
🌟🌟🌟
Riko senang akhirnya Mala mau bicara padanya, walau dibilang Mala yang salah disini tapi mengingat Mala sedang mengandung jadi riko harus banyak bersabar untuk selalu mengalah kepada.
"Sayang aku udah ngantuk nih kita naik keatas yok" ucap Riko sambil melap mulutnya dengan tisu.
"Kamu duluan aja ya".
"Kenapa? kamu juga sudah habis makan, nunggu apa lagi disini?" Tanya Riko lagi.
"Mau duduk aja belum ngantuk" jawab Mala cuek.
"Ayoklah sayang, aku sudah ngantuk banget terus aku mau di urut sama kamu, badan aku Capek pas nemani kamu dipantai sore tadi" bujuk Riko.
Akhirnya Mala mengalah ikut berjalan dibelakang Riko yang sudah mulai berjalan meninggalkan meja makan.
"Sayang tunggu aku" Mala Mencoba menggapai Riko tapi sayangnya langkah Riko lebih cepat dari Mala.
*****
Jam sudah menunjukkan Jam 6 pagi Riko dibangunkan dengan suara mengigil dari sampingnya.
Riko Mencoba membuka matanya dan melihat kesamping, dilihatnya Mala meringguk didalam selimut seperti orang kedinginan. Riko mencoba memegang kening Mala.
"Astaga dia demam tinggi, aku harus membawanya kerumah sakit" seketika kesadaran Riko langsung terisi penuh.
Riko berbegegas dan menggendong tubuh Mala keluar dengan buru-buru membawanya kerumah sakit.
15 menit kemudian mobil Riko sudah sampai diparkiran rumah sakit Riko kembali menggendong Mala masuk kedalam rumah sakit itu.
"Sus tolong istri saya dia lagi demam tinggi" ucap Riko panik.
"Baik pak kami akan segera menanganinya, mohon urus administrasinya" ucap salah satu suster itu lalu membawa Mala keruangan rawat.
*****
Dokter keluar dari dalam ruang rawat Mala dan diikuti oleh satu suster dibelakangnya.
"Bagaimana dengan istri saya dok?" Tanya Riko masih dengan muka paniknya.
"Istri bapak baik-baik saja, hanya kelelahan sedikit dan membuatnya demam".
"Terimakasih dok, apa saya bisa lihat istri saya sekarang dok?" Tanya Riko lagi.
"Silahkan, kami permisi dulu" ucap dokter itu lalu berjalan kembali dari hadapan Riko.
Riko berjalan kearah pintu dan membukanya.
Klek....
__ADS_1
Pintu terbuka Riko dapat melihat Mala tertidur diatas ranjang rumah sakit, Riko mendekatinya dan Mencoba memegang kepala Mala.
"Syukurlah demamnya sudah turun" batin Riko lalu menarik tangannya dari kening Mala, sebentar kemudian Riko mencium kening Mala.
"Sekali lagi kamu membuat ku panik begini akan aku beri hukuman yang setimpal untukmu" omel Riko tapi tangannya kini menggemgam tangan Mala dengan erat.
"Makanya kalau aku suruh berhenti bermain ya berhenti, aku larang kamu malah kamu marah padaku" omel Riko lagi saat mengingat kemaren Mala marah padanya saat disuruh berhenti main Air.
*****
Sarapan pagi ini Tiara Dan Bram sudah menunggu Riko dan Mala turun setengah Jam yang lalu.
"Bik... coba panggil Mala dan Riko biasanya Jam segini mereka sudah turun apalagi hari ini hari senin, pasti Riko cepat berangkat kekantor" ucap Tiara pada pelayan yang berdiri didekat meja lagi meletakkan air putih.
"Baik nyonya" jawabnya lalu berjalan kearah tangga menuju kamar Riko dan Mala.
Tok.... Tok.... Tok....
Den Riko....
Tok.... Tok.... Tok...
Non Mala....
Tok...tok... tok....
Karena nggak ada sahutan dari dalam bibik itu mencoba membuka pintu itu dengan pelan.
Klek....
"Nyonya den Riko dan Nona Mala nggak ada dikamarnya, saya sudah cek".
"Kemana mereka? Pah... coba telfon nomor Riko" ucap Tiara kepada Bram.
Bram menelfonnya beberapa kali tapi tidak diangkat juga.
"Nggak diangkat mah".
"Bik coba tanya petugas didepan mana tau mereka mengetahui kemana perginya dua tuyul itu, pergi kok nggak ngomong-ngomong" omel Tiara.
Pagi ini pelayan itu sangat sibuk karena ulah Riko dan Mala, sesampainya didepan rumah pelayan itu langsung bertanya kepada orang yang ada didepan rumah.
"Apa kalian melihat Den Riko dan Nona Mala keluar dari rumah ini?".
"Tadi pagi Den Riko pergi membawa nona Mala katanya mau kerumah sakit Nona Mala lagi demam".
Pelayan itu langsung masuk kedalam rumah dan menemui Tiara dan Bram diruang makan.
"Bagaimana bik" Tanya Tiara tidak sabar.
__ADS_1
"Den Riko membawa nona Mala kerumah sakit tadi pagi karena nona Mala lagi deman".
"Baiklah kamu boleh pergi" ucap Tiara menyuruh pelayan itu mengerjakan tugasnya kembali.
"Bagaimana ini pah, kita nggak tau mereka kerumah sakit mana, apa kita tunggu aja mereka pulang?" tanya Tiara kepada Bram yang duduk disampingnya.
"Mau bagaimana lagi mah, ditelfon pun nggak diangat, jadi kita tunggu aja Riko menelfon kemari" ucap Bram.
Akhirnya Tiara dan Bram sarapan pagi tanpa Riko dan Mala, hal ini membuat keduanya tidak terlalu berselera untuk makan.
"Papa udah kenyang mah" ucap Bram lesu.
"Mama juga gitu pah, karena belum tau keadaan menantu kita jadi nggak selera makannya".
"Kita tunggu mereka diruang keluarga aja ya mah, bisa sambil nonton tv biar tidak terlalu bosan" usul Bram, lalu branjak menuju ruang keluarga diikuti oleh Tiara dari belakangnya.
*****
RS
Mala yang masih asik dengan tidurnya, sedangkan Riko yang menunggu dirinya sudah merasakan lapar karena Jam sudah menunjukkan Jam 8 pagi.
"Sayang kamu disini sebentar ya aku mau beli makanan di luar" Riko pamit kepada Mala walau Mala tidak mendengarkannya.
Riko berjalan keluar dari ruangan rawat Mala, tapi tidak disangka saat Riko pergi ternyata wanita iblis alias Jeni wanita waras stengah miring berada dirumah sakit itu juga.
"Ngapain dia disini?" karena penasaran Jeni membuka ruangan dimana Mala dirawat, dilihatnya Mala masih tidur diatas ranjang.
"Ohh.... jadi karena ini makanya si Riko s*alan itu disini?" Jeni langsung menelfon orang untuk membantunya mengerjai Riko dan Mala.
10 kemudian orang suruhan Jeni sudah datang wanita cantik dia memakai baju suster dan memakai masker.
"Cepat bereskan dia, jangan sampai Riko pulang kesini kita belum membawa Mala dari ruangan ini" ucap Jeni menyuruh.
Wanita cantik itu langsung mendudukan Mala dengan pelan dikursi roda, karena terganggu dengan tidurnya Mala langsung bangun.
"Kalian siapa mau ngapain ngangkat-ngangkat Aku? " tanya Mala panik.
Wanita cantik itu langsung meletakkan kain yang berisi bius dihidung Mala hingga Mala jatuh pingsan.
Wanita cantik itu langsung mendorong kursi roda itu lalu berjalan pergi dari ruangan itu diiukuti oleh Jeni dengan senyum kemenangan.
"Kita bawa kemana dia sekarang?" Tanya wanita cantik itu.
"Kita bawa kerumah ku saja" ucap Jeni.
Jeni membawa Mala kesebuah rumah yang berlantai 2 ini adalah rumah sesunggunya milik Jeni.
"Bawa dia kedalam, aku akan memikirkan cara menghukum Riko dan keluarganya" ucap Jeni dengan tawa ringan dimulutnya.
__ADS_1
...🌟🌟🌟...
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...