
Sudah seminggu Jennixia masih menjaga Mary di rumah sakit. Hubungan Jennixia dan Mary semakin membaik, Mary malah tidak ingin berada jauh dari Jennixia.
Hari ini Chester akan membawa Jennixia dan Mary kembali ke mansion dan perawat Mary akan dilanjutkan di mansion saja.
Chester berharap setelah sampai di mansion Mary tidak akan kembali berubah dan tetap akan terlihat seperti saat ini.
“Ma, hari ini kita pulang. Sebelum pulang apa Mama ingin beli sesuatu?” tanya Chester pada Mary.
“Tidak ada Ches, mama mau segera berada di mansion saja lagian mama sudah bosan bau rumah sakit ini,” jawab Mary.
Tentu saja jawaban Mary membuat Chester tidak percaya karena biasanya jika ditawarkan pasti Mary tidak akan melepaskan kesempatan, tetapi kali ini tidak.
‘Mudah-mudahan Mama benar-benat berubah,’ batin Chester penuh berharap.
“Mama yakin tidak ingin beli sesuatu? Atau kita mampir ke taman dulu buat refreshing,” ucap Jennixia kali ini dengan wajah bahagia.
“Ke taman saja tidak perlu beli-beli lagi yang penting dengan kamu Jen,” jawab Mary mantab.
Jennixia tersenyum dan mengangguk setuju. Betapa dia bahagia karena mama mertuanya sudah mulai menerima dirinya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Di taman kota, Jennixia dengan perlahan mendorong kursi roda yang diduduki oleh Mary. Awalnya Mary meminta Chester yang mendorong kursinya tapi Jennixia bersikeras hendak mendorong sendiri.
Mereka berhenti di sebuah pondok yang terdapat kursi dan meja.
“Kita istirehat di sini saja ya Ma,” ucap Chester sambil meletakkan kantong yang berisi roti dan minuman.
Mary mengangguk lalu dia memperhatikan sekitarnya, entah kenapa dia merasa tenang dan damai. Binar-binar bahagia tercetak jelas di wajah Mary.
Sedang mereka asyik bercerita dan bercanda tawa, tiba-tiba seorang wanita muda mendekati mereka dan memanggil nama Jennixia dengan wajah yang terlihat menyedihkan.
“Kak Jenni,” sapa wanita itu dengan suara lirih.
Jennixia menatap wanita itu tidak percaya, karena sudah hampir berapa bulan dia tidak bertemu wanita itu alias adik tirinya.
Jennixia berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah adik tirinya yang dipanggil Vivian itu.
“Vi, kamu kenapa? Kamu ke mana selama ini? Ibu khawatir tentangmu dan Ayah ada di mana?” tanya Jennixia dengan beruntun.
Jennixia langsung menarik sang adik tiri masuk ke dalam pelukannya dan mengusap perlahan punggung Vivian.
“Ches, boleh izinkan aku membawa adikku pulang ke mansion,” ucap Jennixia meminta izin pada Chester sambil memeluk Vivian.
“Boleh Sayang,” jawab Chester tersenyum.
“Terima kasih, Vi kamu ikut Kakak ya. Nanti sampai di mansion kamu bisa ceritakan pada Kakak,” ujar Jennixia dengan lembut.
Vivian semakin terisak di dalam pelukan Jennixia, dia menganggukkan saja kepalanya.
‘Kau akan hancur!’ batin Vivian.
__ADS_1
Mary menatap Vivian yang ada dalam pelukan Jennixia, tidak ada rasa iba entah kenapa tapi firasat tidak baik memenuhi ruang pikirannya.
.....
Jennixia melayani sang adik seperti melayani adik kandungnya sendiri walaupun hampir belasan tahun Vivian tidak pernah menganggap kehadirannya karena Anderson sang ayah sering memprovokasi Jennixia.
Tetapi Jennixia tidak pernah menyimpan semuanya di dalam hati, mungkin ada saatnya dia marah dulu tapi tidak hingga berdendam.
Kini sudah hampir 2 minggu Vivian berada di mansion dan sifatnya semakin lama semakin membuat Jennixia kesal.
“Bibik! Cepat bawakan makanan ke kamarku!” teriak Vivian pada pelayan rumah.
“Shhtt, ehh jangan berisik bisa tidak!” sinis Mary yang baru saja keluar dari kamarnya.
“Eh calon mama mertuaku,” ucap Vivian pura-pura lembut.
“Mama mau makan apa? Biar Vivi ambilkan,” lanjutnya lagi membujuk Mary.
“Ck,” decak Mary.
Mary sudah mengerti kenapa Vivian berlaku baik padanya karena dia ingin merampas Chester dari Jennixia.
Dengan cepat Mary memutar kursi rodanya untuk menuju ke ruang tamu karena malas melihat drama yang dimainkan oleh Vivian.
“Eh Mama ke mana? Biar Vivi temankan ya,” ucap Vivian.
Mary tidak mengindahkannya dan meninggalkan Vivian begitu saja.
‘Jangan harap kau bisa merebut posisi anak menantu kesayanganku!’ ucap Mary dalam hati.
__ADS_1
***Bersambung...
Maaf readerss belum bisa up panjang. Ini juga curi waktu up. Author sangat sibuk dengan pindahan ke tempat baru.. Sekali lagi maaf dan teruskan mendukung yaa.. Love you sekebooonn***