
🌟🌟🌟
Riko menjatuhkan bokongnya dikursi tepat disamping Mala.
"Udah makan belum" tanya Mala.
"Udah kok, tapi aku capek nih" adu Riko.
"Kalau capek ya istirahatlah susah amat jadi orang" ucap Mala.
"Aku tidur dulu ya, nanti banguni aku kalau sudah sore" ucap Riko lalu pergi kekamar tamu.
Riko bangun dari tidurnya dikihat jam sudah menunjukkan pukul 5 sore tapi tidak ada yang membangunkannya.
Riko keluar tapi tidak ada melihat Mala ada disana, cuman Sisil yang duduk santai disofa.
"Dek Sisil kakak kamu kemana, kok dia nggak banguni abang?" tanya Riko.
"Dia dikamar kayaknya dia tidur deh bang" jawab Sisil dengan mata masih fokus ke tv.
"What... Sil coba kamu banguni kak Mala dulu kami mau kebutik sore ini tadi abang suruh dia banguni abang" ucao Riko mendekat kearah Sisil.
"Aiss.... dua orang ini buat susah aja, udah ayok abang ikut Sisil" Sisil berjalan diikuti oleh Riko dari belakang.
Klek....
Pintu dubuka oleh Sisil, Riko dapat melihat sabahat alias calon istrinya itu masih betah dialam mimpi.
"Kakak bangun" Sisil berterik kencang, bukannya Mala bangun Riko yang jadi tungkik mendengar suara Sisil yang kencang itu.
"Dek Sil pelan dong ngomongnya" ucap Riko menutup kupingnya.
"Hehe biar bangun tu anak bang".
"Bukan begitu caranya, ayok ikut abang" Riko berjalan kekamar mandi dan mencari-cari wadah untuk air, dan kebetulan ada gayung yang tidak terpakai, Riko langsung mengambil air dan membawanya kearah Mala.
"Ayo kita siram dia" ucap Sisil.
Buar... air jatuh dipipi Mala.
"Aaaaan sunami....." Mala berteriak.
Hahahah Riko dan Sisil tertawa terbahak-bahak.
"Ohh jadi kalian yang mengerjaiku awas kalian ya" ucap Mala dan langsung berdiri untuk membalas kedua orang itu.
Sisil sudah siap siaga langsung berlari keluar sedangkan Riko yang ingin menjelaskan sesuatu kepada mala tapi sudah dijambak oleh Mala.
"Kurang ajar kamu ya, berani ngerjain aku" ucap Mala menarik-narik rambut Riko, kini Riko sudah berada dibawahnya Mala, yang sudah acak-acakan.
"Hentikan Mala belum sah" Kinan datang dari arah pintu. ternyata Sisil berulah lagi ketika dia keluar kamar Mala, dia langsung memanggil Kinan dari kamarnya, dasar Sisil.
__ADS_1
Mala langsung berdiri dari posisinya dan menatap tajam kearah sang adek.
"Ini pasti ulah kamu ya anak tuyul" ucap Mala.
"Bukan aku kak tadi bang Riko yang mengajak Sisil" jawab Sisil takut melihat muka mala yang sudah merah.
"Mala, Riko, Sisil coba jelaskan kenapa bisa seperti ini?" ucap Mala.
"Mah, Tadi itu bla.... bla..... " Sisil mejelaskan semuanya kepada Kinan.
"Mala kamu kok gitu sih sayang, ayok cepat siap-siap biar kalian berangkat" ucap Kinan melerai mereka bertiga.
Setelah Sisil dan Kinan sudah keluar dari dalam kamar Mala, kini tinggal Riko yang masih penyet diatas kasur.
"Ngapain masih disana mau ngintip ya?" tuduh Mala.
"Ehh Mala bantuin berdiri dong, penyet aku lho buat".
"Hahah.... sini aku bantuin makanya lain kali mikir dulu kalau mau ngerjain aku" ucap Mala sambil menarik tubuh Riko, bukannya Riko terbantu malah Mala yang ikut jatuh.
"Doyan amat nindih-nindih, mau sekarang ya tutup pintu dulu" Goda Riko.
Plak... kepala Riko kena lagi.
"Kalau ngomong jaga mulut ya".
Setelah selesai dengan ritual berantamnya Mala dan Riko kembali kekamar masing-masing untuk untuk bersiap pergi.
Kedua orang itu sudah sampai dibutik tempat mereka fiting baju, kedua langsung mencoba baju yang sudah mereka pesan sebelumnya, tanpa menunggu lama dan banyak komen keduanya merasa puas apa yang mereka pake sekarang.
"Cantik... bajunya cantik bukan kamunya" ucap Riko.
"Iya tau kok" jawab Mala ketus.
🌟🌟🌟
Hari Pernikahan
Mala sekarang masih dirias dikamarnya sedangkan Riko yang tidak perlu berdandan sudah siap dikamar tamu.
Sisil yang berada dikamar kakaknya duduk santai sambil memandangi kakaknya yang sedang dirias.
"Kak mala cantik sekali" puji Sisil.
"Heheh kamu juga cantik kok dek" Mala kembali memuji sang adik.
"Sudah siap mbak" ucap perias itu kepada Mala.
"Terimakasih mbak".
"Kak Mala aku panggil mama dulu ya, kakak disini sebentar" ucap Sisil sambil berjalan keluar mencari mamanya kekamarnya.
__ADS_1
"Mah, Kak Mala sudah siap lho" ucap Sisil bahagia.
"Mama juga sudah siap, ayok kekamar mala biar kita bawa kedepan" ucap Kinan berjalan mengikuti Sisil.
Ketika Kinan berjalan hendak masuk kekamar Mala, Reno datang menghampiri Kinan.
"Sayang apa Malanya sudah siap, acara sebentar lagi akan dimulai" ucap Reno dari tangga.
"Sudah siap sayang ini mau kekamar Mala, kamu duluan saja kedepan ya" ucap Kinan.
🌟🌟🌟
Mala sudah berjalan menuju lantai satu untuk memulai akad nikah yang dituntun oleh Kinan. Kinan menduduk mala disamping Riko untuk memulai acarnya.
"Baiklah karena semua orang sudah kumpul termasuk mempelai maka acaranya akan segera kita mulai bla... bla...bla..." anggap sudah seperti acara nikah ya.
"Sah?"
"Sah"
Semua saksi mengatakan sah, yang disaksikan oleh orang tua dan nenek Riko dari Bram dan Tiara. beserta orang orang tua dan nenek Mala dari Mama dan Papanya termasuk keluarga Ridwan dan Mia dari Jerman jangan lupakan Mira beserta Stevan dan anaknya alfaro juga ikut bersama adik alfaro bernama Jeslin.
Semua keluarga begitu bahagia menyaksikan pernikahan itu, setelah akad nikah selesai langsung diakan resepsi, satu persatu tamu undangan sudah datang sampai tempat itu menjadi penuh.
Semua kolega bisnis dan teman-teman mereka datang.
Disudut ruangan anak remaja yang seumuran saling berbicang, ada Alfaro, Sisil, dan Luna ananknya Ririn dan Anto.
Walau tinggal dijerman luna sangat lancar berbahasa indonesia.
"Kita kasih selamat sama kak Mala yok, sambil berfoto sama pengantin" ajak Luna.
"Nanti ajalah Lun, masih banyak orang yang mengantri mending kita duduk tenang sambil makan disini. iya nggak Sil?" tanya Alfaro kepada Sisil.
"Betul itu Lun, bentar lagi aja" ucap Sisil.
Sedangkan para para orang tua masih sibuk berkengkrama bersama teman-teman mereka. dan jangan lupakan Mala dan Riko saat ini mereka masih asik mengeluarkan senyum palsunya menyambut tamu karena sudah lelah berdiri.
"Riko aku capek nih, boleh duduk nggak?" tanya Mala.
"Bentar lagi ya, tamu sudah mulai habis" jawab Riko serius takutnya mala akan menabok kepala Riko didepan umum.
"Aku nggak kuat lagi Riko" bisik Mala lagi.
"Nah itu tamu terakhir" ucap Riko saat melihat Sisil, Luna dan Alfaro mendekati mereka.
"Selamat menempuh hidup baru kakak ipar, nanti malam pasti tidurnya anget" ucap sisil yang suka rusuh. lalu menyalam Mala juga.
"selamat menempuh hidup baru kakak, selamat kakak tidak akan kedinginan lagi saat tidur" ucap Sisil kepada Mala.
Dan dipastikan kalau bukan didepan umun pasti Mala sudah berteriak mengejar sisil yang usil ini.
__ADS_1
...🌟🌟🌟...
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...