Gadis Kecil Kesayangan Mafia Kejam

Gadis Kecil Kesayangan Mafia Kejam
Bab 87 Ada rencana lain


__ADS_3

Alex telah sadar dari komanya dua hari. Wajah pertama yang dia lihat adalah wajah sang Ibu yang sedang menangis.


“Ibu,” panggil Alex.


Jessi langsung saja menoleh ke arah Alex, matanya membulat dia segera memencet bel untuk memanggil dokter.


“Syukurlah nak kalau kamu sudah sadar,” ucap Jessi sambil memeluk Alex dengan erat.


“Terima kasih, Ibu telah menemani Alex,” ujar Alex.


Dokter masuk ke dalam kamar inap Alex dan disusuli oleh Chester dengan wajah datarnya itu.


Dokter memeriksa kondisi Alex dan setelah mengatakan bahwa kondisi Alex sudah mulai membaik barulah mereka meninggalkan kamar tersebut.


Jessi terlihat sangat bahagia dan dia bersyukur bisa melihat Alex kembali siuman.


“Lex maafkan Ibu,” ucap Jessi lirih.


“Alex tidak pernah salahkan Ibu, semuanya memang salah Alex. Alex digelapkan mata dan hati demi sebuah dendam,” jawab Alex sambil mengelus lembut tangan Jessi.


Chester hanya melihat Ibu dan anak itu saling meminta maaf dan saling menyayangi. Dia mulai teringat akan Mary ibu kandungnya. Ingin sekali dia merasakan hal itu tapi Mary tidak bersifat seperti Jessi.


‘Seandainya Mama mengerti akan diriku,’ batin Chester.


“Ches, bagaimana dengan musuh kita?” tanya Alex.

__ADS_1


Lamunan Chester membuyar setelah mendengar namanya dipanggil. Dia menoleh ke arah Alex lalu menghela nafas panjang.


“Arviy dan Sean masih di luar, tapi jangan risau posisi mereka sedang dimata-matai anak buah kita dan kita lihat bagaimana permainan mereka lagi,” jawab Chester.


“Terserah denganmu Ches, aku tidak bisa ikut lagi badanku belum fit,” ucap Alex lagi.


“Cepat sembuh Lex dan biar aku urus semua hingga selesai,” jawab Chester.


“Aku pergi dulu harus melihat kondisi Mama,” lanjut Chester lagi.


Setelah berpamitan Chester segera meninggalkan kamar inap Alex. Rasa iri dan cemburu melihat kehangatan kedua Ibu dan anak itu.


Chester tidak ke rumah sakit di mana Mary berada, dia malah pergi ke markas untuk membincangkan beberapa rencana mereka untuk menjerat Arviy dan Sean.


Luis sedang melatih beberapa anak buah Chester berjalan di atas batu bara yang panas.


Kedua orang mata-mata itu menelan air liur karena latihan sungguh ekstrim. Bisa-bisa tapak kaki mereka melecur dan bukan setakat itu pasti kaki mereka sudah jadi seperti daging masak.


Mereka nampak gementar dan mematung di tempat. Luis tampak menyunggingkan senyumannya.


“Apa lagi yang kalian tunggu!” teriak Luis.


Dengan langkah kaki yang berat mereka terpaksa memijak bara panas itu. Baru satu kaki yang memijak bara itu langsung mereka berteriak kesakitan dan menjauh dari bara itu.


Luis sengaja memicingkan matanya lalu mengarahkan anak buah yang lain untuk melintasi bara itu dan semua anak buah yang berada di situ berhasil melewati bara panas itu.

__ADS_1


Luis mendekati kedua pria tadi yang terduduk memegang kaki mereka.


“Apa kalian yakin, kalian salah satu anak buah Black Swan?” tanya Luis dengan nada mengintimidasi.


Tubuh kedua pria semakin bergetar hebat, mereka menggelengkan kepala tanpa sadar karena nyali mereka menciut menatap mata Luis yang terlihat seperti ingin menerkam mangsa.


“Seret kedua pria ini ke ruang eksekusi dan ikat mereka!” ucap Luis memberi perintah pada anak buahnya yang lain.


“Jangan-jangan saya anak buah Black Swan,” ucap salah satu pria itu.


“Benar! Saya-saya juga,” ucap yang satunya lagi.


Akan tetapi Luis tidak mengindahkan ucapan mereka dia tetap menyuruh anak buah yang lain menyeret kedua pria itu.


Luis berjalan menuju ke ruang loker mereka dan mengambil telepon genggam mereka dibalik tumpukan baju milik kedua pria itu.


Dua ponsel yang berbeda merek sudah berada dalam genggamannya. Luis membawa kedua ponsel itu masuk ke ruang IT untuk diperiksa **********.


Setelah menunggu berapa menit salah satu ahli IT mengatakan ada yang aneh dengan ponsel yang berjenis tebal itu. Dia menyarankan untuk membawanya kepada ahli penanganan kimia biologi dan radioaktif nuklir.


Luis mengangguk mengerti, pikirannya mulai menangkap rencana kedua pria yang berhasil ditangkap tadi.


‘Sial jangan sampai mereka sudah meletakkan pada beberapa tempat,’ batin Luis terlihat sedikit cemas.


Luis melebarkan langkahnya untuk memasuki ruangan ahli tentang penanganan radioaktif dan nuklir. Tidak lupa dia mengirim pesan pada Chester untuk melaporkan hal ini.

__ADS_1


***Bersambung....


Maaf belum bisa panjang 🙏 apapun teruskan mendukung 🫶🫶🫶***


__ADS_2