Gadis Kecil Kesayangan Mafia Kejam

Gadis Kecil Kesayangan Mafia Kejam
Bab 83 Rencana Alex dan Chester


__ADS_3

Tepat jam 6 malam, Chester dan Alex telah berkumpul di markas Chester untuk mmebincangkan rencana mereka.


“Aku akan pura-pura datang mengawasi keadaan di sana dan kamu ikut jalan belakang karena di sana hanya ada anak buahku saja,” ucap Alex menyusun rencana.


“Pastikan anak buahmu tetap berjaga dari belakang takutnya ada yang mengikuti kita,” lanjut Alex lagi.


Baru saja mereka hendak berangkat untuk menuju ke tempat Jessi di kurung. Ponsel Chester tiba-tiba berbunyi


Chester hendak mengabaikannya tapi setelah dia melihat ke layar ponselnya rupanya Sean yang telah meneleponnya.


“Tunggu Sean meneleponku,” ucap Chester menghentikan langkah Alex dan anak buahnya yang hendak keluar dari markasnya.


“Jawablah. Ck firasatku tidak baik,” sahut Alex dengan wajah serius.


Chester pun menjawab panggilan teleponnya.


[“Ada apa lagi?”] tanya Chester dengan nada beremosi.


[“Hei hei, jangan keras-keras Ibu kekasihmu masih berada di tanganku,”] jawab Sean dari seberang sana.


[“Jangan kau berani menyentuhnya atau tanganmu nanti akan putusku buat,”] ancam Chester.

__ADS_1


[“Baik-baik aku tidak akan menyentuhnya hahaha! Oh iya memandangkan sekarang aku lagi banyak waktu, bagaimana kalau kita bertemu malam ini saja?”] ujar Sean yang sudah tidak sabar untuk mendapatkan uang Chester.


[“Perjanjian kita besok, kenapa kau ingin mengubahnya lagi,”] jawab Chester yang mulai rasa curiga dan mulai berpikir mereka sudah ketahuan.


[“Aku yang tentukan maunya kapan! Kalau aku bilang malam ini ya malam ini! Kau tidak boleh beralasan atau wanita tua ini aku celakai saja hahaha,”] ucap Sean lagi memaksa.


“Tanya jam berapa,” ucap Alex berbisik dan dianggukk oleh Chester.


Dalam diam mereka telah kompak dalam menjalankan rencana menyelamatkan Jessi. Padahal awalnya mereka masih musuh.


[“Jam berapa?”] tanya Chester dingin.


[“Baiklah,”] sahut Chester.


Setelah perbicaraan berakhir, Chester dan Alex kembali menyusun rencana mereka.


Chester tetap membantu dalam penyelamatan Jessi karena dia juga tidak bisa biarkan Ibu mertuanya terluka. Jika hal itu terjadi pasti Jennixia akan merasa sedih.


Chester tidak mau membiarkan lagi air mata Jennixia jatuh karena dirinya yang tidak bertanggungjawab. Oleh itu dia akan menebus semua kesalahannya selama ini.


....

__ADS_1


Jennixia tidak bisa tidur, dia masih saja mondar mandir di ruang tamu yang ada di dalam ruangan rahasia itu.


Hatinya merasa sedikit khawatir dan cemas. Dia lupa memberitahu Alex maupun Chester untuk menghubungi sang Ibu.


Apalagi di dalam ruangan ini tidak terdapat jaringan. Telepon memang Jennixia membawanya tapi percuma saja dia telah berkeliling mencari jaringan tetapi tetap saja jaringan tidak masuk ke dalam ponselnya.


“Jen, tidurlah dulu nanti pasti Chester dan Alex kembali,” ucap Renata yang baru saja keluar dari kamar untuk memeriksa keadaan Jennixia.


“Kak aku tidak bisa tidur, aku tiba-tiba khawatir tentang Ibu,” terang Jennixia dengan raut wajah sedih.


“Ibu pasti baik-baik saja, kamu sudah memberitahu Chester ataupun Alex untuk menjemput Ibu?” tanya Renata sambil menenangkan Jennixia.


“Semalam sudahku beritahu Chester tapi pagi tadi aku lupa mengingatkannya, aku pikir mungkin Chester akan lupa karena Chester kan masih sibuk mengurusi Mama,” jawab Jennixia dengan nada sedih.


Renata dan Jennixia tidak mengetahui tentang misi yang dijalankan oleh Chester dan Alex karena mereka tidak mau Renata dan Jennixia khawatir.


***Bersambung...


Maaf belum bisa up panjang, authornya masih kurang kasih sayang 😭😭 bercanda guyss author lagi kurang sehat dan belum fit..


Apapun teruskan mendukung yahh cintakuu 🫶🫶🫶***

__ADS_1


__ADS_2