GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 81 Gadis Cute Dan Mandiri Season 2


__ADS_3

Tapi bukannya mandi Riko malah menggepur Mala sampai tiga kali baru mereka mandi.


"Aku serius nggak kayak tadi pagi, kalau tadi pagi sampai tiga kali kalau sekarang dua kali aja" ucap Riko.


"Nggak" jawab Mala singkat.


"Sekali aja deh" tawar Riko lagi.


"Mandi sendiri atau aku lempar pake gelas ini" mala sudah ancang-ancang mau melempar gelas kepada Riko karena selalu menggoda dirinya.


"Hahah ampun sayang, iya deh aku mandi sendiri aja" Riko berjalan kekamar mandi dengan lemas.


"Dasar suami mesum" gerutu Mala tapi tidak lupa menyiapkan baju untuk suaminya.


*******


pagi ini jeni sudah bersiap ingin bekerja dia sudah memakai baju khusus office girl yang ada dilokernya.


"Semangat jeni" Jeni menyemangati dirinya sendiri.


Jeni mengambil peratana bersih-bersih mulai dari sapu, kain pel, dan sabun pel, tidak lupa juga jeni membawa kain lap dan kemoceng.


"Semua peralatan sudah siap" gumannya lalu pergi menuju ruangan paling atas diperusaan ini yaitu ruangan Riko dan Mala.


Terlebih dahulu dia membersihkan ruangan Mala, lalu ruangan Riko, saat Mala sedang menyiapkan kopi untuk Riko, ternyata Riko sudah masuk kedalam ruangannya.


"Selamat pagi Riko" ucapnya ramah.


"Kalau didalam kantor coba gunakan tutur kata yang sopan, karena disini istri saya juga memanggil saya dengan sebutan bapak kepada saya, bertanda saya adalah atasannya" Riko menegaskan ucapan Jeni.


"Maaf pak kalau saya menyinggung perasaan anda" Jeni menundukka kepala.


"Kalau sudah selesai buat kopinya kamu sudah boleh keluar, bukannya sudah ada diaturan kerja kalau kamu harus menyiapkan pekerjaan mu sebelum jam 8, karena jam 8 saya akan mulai bekerja" ucap Riko tanpa menoleh kepada Jeni.


"Sekali lagi saya minta maaf pak, ini pertama kali saya bekerja diruangan , jadi masih terlalu bingung".


"Bukannya kamu profesional dibidang ini makanya kamu diterima bekerja?" tanya Riko.


"Maaf pak saya sudah siap bekerja disini, jadi saya permisi dulu" Jeni keluar dari ruangan itu dengan menundukkan kepalanya.


Saat Jeni melewati ruangan Mala, kebetulan Mala juga berjalan dari dalam, "kamu yang bersih-bersih dituangkan saya ya?" tanya Mala.


"Iya buk" jawab Jeni Sopan.

__ADS_1


"Tolong dibersihkan lagi mejanya soalnya tadi nggak sengaja air minum saya tumpah, minta tolong ya" ucap Mala sopan sambil tersenyum.


Tanpa menjawab Jeni langsung membersihkan meja Mala yang terlihat basah itu, sedangkan Mala pergi keruangan Riko untuk memberitahukan kalau hari ini mereka ada rapat dengan dengan klien.


"Jam 11 siang Riko dan Mala sudah pulang dari pertemuan dengan klien.


"Mala tolong resume rapat tadi dikerjakan secepat mungkin, print dan kasih sama saya siang ini" ucap Riko berjalan keruangannya.


Mala langsung menghidupakn komputernya dan mengetik kembali resume mereka rapat tadi, hampir 1 jam baru Mala selesai mengetik, lalu diprint dan diletakkan diatas meja.


Karena jam sudah menunjukkan jam 12 siang Mala masuk keruangan Riko, untuk diajak makan siang.


"Sayang kita makan disini saja ya aku sudah pesan makanan untuk kita" ucap Riko saat Mala sudah didepan pintu.


"Baiklah sayang tidak masalah" ucap Mala, mala memanggil sayang karena ini sudah jam istirahat.


Mala dan Riko duduk disofa sambil menunggu makanan mereka. tidak menunggu lama suara ketokan pintu terdengar ditelinga mereka.


Jeni datang membawa pesanan Riko yaitu makanan dari restoran terkenal dan juga minuman.


"Ini pesanannya pak" ucap Jeni meletakkan makanan itu diatas meja.


Mala melihat makanan itu lebih dari dua porsi, lalu dikasihnya satu porsi kepada Mala.


"Mbak.... ini untuk mbak" ucap Mala menyerahkan satu makanan dan minuman.


Sepeninggalan Jeni, Riko dan Mala mulai menyantap makanannya, sampai habis.


"Sayang tadi makanannya kamu sengaja pesan untuk Jeni ya?" tanya Mala.


"Iya sayang, nggak enak aja kalau pesan makanan tapi dia nggak dapat" ucap Riko.


"Sayang sebentar lagi sudah jam kerja aku lihat dulu ya file yang aku print tadi" ucap Mala lalu pergi keruangannya mengambil kertas yang ia print tadi.


Tapi saat mala masuk keruangannya mala heran kertas yang ia letakkan diatas meja sudah tidak ada lago disana, lalu dia berinisiatif untuk mengeprint kembali, lagi-lagi file dikomputer hilang.


Mala segera masuk kedalam ruangannya riko dengan tergesa-gesa.


"Sayang filenya hilang dari komputer, yang sudah aku print pun tidak ada dimeja".


"Kok bisa sayang, mungkin kamu lupa sayang meletakkannya dimana" ucap Riko.


"Nggak, nggak mungkin aku lupa jelas-jelas aku meletakkannya diatas meja" ucap Mala.

__ADS_1


"Yaudah kamu tenang dulu ya, ini akan kita pakai untuk minggu depan kok nanti kamu ulangi lagi ya, kan masih ada catatan kecil mu" ucap Riko memeluk istrinya. mungkin karena baru mengalami kesulitan dia jadi tidak berkonsentrasi.


Mala kembali keruangannya, untuk mengerjakan tugas yang lainnya.


"Siapa sih yang mengambilnya, kan disini cuma kami berdua sama Riko dan satu lagi Jeni, tapi nggak mungkin Jeni melakukan ini" batin Mala.


Dan kebetulan Jeni lewat dari ruangannya Mala pun memanggil Jeni mana tau Jeni ada melihatnya.


"Mbak sini bentar" Jeni pun mendekat kearah Mala.


"Mbak ada lihat kertas diatas meja ini nggak kira-kira ada 5 lembar gitu didalam map warna merah" tanya Mala.


"Maaf buk saya tidak ada lihat" ucap Jeni takut.


"Nggak usah takut saya hanya bertanya saja" ucap Mala mengusap bahu Jeni.


Jeni pergi dari sana menuju ruangan Riko karena Riko menelfonnya.


"Jeni kamu buatkan dua kopinya ya, satu nggak usah banyak gula soalnya mala tidak suka kopi yang banyak gula" ucap Riko kepada Jeni yang sudah masuk kedalam ruangan Riko.


"Baik pak" Jeni menyiapkan kopi dua gelas sesuai dengan perkataan bosnya.


Saat Jeni meletakkan kopi didepan Riko jeni memasang muka sedih.


"Kamu kenapa kok mukamu seperti itu?" tanya Riko.


"Buk Mala bertanya sama saya kalau ada filenya hilang, saya hanya takut kalau nanti bu Mala meyalahkan saya" ucap Jeni.


"Mala hanya bertanya dia tidak akan menuduhmu kalau dia tidak ada bukti" ucap Riko.


"Kamu bawa kopinya satu sama Mala ya" jangan takut. Riko memberi semangat kepada Jeni.


******


Saat mau pulang Mala dan Riko turun kebawah menaiki lift saat mereka mau masuk kemobil, jeni datang dari arah belakang.


"Pak, bu tolong antarkan saya kerumah saya, adik saya katanya demam mendadak" ucap Jeni berlinang air mata.


Sebenarnya Riko malas kalau terlalu dekat dengan Mala tapi Mala malah menyetujui permintaan Jeni.


"Sayang nggak apa-apa kita antar sebentar, kasian Jeni" ucap Mala, dengan terpaksa Riko mengantar Jeni kerumahnya.


"Ini demi kamu sayang" ucap Riko mencium bibir Mala didepan Jeni

__ADS_1


...🌟🌟🌟...


...Jangan lupa tinggalkan jejak iya ...


__ADS_2