masuk dan menghampiri mereka.
"Wah.... ada kak Kinan sama Bang Reno, kapan kakak Sampai?" Sisil menjatuhkan bokongnya dikursi tunggal.
"Baru satu Jam yang lalu dek" jawab Mala.
Kinan yang mengingat kedua anak ini tidak bisa akur membuatnya was-was jangan sampai Sisil menyinggung persaan Mala karena sedang hamil.
"Sil kakak kamukan sedang hamil, kamu jangan sering ganggu dia ya" ucap Kinan.
"Iya mah sisil nggak Kayak dulu lagi kok".
"Baguslah sayang, sana kamu mandi biar istirahat" ucap Kinan.
__ADS_1
"Nanti aja mah... masih kangen sama kakak" jawab Sisil mendekat kearah Mala.
"Wahh perut kakak udah besar ya, babynya 1 atau 2 kak?" Sisil mencoba memegang perut Mala.
"Babynya 2 dek makanya sebesar ini padahal masih 4 bulan" jawab Mala mengelus perutnya yang buncit.
"Wahh kak Mala sama Bang reno paten juga ya bisa jadi langsung 2" ucap Sisil terkagum-kagum.
"Kamu mau juga Kayak kakak dek?" Tanya Mala yang dijawab anggukan oleh Sisil.
"Makanya cepat nikah haha" ledek Mala tertawa.
Dengan muka kesel Sisil pergi dari sana menuju kamarnya sedangkan keempat orang itu masih asik diruang keluarga.
Disaat semuanya sedang tertawa sisil datang dengan muka panik.
"Mah, Pah, Oma sakit" ucap Sisil masih memegang hpnya.
"Barusan Mama nelfon sama Oma katanya baik-baik saja kok" ucap Kinan.
"Kata opa, oma jatuh dikamar mandi dan sekarang sudah dibawa kerumah sakit" ucap Sisil.
Semua keluar berangkat menuju rumah sakit ingin melihat keadaan Siska, sesampainya disana mereka semua masuk kedalam ruangan VIV tempat Siska dirawat.
"Kenapa Mama bisa begini?" Tanya Mala sedih.
"Mama kamu sudah diperiksa dokter kok, katanya hanya sakit dibagian kaki saja, Mama mu baik-baik saja" ucap Brian yang dari tadi duduk didekat Siska.
"Syukurlah kalau begitu" ucap Kinan.
Siksa yang sedang rindu dengan cucu pertamanya ini berusaha duduk untuk bisa bercengkrama dengan Mala.
"Mala.... kangen Oma" ucap Mala memeluk Siska dengan erat.
"Oma juga kangen sama kamu sayang makanya Oma samangat mau jumpa sama kamu" jawab Siska dalam pelukan hangat itu.
Brian, Reno dan Riko, duduk manis disofa sambil membahas kehidupan sehari-hari, sedangkan Riko dan Reno lebih sering membahas tentang bisnis.
"Kapan Mama akan diijinkan pulang Pah?" Tanya Reno kepada Brian.
"Hari ini juga sudah bisa pulang nak".
"Baguslah pah, kami tadi sampai panik dan segera melucur kesini takut mama kenapa-napa" ucap Riko.
🌟🌟🌟
__ADS_1
Sore ini juga Siska sudah dijinkan pulang, kali ini Siska dan Brian pulang kerumah Reno dan Kinan, berhubung Mala dan suaminya masih disini.
Semua sudah pergi kekamar masing-masing apalagi Mala dan Riko belum sempat itirahat mulai mereka sampai dikota Jakarta.
"Achhh aku kangen sekali sama kamar ku ini" ucap Mala menjatuhkan badannya dikasur.
Riko ikut berbaring disamping Mala, "Tapi aku lebih kangen sama baby kembar kita sayang" ucap Riko mengelus perut Mala.
"Aku capek sayang, besok ya" ucap Mala.
"Maunya sekarang habis itu kita mandi dan istirahat" ucap Riko.
"Tapi aku capek sayang" Riko yang tidak tahan langsung menjalankan aksinya, seperti kata Tiara suami akan ketagihan dan akan menjerit, itulah yang membuat Riko setiap malam menggempur Mala.
Sama seperti hari ini Riko sudah menggempur Mala kembali, sedangkan Mala hanya bisa menerima sentuhan Riko berhubung badannya lagi sedikit capek.
Walau begitu Mala juga bisa mendapat punjaknya saat Riko menggempurnya.
"Sayang kamu selalu s*mpit" bisik Riko, Mala hanya tersenyum merasa puas karena bisa membuat suaminya senang.
"Shhhtt..... " Riko tumbang diatas tubuh Mala.
"Terimakasih sayang, bentar lagi kita mandi ya, masih Capek" ucap Riko sambil memeluk Mala.
"Mandi sekarang aja yank, habis ini kita bisa tidur nyenyak sebelum makan malam" usul Mala.
🌟🌟🌟
Jam 7 malam Mala dan Riko turun dari lantai 2 menuju ruang makan, dan betul saja semua keluarga sudah menunggu mereka untuk makan malam.
"Sayang tadi Mama masak makan kesukaan mu" ucap Kinan menunjukkan bihun goreng.
"Untuk ku Mana mah?" Tanya Reno.
"Malam ini aku cuma buat khusus untuk Mala sayang, untuk mu besok aja ya, tadi persediaan bahan hanya cukup 1 porsi saja" kata Kinan.
"Yaudah deh sekali-kali mengalah sama anak" ucap Reno pasrah.
Makan malam yang sempurna dimana keluarga kita bisa berkumpul walau tidak semua bisa berkumpul disana tapi rasanya sudah sangat bahagia.
Kinan sangat merasa bahagia Mama dan Papanya ada disana, anak-anak dan menantunya juga disana, termasuk suami kesayangannya, hanya mertuanya yang tidak ada disana dan juga papa Ridwan yang berada di Jerman.
Selesai makan malam semuanya kembali berkempul diruang keluarga saling berkomukasi dan bercengkrama, menghilangakan rasa rindu.
"Sayang aku sudah ngantuk kita tidur yok" Mala mengajak Riko untuk pamit dari sana.
__ADS_1
...🌟🌟🌟...
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Ya...