
🌟🌟🌟
Pagi ini kepulangan Kinan, Mala Ririn, dan Anto, sekarang mereka sudah duduk dikursi pesawat, tidak disangka ternyata Reno juga pulang ke bali pagi ini, bertepatan kursi Reno dibelakang kursi Kinan dan Mala.
"Papa" yang dipanggil segera menoleh, dia begitu terkejut ternyata yang memanggil Papa adalah Mala anak Kinan.
"Sayang, siapa lagi yang kamu Papa? jangan sembarangan nanti orang marah" tanya Kinan kepada Mala yang sedang menoleh kebelakang.
"Ma.... af, ehh Reno, maaf ya anak saya mengganggu kamu lagi" ucap Kinan yang hendak minta maaf kepada orang tersebut dan tak lain ternyata Reno.
"Mahh Mala mau sama Papa" rengek Mala sambil menggoyang-goyangkan tangan Kinan.
"Tidak apa-apa sini biar saya pangku anak kamu saya tidak merasa terganggu kok" sahut Reno.
Akhirnya Reno mengangkat Mala dari kursinya ketempat Reno duduk, selama perjalan Mala selalu bermain dengan Reno, begitu banyak canda tawa yang mereka buat sampai Mala kelelahan dan tidur diatas pangkuan Reno.
"Reno mala sudah tidur sini biar aku yang jaga kamu pasti capekkan?" saat Kinan ingin mengambil mala dari pangkuan Reno Mala terbangun lagi.
"Mala mau sama Papa, nggak mau sama Mama" ucap Mala sambil menangis dan memeluk Reno.
"Kamu duduk saja dikursimu biar aku yang jaga Mala" akhirnya Kinan duduk dikursinya kembali "Ternyata anak dan ayah tidak bisa dipisahkan dengan mudah" ucap kinan dalam hati.
Ririn dan Anto yang mendengar ucapan mereka pun ikut berbicara.
"Bang Mala ko betah ya sama pak Reno?, padahal nggak kenal sebelumnya" tanya Ririn penasaran.
"Begitulah kalau ada darah yang mengalir pada anaknya, filingnya begitu kuat" ucap Anto menjawab pertanyaan Ririn.
"Memangnya ayah Mala itu pak Reno, berarti pak Reno itu mantan suami kak Kinan?" ucap Ririn kaget baru mengetahui kebenarannya.
__ADS_1
"Ya kurang lebih seperti itu" jawab Anto sambil memejamkan matanya tapi masih sempat bertanya kembali "Rin kamu belum menjawab pertanyaan ku kemaren, apa tanggapan kamu tentang hal itu? tanya Anto lagi sambil membuka matanya.
"Bang, ririn hanya seorang pembantu tidak pantas bersanding dengan abang"
"Kalau kamu mau jadi istriku maka kamu tidak akan berstatus pembantu lagi melainkan istri dari Anto wijaya, kalau kamu mempertimbangkannya aku akan menunggu jawaban mu minggu ini"
"Baiklah bang saat ini juga aku jawab ia" jawab Ririn jujur.
Anto yang saat ini duduk disamping Ririn menghadap kedepan segera memutar badannya menghadap kepada Ririn.
"Baiklah aku akan melamarmu minggu depan kepada orang tuamu" ucap Anto lagi, tapi Anto melihat ada perubahan sedih diwajah Ririn.
"Aku tidak punya keluarga bang, aku hanya hidup sebantang kara, jika abang ingin melamar ku, lamarlah aku kepada kak Kinan, karena dia hanya dia keluarga ku satu-satunya" ucap Ririn sedih.
🌟🌟🌟
Saat ini Kinan, Ririn, Anto sudah berjalan menunggu supir yang datang menjemput mereka, sedangkan mala masih setia didalam gendongan Reno.
"Sayang ayok kita pulang, Om Reno ada urusan penting" Kinan hendak meminta mala dari tangan Reno menangis lagi.
"Pah, kita kerumah Mama ya, urusan Papa besok aja kerjakan, Mala mau Papa temanin Mala tidur hari ini sampai besok" ucap Mala lagi.
Mendengar ucapan Mala membuat hati Reno perih, apalagi mala sampai menangis meminta ditemanin, sedangkan Kinan hanya diam dengan permintaan anaknya.
"Tanya mama dulu sayang, apakah om bisa ikut kerumah Mala" ucap Reno berharap Kinan menolaknya, tapi hasilnya nihil, selama ini Kinan tidak pernah menolak kemauan anaknya itu apalagi sampai menangis.
"Memangnya kamu nggak sibuk" Kinan bertanya kembali.
"Sebenarnya saya ada kerjaan sore ini makanaya saya brangkat tadi pagi, tapi saya tidak bisa menolak keinginan anak mu".
__ADS_1
"Baiklah kamu ikut kami aja dulu, nanti kita diskusikan lagi" ucap Kinan memberi usulan. akhirnya Kinan masuk kedalam disusul Reno sambil menggedong Mala.
Sesampainya dirumah, mereka pergi kekamar masing-masing termasuk Anto yang sudah biasa menginap disana, tau dimana dia tidur. sedangkan Reno yang tidak tau apa-apa bengong mau ngapain.
"Mala kamu sama Mama dulu ya, nanti malam om datang lagi"
"Mala nggak mau, Papa tungguin Mala dikamar Mala, sehabis Mala mandi Mala mau bermain sama Papa"
"Ya udah kamar kamu dimana" sambil berjalan kearah kamar yang ditunjukkan Mala, kamar mala bersebelahan dengan kamar Kinan, sebenarnya kamar Mala dan Kinan bersatu karena ada pintu penghung didalam.
Saat Mala mandi yang dimandikan pengasuhnya Reno duduk ditempat tidur Mala yang mini, Reno melihat sekeliling banyak foto Mala mulai dari bayi sampai besar. ada banyak peermainan disana dan juga meja belajar untuk Mala. saat Reno memperhatikan foto Mala masih bayi, reno melihat ada kemiripan antara dirini dengan Mala. "kalau dilihat-lihat kok kayak mirip dengan ku ya? atau jangan-jangan Mala anakku. aku dan kinankan pernah berhubungan suami istri, apa mungkin bisa jadi, padahal kami hanya melakukannya satu malam tapi berkali-kali juga sih aku keluar didalam Kinan?" guman reno. "tapi nggak mungkin dulu juga kami pernah melakukannya tapi Kinan nggak hamil" guman Reno lagi sampe pening memikirkannya. tiba-tiba Reno punya ide untuk melakukan tes DNA dengan Mala. saat Mala keluar sudah dengan baju santainya menghampiri Reno yang sedang menghayal.
"Pah, Papa memghayal apa? kok melamun?" tanya Mala.
"Nggak ada sayang Om hanya capek aja pengen tidur" ucap Reno.
"Papa mandi dulu dikamar Mala habis itu kita tidur bareng mala juga cepak nih Pa" tanpa berpikir panjang Reno segera bergegas mengambil perlengkapannya dikoper dan mandi dikamar mandi milik Mala.
Setelah reno keluar dengan baju santainya Mala memanggilnya.
"Pa, kita tidur disini saja nggak muat kalau ditempat tidur maqla" Reno yang ingin istirahat langsung datang ketempat Mala yang sudah rebahan diatas karpet yang banyak bulunya, tidak menunggu lama mereka tertidur pulas diatas karpet itu.
Dilain tempat Kinan yang sudah siap mandi dan bermake up rumahan ingin melihat putrinya didalam kamarnya. saat Kinan masuk dalam kamar Mala, Kinan melihat pemandangan yang indah, dimana Reno sedang memeluk Mala didalam tidurnya.
"seandai kamu tau mala anakmu dan mengetahui aku tidak pernah berhubungan suami istri kepada orang lain kamu pasti bisa menerima kami menjadi bagian dari hidupmu, tapi sayangnya aku tidak ingin menerimamu kembali dalam kehidupanku, karena sampai saat ini aku bahagia dengan kehidupan ku sekarang tanpa ada kamu disisiku" guman Kinan dalam hati dan segera pergi dari sana menuju kamarnya untuk istirahat sebelum makan malam.
🌟🌟🌟
Jangan lupa vote dan like ya
__ADS_1
Makasih ❤❤❤