Gadis Kecil Kesayangan Mafia Kejam

Gadis Kecil Kesayangan Mafia Kejam
Bab 44 Ketahuan


__ADS_3

Chester masuk kembali ke dalam ruang inap Mei, dia coba mendekati Jennixia.


"Jen, kau harus lihat ini."


Tanpa basa basi Chester langsung memberi Jennixia tab yang mempunyai rekaman cctv tentang kejadian yang berlaku di dalam mansion.


Awalnya Jennixia ingin menolak tapi hatinya masih saja kepo dan penasaran. Jennixia akhirnya menatap ke layar tab yang sedang memainkan rekaman cctv itu.


Jennixia merasa kesal, dia tidak habis pikir kenapa Mary tidak menyukainya dan lebih memilih Liana padahal jelas-jelas dia telah menjadi istri Chester.


"Bagaimana?" tanya Chester kepada Jennixia.


Jennixia menoleh ke arah Chester, netra matanya terlihat teduh, rasa bersalah mulai menyeruak dalam hatinya. Tapi Jennixia masih gengsi untuk menurunkan egonya.


"Tapi kau tetap saja membiarkan wanita itu masuk ke ruang kerjamu." Ketus Jennixia.


"Aku tidak pernah mengunci pintu ruang kerjaku sayang." Bujuk Chester yang sudah mulai berlutut di depan Jennixia.


Jennixia menatap Chester dengan tatapan serius, tidak tega melihat Chester terus merayunya dan wajah yang terlihat sedih dan serba salah.

__ADS_1


"Sudah ya." Jawab Jennixia sambil mengusap tangan Chester dan tersenyum. "Aku minta maaf sayang,"lanjut Jennixia lagi.


Chester langsung tersenyum dan megucup tangan Jennixia berkali-kali.


"Jangan minta maaf bukan salahmu sayang, semuanya salahku." Ucap Chester.


Jennixia menggeleng, lalu mengusap wajah Chester dengan lembut. Hatinya yang kesal tadi kini mulai menghangat.


"Tapi aku masih tertanya-tanya kenapa orangtuamu memperlakukanku seperti ini hingga berniat mencederakanku." Ucap Jennixia dengan sendu.


"Mereka hanya terikuti nafsu serakah saja, mereka terlalu memikirkan harta." Jawab Chester.


"Pasti Liana dari keluarga yang kayakan?" tanya Jennixia.


"Akhirnya Kakak meninggal setelah setahun pernikahannya, suaminya sering memukulinya sampai mendorongnya jatuh dari tangga, pendarahan otak terjadi dan akhirnya Kakak meninggal," lanjut Chester lagi.


Jennixia terdiam, dia tidak menyangka ada hal buruk berlaku di dalam keluarga Chester. Dan biangnya adalah dari orangtuanya.


"Terus kenapa mereka tidak mengambil pelajaran dari hal itu?" tanya Jennixia.

__ADS_1


"Kakak meninggal saja mereka marah dan tidak berduka sama sekali."


"Yakin juga itu orangtua kandung kalian?"


"Mau bagaimana mereka tetap orangtua kandung." Sahut Chester dengan sendu.


Jennixia menarik Chester mamasuki dalam pelukannya, dia mengusap punggung Chester dengan lembut.


"Aku akan membantumu buat mereka sadar bagaimana?"


"Kau saja hampir dicelakan oleh mereka bagaimana kau bisa bantu, aku tidak mau kau terluka sayang." Sahut Chester yang masih dalam pelukan Jennixia.


"Yang penting kau jangan kecil hati kalau aku membuat mereka sakit hati."


Chester mengangguk, dia meletakkan kepercayaannya pada Jennixia tapi dalam masa yang sama dia akan coba melindungi Jennixia.


"Sekarang kita kembali ke ruangmu sendiri ya." Bujuk Chester.


"Tidak, aku tidak bisa meninggalkan Mei sebelum aku lihat sendiri Mei kembali siuman." Jawab Jennixia yang mulao menatap sendu ke arah Mei.

__ADS_1


Chester sungguh memahami kenapa Jennixia bersikap begitu pasti alasannya Jennixia merasa bersalah. Tapi Chester tidak ingin terus memaksa dan dia akan coba konsultasi bersama dokter di rumah sakit agar memberi mereka ruang vip dengan kasur yang besar agar Jennixia juga bisa beristirehat.


Bersambung...


__ADS_2